Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
32


__ADS_3

Alek gelisah Nomor Lupi tidak bisa di hubungi lagi sejak terakhir Alek mengirim pesan padanya.


Alek mencari Lupi ke tempat dia biasa menyapu jalan menuju pasar,tidak ada di lihat wajah Lupi,Alek meneruskan pencarian ke pasar tradisional hingga ke taman kota,hasilnya juga nihil.


"Kemana sih Lupi,kenapa nomornya tidak bisa di hubungi lagi" Alek mulai cemas.


Di datangi kantor Dinas kebersihan menanyakan informasi tentang Lupi,bagian pengawas mengatakan Lupi ijin tidak bekerja hari ini.


"Kemana Lupi tidak biasanya dia seperti ini" Alek mengambil benda pipih di sakunya.


Tut... tut....


[Halo....]


[Halo Jen,Lupi sama kamu kah ?]


[Tidak,tadi pulang sekolah aku lihat dia numpang mobil,aku tidak tahu dia sama siapa] suara jenita di telepon.


[ya sudah Jen,aku tanya sama Weni dan Aldi dulu]


tut, panggilan di akhiri oleh Alek.


Alek meneruskan panggilan dengan semua teman Lupi,mereka semua mengatakan tidak ada melihat Lupi.


Lupi....kamu kemana sih..... jangan bikin aku cemas gini dong.....


Jangan jangan dia pulang ke tempat Raisa dan Ibunya.


Alek ragu menelpon Raisa,otaknya serasa sudah buntu tidak bisa menemukan info tentang Lupi.


Haa.... Aku hubungi Gino dulu,siapa tahu si paling jahil bisa membantu


Tut...tut....tut.... tut....


[Halo komandan, ] Suara Gino sengaja di beratkan.


[Gin,Kamu cari info tentang Lupi ya,aku tidak melihatnya dari tadi]


[Di telpon saja bos kuh, ] Gino menggoda Alek


[Sudah Gin,tidak bisa di hubungi]


[Lapor polisi saja Lek,]


[Gila kamu Gin!]


[Ok...ok...ok... Aku kepak kan sayap ku mencari Lupi pujaan hatimu ]


Tut...kini Gino yang mengakhiri panggilan.


Aku ke rumah Bu Ratmi saja,mungkin Lupi sedang sibuk


Alek berpikir positif saja,sepanjang perjalanan ke rumah Ratmi,Alek masih mencemaskan Lupi.


Tiba di rumah Ratmi,Alek tidak melihat motor Lupi,warung juga sepi,


Sudah sore begini tidak mungkin Lupi tidak di rumah,baiklah,aku tanya langsung sama Bu Ratmi,katanya tadi siang Lupi sama adiknya,tapi di mana


"Permisi....," Alek pelan.


Ratmi muncul dari dalam,

__ADS_1


"Buk,ada Lupi ?" Alek menoleh ke arah jalan mendengar suara motor Lupi datang,ternyata bukan Lupi yang membawa motor.


Dua orang pria menggunakan pakaian showroom yang satu membawa motor Lupi,dan yang satu lagi membuntuti dari belakang.


Motor Lupi kenapa,kenapa bisa di antar oleh orang showroom.


Belum ada yang bisa memecahkan teka teki di otak Alek,Lupi muncul dari dalam rumah dengan handuk melilit di kepala,tanda dia baru selesai mandi.


"Permisi,apa betul ini tempat tinggal Lupi Aluna ?" seorang karyawan showroom bertanya.


"Iya,saya sendiri," Lupi senyum.


"Kami ke sini mengantar motor yang tadi siang di titipkan tempat showroom kami,dan ini kuncinya beserta helmnya " Karyawan showroom memberikan pada Lupi.


Selesai mengucapkan terima kasih,Lupi meletakkan helmnya di atas rak dekat dengan jendela warung,tempat biasa Lupi meletakkannya.


Pegawai showroom pergi,Alek masih bengong ,


"Lek,kamu dari mana,kok bengong gitu ?" Lupi bertanya.


"Seharusnya aku yang bertanya,kamu kemana saja,di telpon berkali kali tidak bisa di hubungi,di cari ke jalan pasar sampai taman kota tidak ada,kamu kemana jak hari ini ?terus motor kamu kenapa di bawa orang showroom?" Sederet pertanyaan dari Alek


"Kenapa kamu cari aku sampai ke taman kota?tadi siang aku kan sudah bilang,kalau aku sama Lusi,tidak mungkin aku bawa Lusi di tempat panas," Lupi mengeringkan rambutnya dengan handuk,Ratmi beranjak pergi ke dapur,tidak mau ikut pembicaraan anak yang lagi muda.


