
"Orang tua saya sudah tenang di surga bu Ratmi, "
ya Allah nak ... ternyata dugaan ibu benar kalian anak yatim,sesak sekali napas ibu nak
"Maaf kan ibu neng Lupi,ibu tidak berniat membuatmu sedih
Perasaan bersalah telah menyelinap di hati bu Ratmi raut wajahnya berubah menjadi sedih
Lupi tetaplah Lupi yang akan selalu tersenyum meskipun dirinya sedang menangis.
"Tidak apa apa Bu Ratmi... kita tidak pernah tahu tentang kelahiran,kematian dan juga jodoh,semua itu sudah di atur yang maha kuasa bu ..."
Andaikan ibu kandungku masih hidup mungkin usianya tidak jauh beda dari Bu Ratmi,andaikan bu ratmi seorang ibu sosialita pasti tidak kalah cantik dari mendiang ibu .. oh ... ibu.... maafkan anakmu telah membandingkan dirimu dengan orang yang baru saja aku kenal
"eh iya betul neng Lupi... oh iya neng, sebaiknya malam ini neng Lupi nginap tempat ibu saja... kalau neng lupi juga mau neng lupi bisa tinggal sama ibu di sini.."
"terima kasih bu Ratmi,saya tidak mau merepotkan Bu Ratmi apalagi saya membawa adik saya bu..."
Lupi menatap lusi yang masih tertidur pulas, sepertinya dia kelelahan.
Di belainya rambut lusi biasanya lusi tidak pernah tidur di siang hari.
Ibu hana telah membuat deretan tugas yang harus di kerjakan dirinya dan juga adiknya.
kita sudah keluar dari rumah yang berpenghuni mahluk mengerikan dek,tapi kakak masih sedih ...kakak juga bingung bagaimana kamu di sekolah nanti
"Ibu tidak merasa di repot kan neng,lagian ibu sendirian tinggal di rumah ini"
"Suami dan anak anak bu Ratmi kemana?"
Lupi mengerutkan keningnya,
"Suami ibu menikah lagi neng,anak anak ikut dengan bapaknya,mereka tidak mau ikut ibu yang hidup susah seperti ini "
Raut wajah bu Ratmi yang tadi ceria berubah menjadi sendu.
"maaf bu saya bu... "Lupi tidak meneruskan ucapannya bu Ratmi terlebih dulu telah memberinya senyuman yang mengatakan dirinya tidak apa apa.
Ternyata nasib kita sama bu ratmi,hanya jalan ceritanya saja yang berbeda,
__ADS_1
sepertinya bisa juga untuk sementara tinggal di sini dulu... kasian lusi sudah kecapean
"tidak apa apa neng,oh ya neng ini sudah sore,sebaiknya neng lupi bangunkan adiknya untuk mandi,
nanti malam kita ke rumah pak haji untuk buat laporan kalian berdua ada disini"
"iya bu.... bu ratmi baik sekali "
Terima kasih Tuhan telah mempertemukan aku dan lusi dengan orang sebaik bu ratmi.
***
Sementara di sebuah rumah mewah kekacauan terjadi tidak ada yang menghandle pekerjaan di rumah.
"Lupi.... lusi....!
huh! kemana mereka ini,mana lapar lagi... aduh.. gimana ini"
Raisa mondar mandir seperti hansip sedang ronda jika biasanya pulang sekolah langsung makan tapi tidak dengan hari ini.
["Ma.... aku lapar ma... di meja tidak ada makanan "]
["Lupi kemana.. kenapa dia tidak masak! berikan hp ini pada Lupi,biar mama yang bicara!"]
["Lupi tidak ada di rumah ma,tadi dia juga tidak ke sekolah,kamarnya juga kosong !"
Huh lapar banget deh . ... mana tidak pandai masak lagi... ah lupi kenapa pake minggat segala,...
["Beraninya anak itu kelayapan... ya sudahlah... nanti mama yang akan mengurus lupi dan adiknya itu,kamu pesan makanan online saja ya sayang..."]
Inilah yang aku suka dari mama selalu memanjakan ku, tuan putri Raisa nan cantik jelita, putri mama Hana pewaris harta kekayaan tuan Mahendra... ya la. ..la...la....
Bruk!
Raisa menabrak tiang utama saking asyiknya menari nari.
"Aduh!... ih...sakit ... "
Di raba kepalanya ada sedikit benjolan untungnya tidak ada yang melihat tingkah konyol Raisa.
__ADS_1
Ting! ting!
Bel rumah berbunyi
"Permisi.... paketan anda datang !"
Hah.... gimana ini... bikin malu saja ini jidat pake benjol segala,yup aku ada akal tempel pake masker mama saja.
Bergegas mencari barang yang di perlukan menutup benjolan di jidatnya.
"Selesai... sekarang tinggal bukakan pintu hehehe ... kamu pintar Raisa"
Klik!
"hah!... astaga ada setan!"
Raisa menjadi dongkol lantaran dirinya di katakan setan oleh kurir.
"Heh!ngomong sembarangan bilang aku setan! asal kamu tau ya aku cewek tercantik di sekolah Karya Bangsa,sekolah paling Top di sini?"
Sang kurir tersenyum geli
Orang kaya pocong muncul di siang hari bilangnya paling cantik hah! gak punya kaca apa di rumah
"maaf bu...saya ki..."
"Apa! ibu....emang aku ibumu! sini...!"
Tidak terima di panggil ibu Raisa mengambil paketannya secara kasar dan ingin berlalu pergi
"Eh.. Bu...eh kak... bayar dulu pesanannya.... "
Raisa menyerahkan uang masih dalam keadaan sebal.
Orang paling cantik sejagat raya di bilang pocong kesiangan. hah! wajahku ... ini masker apa beton semen.
Raisa terperanjat melihat wajahnya di cermin.
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1