Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
30


__ADS_3

Nyaman,itulah yang di rasakan Lupi ketika memeluk ayah kandungnya yang tidak dia kenali sama sekali,


Rasa rindu akan ayahnya seketika terobati,


Ahen juga merasakan hal yang sama,rindu akan putrinya terobati.


"panggil aku ayah mulai sekarang,aku sangat senang kalau kalian berdua memanggilku dengan sebutan ayah..." Ahen membelai rambut kedua putrinya.


"Sungguh...?!" Lusi menengadah melihat menatap Ahen.


Sebuah anggukan serius dari Ahen membuat Lusi girang,


"Terima kasih ayah baruku...." Lusi masih memeluk Ahen.


Haru bercampur geli mendengar Lusi mengatakan Ahen ayah barunya,


"Kamu tidak ingin memanggilku ayah juga ?" Ahen menatap Lupi,


"Apakah aku punya ibu seperti ibu hana ?" Ahen tersentak begitu besar trauma putrinya pada sosok Hana.


"Tuan Ahen tidak punya orang yang bernama Hana Nona Muda" Untung saja Jefri cepat menjawab,Hampir saja Ahen mengatakan tidak,sudah pasti Lupi semakin curiga jika kata itu keluar dari bibirnya.


"Kami tidak mau punya Ibu seperti Hana Ayah baruku.." Lagi lagi Lusi membuat hati Ahen dan Jefri tergelitik.


"Ibu Hana itu siapa ?" Ratmi yang kepo.


Rio dan sekretaris Ahen juga punya pertanyaan yang sama dengan Ratmi,selama ini yang di ceritakan Tuannya cuma Lupi dan Lusi.


Apakah Nyonya Hana yang ada di perusahaan Kencana Group itu ada kaitannya dengan tuan Ahen ,


Gumam Rio.


"Nyonya Hana adalah Ibu sambung Nona muda dan nona kecil Buk," Jefri menjelaskan.


"Sepertinya saya pernah mendengar rumor tentang orang yang bernama Hana," Pak haji menimpali.


"Mungkin kesamaan nama saja Pak," ucap Ahen.


"Ya,mungkin nama yang sama ,"


Apa mungkin Hana yang mereka maksud adalah mantan istri dari Aryo saudaraku,jika benar berarti Neng Lupi dan Neng Lusi anak tuan Hendra yang kaya raya itu.


Batin Ratmi.


#


#


#


Tujuh tahun yang lalu Aryo datang pada Ratmi,mencari keberadaan istrinya.


"Mi,Ratmi... Hana ada ke sini...?"


"Tidak ada Kang Aryo... Mbak Hana tidak ada kesini sudah dua bulan ini" ucap Ratmi.

__ADS_1


"Mbak Hana mu tidak ada di rumah Mi,sama Raisa juga,kakang baru kemarin pulang ke rumah,kakang kira Hana ke sini" Aryo terduduk lesu,


"Memangnya mbak Hana tidak titip pesan dia kemana gitu,kakang sudah telepon Mbak Hana ?" Ratmi bertanya pada kakaknya,


"Mi,suamimu masih kerja?" Aryo memberikan alamat keberadaan suami Ratmi,


"Iya,dia masih kerja,tapi dia pulang seminggu sekali sekarang,sering lembur sampai malam kang" Jelas Ratmi


"Mi,minggu ini suamimu ada pulang?"Tanya Aryo,


Tidak mungkin aku salah lihat ,jelas sekali laki laki itu suami Ratmi yang keluar dari kamar hotel.


Aryo yang bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan cabang melihat pria bergandeng tangan dengan wanita keluar dari kamar hotel.


"Sudah dua minggu kang belum pulang,katanya masih ada rapat penting di luar kota," Ratmi polos


"Oh," Aryo singkat.


"Kenapa kang?apa kakang lihat suami Ratmi ?" Ratmi curiga.


"Kakang tidak yakin saja Mi,wajah orang banyak yang mirip " Ratmi mengerutkan keningnya,nada bicara Aryo mengundang banyak tanya di hati Ratmi.


"Kang Aryo ada lihat suami Ratmi masuk hotel? "Ratmi mengulang pertanyaannya.


"Kakang tidak lihat suami mu masuk hotel Mi,tapi ada lihat orang keluar dari hotel mirip suami mu,kamu kan tau sendiri hubungan kakang dengan suamimu tidak terlalu dekat,suami mu kan orangnya yang angkuh gitu..." Aryo ketus.


"Ehahhhh!" Ratmi mengeluarkan napas kasar.


"Coba kamu telpon saja suami mu Mi," Usul Aryo


Ratmi menelpon Suaminya berkali kali tidak bisa di hubungi,


"Kakang ikut ya Mi,siapa tau kantor tempat suamimu bekerja masih memerlukan tenaga kerja"Ucap Aryo


Keesokan harinya,Ratmi pergi menggunakan angkot menuju warung makan depan kantor suaminya bekerja,untuk sampai ke sana memerlukan tiga kali naik angkot,alasan suami Ratmi tidak mau berangkat dari rumah memang masuk akal.


