Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
06


__ADS_3

Tut...tut...tut.....


NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG DI LUAR JANGKAUAN


Rehana dan Raisa secara bergantian menghubungi Lupi lagi lagi nomornya tidak tersambung.


"Huh!kemana si kutu ini membawa adiknya... bikin repot saja !"


"sudahlah ma... kenapa mama repot mencari parasit di rumah ini ma... sekarang kita bebas menguasai kekayaan Tuan Mahendra dan nyonya rahayu...."


Hana tidak menggubris perkataan Raisa di ulangnya berkali kali mencoba menghubungi Lupi.


Bisa kacau jika Lupi tidak pulang ke rumah perusahaan Kencana Group tidak bisa berfungsi jika tidak ada tanda tangan Lupi, belum lagi kepemilikan tanah dan rumah ini ... hah .. bikin kepalaku sakit saja anak itu


"Ma, kenapa sih mama kayak kehilangan gitu,tidaknya bersyukur Lupi dan Lusi pergi dari sini tanpa harus capek capek ngusir mereka ?"


"Raisa! bisa diam tidak kamu ! asal kamu tahu semua aset kekayaan tuan mahendra jatuh ke tangan Lupi dan Lusi adiknya,


Jika Lupi tidak menanda tangani surat kosong ini kita tidak bisa menikmati semuanya


Lalu dengan apa mama membayar cicilan mama setiap bulannya jika Lupi tidak menyetujui kerjasama dengan perusahaan besar lainnya.!"


"What! mama tidak bercanda kan ?"


Ternyata semuanya tergantung pada Lupi Tuan Mahendra tidak ada memberikan satu nama pada Hana atau Raisa aset yang di milikinya.


Jadi selama ini aku dan mama hanya menumpang di rumah ini, oh ..mama.... aku tidak mau jatuh miskin ma.....


"kamu pikirkan sendiri jika lupi tidak kembali ke rumah ini kita tidak bisa menikmati fasilitas yang ada di sini, "

__ADS_1


Hana berkata dengan datar misinya belum berhasil mengambil alih perusahaan milik orang tua Lupi.


"jika kamu masih ingin hidup boros bersiap siaplah kita di usir oleh Pihak BANK dari rumah ini."


Hana melanjutkan lagi kata katanya hah sial sekali rasanya hidup selama bertahun tahun di rumah megah ini.


Apa karna akting Hana dan Raisa masih kurang bagus, huh ! benar benar menguras isi otak Hana bisa bisa kembali ke tempat semula jika Lupi tidak kembali.


"Tapi ma,Raisa tidak mau hidup seperti dulu lagi, masa Raisa harus jadi penjaga toko lagi kan capek ma,....."


Tentu saja Hana tidak mau juga kembali ke tempat di mana dia menjadi penjaga warung makan di pinggir jalan lagi.


Otak kanan dan otak kiri di kerahkan Hana bekerja semaksimal mungkin berpikir mencari akal bagaimana cara mendapatkan tanda tangan Lupi tanpa harus membawa Lupi kembali.


Seperti sudah menemukan titik terang Hana tersenyum sendiri yes,! kini sudah tau caranya ini tidak boleh Raisa ketahui pasalnya wanita itu bermulut seribu.


Raisa mengibas tangannya di depan mata Hana


"Hus ! ngapain sih kamu ! seperti orang kesurupan ?" Hana kesal dengan tingkah Raisa


"Mama tuh yang sedang kesurupan senyum manyun sendiri, apa sih ma " Raisa mendongakkan wajahnya ke arah Hana


"eh itu mama lagi. .. hei! wajah kamu kenapa ?"Hana memperhatikan wajah Raisa yang memerah


"Gatal ma, tadi siang Raisa pake masker mama yang di kamar buat nutupin benjol di jidat aku ma"


Raisa terus menggaruk wajahnya


Ini gara gara kurir aneh awas kalau besok besok ketemu di jalan

__ADS_1


Hana keluar dari kamar membawa masker wajah miliknya.


"Yang ini kah yang kamu pake "Hana memperlihatkan wadah maskernya.


"Bukan ma,botolnya warna merah tua "


Raisa masih menggaruk pipinya


Yang mana sih...yang merah tua ...apa yang ini ..oke coba tanya dulu


"Rai, apa yang ini yang kamu maksud?"


Sebuah botol kecil berwarna merah tua di tangan mama Hana.


"ha'a iya itu ma....itu masker apa sih kok bikin panas dan gatal gini "


"Raisa! ini bukan masker sayang... tapi ini pemutih ket**k mama ha...ha....ha...."


Tawa Hana tergelak lepas lucu,tapi juga kasian lihat pipi Raisa,ya .. ada rasa jengkel anak SMA tidak bisa membaca terlebih dahulu.


"Apa! lalu wajahku gimana Ma....aku kan malu besok harus latihan di sekolah ketemu Alek ma..."Raisa menutup wajahnya yang semakin memerah.


"Mama sudah banyak keluar biaya sekolah kamu supaya kamu itu bisa membaca Raisa.."


Hana mendengus kesal dengan Putrinya.


"Mana sempat Raisa baca ma...! Raisa kan buru buru...." Raisa juga kesal dengan Mamanya.


"Sudah sini oles pake salep ini.." Hana memberikan benda kecil yang katanya bisa memberi efek dingin di wajah Raisa.

__ADS_1


__ADS_2