
Lupi kaget melihat Alek sudah duduk di bangku warung, Alek mengalami hal yang sama.
"Alek ?" Lupi menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Lupi,kamu mengapa bisa masuk ke rumah ini?kamu tidak tinggal di rumah kamu lagi? "
"sssstttt ! " Lupi meletakkan jari telunjuknya di mulutnya.
"Besok hari minggu kamu temui aku di taman kota,di sana aku akan cerita" Sudah tidak ada lagi yang bisa Lupi sembunyikan lagi dari Alek.
"Kenapa tidak sekarang? " Alek semakin bingung
"Antar aku ke jalan menuju pasar " Bukannya cerita Lupi malah minta di antar ke jalan menuju pasar
Ini cewek kok bikin penasaran saja ya
"Kamu mau apa ke sana Pi,? kamu mau belanja ?" Alek mengikuti langkah Lupi yang sudah menuju mobilnya.
"Mau ngantar atau tidak ! " tegas lupi.
"iya ! iya! tapi ikut aku ngambil belanjaan aku dulu ya,tadi aku tinggal gara gara ikutin kamu" Alek tersenyum memamerkan giginya yang putih.
"Siapa suruh jadi orang kepo !" Lupi ketus.
"Jadi orang jangan galak galak deh Pi,.... ntar gak ada yang naksir lho.... " Goda Alek
"Biarin, biar di taksir sama harimau saja sudah cukup!" Lupi masih ketus.
"Apa iya mau pacaran sama harimau hi hi hi" Alek terus saja menggoda.
"Sudahlah gak jadi naik mobil kamu,aku mau jalan kaki saja... " Lupi jadi sebal.
"Oke ! oke !.... gak jadi godain kamu.... ayo aku antar kamu tuan putri " Alek membuka pintu mobil untuk Lupi,setelah Lupi masuk barulah dirinya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Alek memutar mobilnya dan menyetir mobil dengan kecepatan yang pelan sekali.
Memperpanjang waktu perjalanan bersama Lupi.
"Lek, kenapa sih pelan benar seperti orang baru belajar saja " Lupi mengoceh
"Pi,apa sebenarnya yang terjadi?" Alek menatap penuh penekanan,
Lupi menarik napasnya dalam, di lihatnya jalanan yang ramai oleh kendaraan berlalu lalang.
"Aku tidak mau adikku terus menerus mengigau memanggil ayah di rumah itu " Mobil berhenti persis di depan supermarket.
"Aku mau ambil belanjaan ku tadi,dan jangan coba coba kabur dari sini " Alek keluar membuka pintu mobil,lalu menguncinya kembali takut Lupi menghilang lagi.
Dasar orang aneh ! lalu aku seperti tawanan saja hi hi hi...
Alek kembali dengan dua paper bag dia membuka lagi pintu mobilnya.
"Nih! buat kamu lanjutkan cerita yang tadi sambil ngemil " Alek menyerahkan satu paper bag pada Lupi dan satu botol air mineral.
Alek menurunkan Lupi di jalanan,otaknya bekerja keras mencari jawaban kenapa Lupi turun di jalan pasar.
"Dah,sekarang kamu pulang saja, besok kita ketemu lagi " Alek menurut saja setelah mobil Alek menjauh dari pandangan Lupi,dirinya mencari tempat aman untuk mengenakan pakaian khusus.
*
*
Alek yang penasaran dengan Lupi menyetir mobilnya setelah sedikit jauh Alek memutar lagi mobilnya.
Dari kejauhan Alek melihat seorang wanita sedang menyapu mengumpulkan sampah yang daun daun yang berserakan.
Di amati gerakan perempuan yang serius dengan pekerjaannya
__ADS_1
Apa itu Lupi ya, kalau iya kenapa dia melakukan ini? apa benar yang di katakan Jenita kalau Lupi sudah tidak punya harta benda kekayaan dari orang tuanya
"Kasihan Lupi ya,anak OrKay sekarang malah jadi OrMis ,"Ucap jenita saat itu yang sedang berada di kantin sekolah.
"Iya... aku juga sedih melihatnya,harus jualan kue tiap hari," Weni menimpali.
"He'e... tega gitu emaknya kagak ngasi dia uang,padahal harta ayah Lupi gak bakalan habis untuk pesta satu bulan,"Teman Lupi Aldi yang kemayu juga menimpali.
Alek mendekatkan mobilnya ke arah perempuan yang masih memungut sampah di sepanjang jalan lalu memasukkannya ke dalam keranjang bambu.
"Lupi " Alek mencoba menyebut nama lupi secara untung untung saja ternyata wanita tersebut menoleh ke arahnya.
"Alek! kamu tidak langsung pulang?" Lupi menghentikan aktivitasnya kaget ternyata Alek tidak benar benar pulang.
Alek menatap Lupi tajam,ditariknya tangan Lupi dengan kasar membawanya menuju pohon besar,Lupi merasa sakit di pergelangan tangannya , Alek melepas cengkraman tangannya .
"Kenapa kamu melakukan ini semua Lupi,katakan padaku " Ucapan Alek pelan tapi menekan.Sorot matanya tajam wajahnya memerah .
Lupi memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata Alek yang tajam seperti silet.
"Lek, tolong jangan usik kehidupanku Lek,aku melakukan ini atas kehendak ku sendiri" Suara Lupi bergetar matanya berkaca kaca.
Lupi yang tegar kini menjadi wanita cengeng di hadapan Alek.
"Tatap aku Lupi,aku tanya sekali lagi kenapa kamu melakukan semua ini,apa benar kamu sudah kehilangan semua harta warisan dari orang tua mu ," Alek membingkai wajah Lupi memaksa matanya menatap ke arahnya.
"Alek tolong jangan ganggu aku, sekarang aku sedang bekerja Lek,!" Lupi berkata sedikit berteriak. Alek melepas tangannya dari wajah Lupi rahangnya mengeras.
"Arrrrghh !" Alek berteriak menghempas kedua tangannya ke udara.Entah mengapa Alek merasa sangat terpukul melihat Lupi harus bekerja melawan terik matahari.
Di tatapnya Lupi sudah terisak tidak tega melihatnya menangis seperti itu, Alek mendekati Lupi dan memeluknya, tidak peduli dengan seragamnya dan seragam Lupi yang berbeda warna.
Lupi merasa nyaman berada di pelukan Alek,semenjak Ayahnya tidak ada dia tidak pernah merasakan pelukan sehangat itu lagi.
__ADS_1
Lupi yang merindukan sosok Ayahnya menenggelamkan wajahnya di dada Alek,
Dia terus terisak menumpahkan semua kesedihannya.