
Ini adalah malam pertama Lupi dan Lusi tidur hanya menggunakan kasur lantai yang tipis,jika di rumah mereka biasa menggunakan kasur empuk, fasilitas AC kini semuanya berbanding terbalik.
Ibu Hana memang kejam tapi di rumah Lupi dan adiknya masih bisa merasakan makan dengan lauk yang lezat,sarapan dengan susu dan roti,
Lupi yang sudah hafal dengan tabiat Hana sengaja menyisihkan makanan untuk dirinya dan adiknya.
Bersyukur itulah yang lakukan Lupi saat ini bisa membawa adiknya dari hukuman ibu tiri.
Seandainya masih bersama di rumah megah bersama Hana dan Raisa Lupi selalu tidur larut malam dan bagun harus awal.
Lusi terus gelisah dari tadi pasti dia merasa tidurnya tidak nyaman,Lupi memakluminya
Dek,kasihan sekali kamu... andai ayah kembali pasti kamu tidak merasakan gelisah seperti ini semoga kamu cepat terbiasa ya dek
Di raih bantal yang di pakai lupi di susunnya persis seperti kasur mini, sudah jadi lusi pasti bisa tidur dengan nyenyak.
Benar saja setelah lupi memindahkan adiknya ke bantal yang disulapnya menjadi kasur mini Lusi bisa tidur tanpa gelisah.
Jam 4 subuh Lupi mendengar suara berisik ke arah dapur, dia pun bangun melihatnya.
Bu Ratmi telah sibuk berperang dengan berbagai alat dapur,mulai dari pengukusan sampai ke kuali penggorengan.
"Bu Ratmi kenapa tidak bangunkan saya buat bantu Bu Ratmi di dapur"
"Eh neng Lupi...., ibu nggak tega bangunin neng Lupi,lagian ibu juga sudah terbiasa melakukan sendiri neng."
Ibu ini bekerja untuk siapa ya.... bukankah dirinya hidup sebatang kara di sini
"Bu Ratmi,ibu setiap hari bangun subuh dan membuat kue sebanyak ini sendiri,terus kalau laku semua jualannya setiap hari uangnya Bu Ratmi untuk apa bu?"
Lupi membantu Bu Ratmi membuat adonan donat jari jemarinya begitu lincah,Bu Ratmi memperhatikan Lupi yang cekatan membantunya menyelesaikan adonan kuenya.
__ADS_1
"Kalau pembelinya ramai kue ini laku terjual,biasanya ada yang pesan juga sama ibu buat acara hajatan,
kalau sepi kue kue ini ibu bagikan dengan anak anak jalanan di sana " Bu Ratmi tersenyum.
"Bu,bagaimana kalau sebagian kue ini Lupi bawa ke sekolah ?"
Aku harus bisa membantu keuangan bu ratmi,bagaimana pun aku dan adikku sudah menumpang secara gratis di sini
"Apa neng lupi tidak malu,?" kening bu ratmi berkenyit
"Untuk apa malu bu, yang penting kita tidak merugikan orang lain" jawaban Lupi begitu yakin.
Biasanya gadis remaja sepertimu banyak gengsinya,tapi kamu berbeda Lupi,kamu gadis yang tangguh begitu bangga orang tua yang memilikimu
"Ya sudahlah kalau neng Lupi tidak malu, "
Bu ratmi pasrah saja.
Pukul enam tiga puluh menit pagi Lupi dan Lusi sudah bersiap berangkat ke sekolah, seperti janjinya pada Bu Ratmi Lupi membawa sebagian kue untuk di jualnya ke sekolah.
Di perjalanan menuju kelas Lupi melihat Raisa berjalan bersama Sinta dan Dewi
Aku harus cepat bersembunyi pasti aku akan seperti biduan incarannya hari ini
"Lupi !"
Huh ! ternyata Lupi telah tertangkap basah oleh Raisa.
Jangan panik jangan panik... tetap tenang...
Lupi menghentikan langkahnya
__ADS_1
"kamu memanggilku ya " Lupi bertanya seolah ada ada Lupi yang lain
"Yang namanya Lupi Aluna Mahendra di sini itu siapa kalau bukan kamu?" Raisa pagi pagi sudah kesal di buatnya.
Iya aku tahu itu namaku bukan ibumu nenekmu juga nama pamanmu
"iya itu namaku," jawab Lupi singkat
"Aku perlu bicara denganmu " Lupi mengarahkan telunjuknya ke arah dirinya.
Sudah ku duga aku akan di liput oleh Raisa
huh,semoga bel cepat berbunyi
Lemes badanku bicara dengan ratu rekayasa ini.
Tatapan mata Raisa terlihat tajam,jika saat ini mereka masih satu atap sudah pasti Lupi akan mendapat hukuman bekerja lebih dari tugas seorang pembantu.
Lupi hanya mengangguk tanda setuju
Ting ting ting
Bel sekolah berbunyi,Raisa menghentakkan kakinya
Syukurlah bel berbunyi pada waktu yang tepat,setidaknya aku bisa bernapas sebentar tanpa himpitan dari berbagai penjuru
"Urusan kita belum selesai," Raisa membisikkan kata di telinga Lupi.
Lupi bergidik ngeri baru saja ketemu anaknya belum lagi ketemu ibunya,entah jadi apa aku ini nanti,pikiran Lupi membayangkan Hana jika bertemu dengannya kembali setelah dirinya pergi dari rumah.
Lupi hanya menyunggingkan senyumnya,dia tidak ingin teman sekelasnya tau jika dirinya dan Raisa sebenarnya tidak pernah bicara selayaknya saudara,Lupi sebenarnya senang bisa mendapat saudara tiri yang seumuran dengannya,
__ADS_1
Tapi sifat Hana yang terlalu pilih kasih dan selalu memanjakan Raisa membuat sifat Raisa menjadi seorang yang tidak pernah menganggap Lupi sebagai saudaranya.
\=\=\=\=\=\=\=