Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
15


__ADS_3

Alek sudah kehilangan akal mau tidak mau dia menyetujui persyaratan dari Lupi.


"Baiklah pulang sekolah kita langsung latihan aku tidak punya banyak waktu untuk bersantai ria " Lupi merasa senang Alek benar benar memborong semua kue yang di bawanya.


"ini kue apaan sih.... ih.... tidak ada bentuknya sama sekali ?" Raisa menjepit kue yang berbungkus daun pisang dengan kedua jarinya.


"Kampungan banget kamu sih Lupi,orang kaya mana doyan mencicipi kue kamu itu,ih.." Sahabat Raisa juga ikut ikutan menghina.


"Hei ! semua lihat deh kue ini buatan Lupi kalian mau beli rasanya pasti bikin muntah ha..ha...ha...." Raisa menggantung kue dan memanggil semua yang murid yang lewat.


"Hah! Lupi sejak kapan kamu jualan kue,apa uang ayahmu kurang sampai kamu jualan kue segala ?" Salah seorang murid keheranan.


Hah! sialan kenapa aku tidak berpikir sampai ke sini


Raisa menggerutu dirinya sendiri


Rasain kamu Rai sekarang kamu yang kena


Lupi tersenyum mengejek ke arah Raisa.


"Iya... akhir akhir ini Lupi selalu membawa kue aku pernah beli pas di kantin,rasanya enak lho..." yang lain juga menimpali.


"Kalau di tempat nenekku sering ada hajatan pasti ada kue yang seperti ini rasanya enak kok," Salah seorang mengambil kue dan langsung memakannya.


Alek terpana dengan pengakuan mereka yang pernah mencoba kue yang di Lupi.


Oh berarti cuma aku dan kawan kawan yang belum mencicipi kue ini,aku wajib coba masa iya aku sudah membayarnya tapi aku tidak memakannya.


Alek membuka satu bungkusan kue dan menggigitnya sedikit

__ADS_1


Hem lumayan aromanya juga wangi pandan


Satu,dua,tiga,empat bungkus sudah habis di makan oleh Alek,Gino dan jordan juga mengikuti yang Alek lakukan,hingga semua kue habis oleh mereka yang berada di situ.


Raisa semakin kesal saja rencana ingin membuat malu Lupi malahan mereka memberi pujian untuk Lupi.


Tunggu saja permainan dariku Lupi kamu akan menangis sepanjang hari


Raisa pergi meninggalkan mereka yang masih sibuk memuji Lupi, mereka yang melihat Raisa lewat mulai memperbincangkan Lupi yang berjualan.


"Eh,masa iya sih Lupi anak orang konglomerat bisa jualan kue di sekolah "


"iya,aneh juga sih,mana sekolah pake motor butut lagi "


"sepertinya Lupi bosan jadi orang kaya deh "


"Heh! kalian! berapa sih gaji kalian membicarakan orang,kalau gak punya duit bilang biar aku sumpal mulut kalian pake sepatu!" Mereka yang kebanyakan murid perempuan langsung menutup mulutnya dengan tangan.


"Udahlah Rai... gak usah di ladenin orang udik seperti mereka itu, paling lah mereka iri melihat kecantikan dan kekayaan kamu.." Sinta menenangkan Raisa yang sedang emosi.


Raisa pun pergi berlalu


"Huuuu ......!" Teriak murid yang lain serentak


Seperti yang di janjikan Lupi,pulang sekolah mereka langsung latihan.


Raisa semakin geram melihat Lupi yang memerankan putri tidur dengan baik.


Hingga di adegan pangeran yang akan mencium putri tidur

__ADS_1


"Heh Alek,awas kamu kalau benar benar mencium ku " Lupi mengancam Alek dengan menunjuk muka Alek.


"Lha terus gimana dong kalau tidak di cium,ceritanya kan pangeran mencium kening putri tidur ?" Alek menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Nanti tangan kamu tempelkan di mulut kamu dan tanganku akan tempelkan di keningku begini,gimana ?" Lupi menyeringai lucu.


"Sekalian aja kening mu di tutup pake kardus Pi, " Alek melengos


"Gak usah pake jual mahal gitu deh kamu Lupi,sok sokan gak mau di cium oleh Alek !" Raisa dongkol.


"kalau gitu kamu saja ya gantikan aku,nanti aku ganti kamu jadi dayang dayang " Lupi memandang Alek meminta persetujuan darinya.


"No ! tidak bisa seenaknya seperti itu,yang menentukan bukan aku,tapi Bu Risma," Suara Alek tegas.


"Du...du ..du....du...du....." Gino berdendang ria matanya di mainkan seperti penari kecak dari bali.


Gino memang suka jaim orangnya dia selalu berhasil membuat emosi Alek menjadi gagal karena ulahnya yang konyol.


Persahabatan Gino dan Alek terjalin sejak mereka masih SMP,kini mereka juga melanjutkan ke jenjang ke sekolah yang sama juga.


Kalau Alek hobi koleksi pacar lain lagi dengan Gino,satu orang cewek pun belum ada yang mampir sekedar mengisi hati kosongnya.


"Bagaimana kalau aku saja yang jadi putri tidur,Alek pasti ketagihan cium keningku " Gino merubah suaranya seperti perempuan,tangannya dan badannya sengaja meliuk gemulai.


"Iya bisa,Raisa yang jadi pangerannya .. bagai mana Rai ..?" Nah Jordan juga ikut ikutan bertingkah konyol.


"Cih! kalian berdua menjijikan! " Raisa menghentakkan kakinya jengkel.


"Aku imut lho Rai... iya kan Lupi ?" Gino memajukan wajahnya, Lupi mengulum senyumnya,ada tersendiri melihat gelagat Gino.

__ADS_1


__ADS_2