Ratmi duduk sekedar memesan es teh saja,Aryo tidak ikut,karna harus menjaga warung kecil milik Ratmi serta menjaga anak Ratmi yang berusia sebelas tahun dan empat tahun.


"Ratmi,!" Seorang wanita terkejut melihat Ratmi ada di warung makan tersebut.


"Mbak Hana!" Ratmi juga tidak kalahnya.


"Mbak Hana kenapa di sini,kang Aryo cari Mbak Hana ke rumahku " Ratmi terkesan mengintimidasi.


"Aku sudah kerja di sini selama dua minggu,penghasilan Mas Aryo tidak mencukupi keperluanku, " Jelas Hana.


"Raisa ?" Ratmi menanyakan tentang keponakannya,


"Raisa sedang libur sekolah,sekarang dia tinggal bersama seorang pemilik toko bunga,sebentar lagi aku akan mengurus surat pindah Raisa,biar dia pulang sekolah bisa membantu menyusun bunga." Ucap Hana .


"Raisa masih kecil Mbak,apa mbak tidak kasian? " ucap Ratmi lagi


"Dari pada anakmu Mi,di manja terus,mau sampai kapan bisa membantu orang tua,kita hidup perlu uang untuk makan,untuk memenuhi kebutuhan kita yang lain,penghasilan kakakmu saja cuma pas buat makan," Hana ketus.


"Bersyukur saja Mbak kita masih bisa makan,masih banyak yang lebih susah dari kita" Ratmi menasehati

__ADS_1


"Istri itu bukan cuma buat makan,tapi perlu dandan juga,kalau tidak merias diri nantinya seperti kamu di duakan suami! paham kamu,dah lah,capek ngomong sama kamu,aku mau kerja" Hana berlalu meninggalkan Ratmi


Suamiku menduakan ku,apa benar yang di katakan kang Aryo


Ratmi menutup bibirnya yang bergetar,matanya menatap halaman kantor tempat suaminya bekerja.Sebuah pemandangan yang menyakitkan buat Ratmi.


Suaminya berjalan keluar bersama seorang wanita jauh lebih cantik dari Ratmi,kulitnya bersih terawat,rambutnya hitam berkilau, mereka masuk ke dalam mobil berkelas menengah,Ratmi mengepal tangannya geram.


"Kurang asem! begini yang dia bilang kerja banting tulang cari uang,yang ada banting tulang buang uang !" Ratmi murka.


Suami Ratmi adalah seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan,suami Ratmi pernah bilang nama pimpinan mereka adalah pak Hendra.


Selang beberapa menit seorang pria penampilan maskulin mengandeng tangan wanita berparas cantik jelita,mereka pasangan yang sangat serasi.


Kecantikan wanita tersebut bukanlah kecantikan yang di rekayasa,kecantikan yang berkesan natural,sang pria mengandeng tangan wanita dengan mesra.


Mereka berjalan menuju warung di mana Hana bekerja,Ratmi juga masih berada di sana.


Ratmi terlena memandang kecantikan wanita yang terus tersenyum bahagia bersama pria di sebelahnya.


"Mas,hari ini kita makan di sini saja ya,aku rindu dengan masakan ibuku," Ucap wanita cantik.


"Iya sayang,ayah juga sudah lama tidak makan di warung ini,menu menu di sini memang beda dari yang lainnya,berasa ada di rumah orang tuamu sayang" Ucap pria yang duduk membelakangi Ratmi.


Dari cara mereka bicara sepertinya mereka adalah pasangan suami istri.


Hana pun datang membawa pesanan pasangan sempurna tersebut.


"Emmm,kamu Hana kan?" Wanita cantik itu menyapa Hana,


"Iya...emang mbak siapa?" Hana menyipitkan matanya.


"Sama sahabat sendiri lupa,gimana sih..." Wanita cantik mencolek lengan Hana.


Hana berusaha untuk mengingat siapa wanita yang di sampingnya, belum bisa mengingat Hana melirik pria di samping hana.


"Kamu Ayu kan ?" Hana memekik girang


"Kenapa bisa lupa,?" tanya perempuan yang di sebut Hana Ayu.


"Aku baru bisa ingat setelah melihat Hendra,kalian sudah punya anak? jadi kalian berdua bekerja di kantor kencana group ?" Hana bertanya dengan tergesa gesa.


"Kami sudah punya anak dua orang Han,dua duanya perempuan yang kecil usianya tiga tahun,yang tua sebelas tahun." Ucap Ayu.


"Kamu sudah nikah juga Han,?"


"Sudah Yu,anakku satu orang sama dengan usia anakmu yang pertama dia juga perempuan " Balas Hana.


Ratmi masih betah duduk di meja belakang pria yang di sebut Hendra oleh Hana


Oh,berarti Hana teman wanita bidadari ini,Suamiku pernah bilang kalau pimpinan mereka namanya juga Hendra,apa Hendra yang ini ya orangnya.


Gumam Ratmi.


Ratmi diam diam membayar minuman es teh nya,dan keluar dari samping warung.

__ADS_1


Hana tidak tahu kepergian Ratmi,dia masih asyik bicara dengan Rahayu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2