"Ceritanya panjang Lek,Hp ku tadi lowbat,sekarang lagi di charger," terang Lupi.


Alek membulatkan mulutnya,


"Terus motor kamu kenapa bisa di antar orang showroom?motor kamu rusak lagi ?" Alek mengulang pertanyaan.


"Kamu kok nanyanya seperti Bu Ratmi saja sih?!,sudah di bilang ceritanya panjang,"Lupi manyun.


"Oh...berarti ceritanya 'panjang dan motor kamu bisa di showroom juga 'panjang,iihhh gemes deh" Alek mencubit pipi Lupi,dia benar benar mengemaskan Alek,


"Habis kamu manis banget kalau lagi manyun,untung ada adikmu di sini,kalau tidak sudah aku telan kamu he he he..." Goda Alek,Lupi menoleh ke samping wajahnya bersemu merah malu di goda Alek dan malu melihat adiknya entah sejak kapan berdiri dekat meja warung.


"Lek,sudah sore benar ini,sebaiknya kamu pulang,ini lingkungan 'bersih' dari kata kata dan pandangan mata Lek," Lupi berkata serius.


Alek memahami ucapan Lupi,dirinya pun menyadari tidak baik untuk Lupi bila dirinya berlama lama di warung.


"Maaf Lupi,aku hampir lupa waktu,aku mencemaskan mu hari ini,...ok sampai jumpa besok di sekolah," Lupi hanya mengangguk, Alek pun pulang ke rumahnya.


Mencemaskan ku


Lupi mengulang apa yang di katakan Alek barusan di dalam hati


Apa yang membuatnya cemas


Batin lupi lagi.


"Cie cie.... yang lagi atuh inta....hahaha ...." Lusi menggoda Lupi dengan ucapan yang di sengaja seperti anak kecil yang belum lancar bicara.


"Heh anak kecil,emang kamu tau orang jatuh cinta itu seperti apa ?" Lupi mandang Lusi dengan posisi badan membungkuk.


"Malu malu seperti kakak lah," Lusi berlari sebelum Lupi menggelitik perutnya,


"Awas kamu ya..." Goda Lupi pada Lusi.


Weeekkkk," Lusi menjulur lidahnya membalas godaan Lupi.


Selesai makan malam Lupi menyiapkan buku buku pelajaran yang akan di bawanya ke sekolah esok hari.

__ADS_1


Membuka satu persatu bukunya sekedar mengecek tugas sudah tuntas atau belum.


Merasa semuanya sudah beres,Lupi menyimpannya dalam tas.


Lupi mengambil Hp yang di charger dekat meja TV,di tekan tombol untuk menyala


Ting!


Ting!


Ting!


Notifikasi hp terus berbunyi,begitu banyak pesan masuk dari Alek,beberapa panggilan masuk tidak terjawab di aplikasi hijaunya.


[p]


[Lupi,kamu di mana sekarang]


[Lupi aku sekarang ada di jalan menuju pasar,aku tunggu di pohon besar ya ]


[Pi,]


[Lupi,balas dong....please.....]


Lupi menghela napasnya membaca sederet pesan dari Alek.


[Lupi,kamu di cari Alek,kamu kemana Saja Lupi]Aldi


[Tadi Alek juga ada telpon aku tanyain Lupi]Weni


[iya,aku juga di telpon Alek,tanyain Lupi]Jenita.


[Lupi ,japri kita dong.... kami juga cemas nih,]Jenita.


Beberapa chat group 'Rumpi teman' Lupi,


Lupi meniupkan napasnya dengan bibir bawah ke atas kening.


[Sorry teman teman 'rumpi' ku, udah bikin kalian panik,aku baik baik saja,tadi hp ku lowbat,]


Lupi mengirim pesan ke group 'Rumpi'


pesan terkirim, terlihat notifikasi Jenita sedang mengetik,


[Yeee Ci-Wa baru muncul,kemana aja sih kamu makkk....' ]Jenita


[Kalau aku cerita di sini jempol ku keriting Mak,]Lupi dengan emoji nyengir.


[Pake pesan suara saja Mak,]Jenita


[Lupiiii....] Weni dengan emoji kiss


[Ada apa bestienya akoh....] Lupi membalas emoji kiss


[Sepi tak ada kamu nimbrung di group,]Weni


Obrolan group mereka terus berlanjut sampai ke video call,Lupi hingga lupa waktu harus tidur.


"Lupi,sudah malam,besok sekolah," suara lembut Ratmi mengingatkan Lupi.


"iya Bu" Lupi mengakhiri Video call dengan temannya,mematikan hp lalu menarik selimut.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2