Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
33


__ADS_3

Pagi hari waktu menunjukkan pukul jam enam,Lupi sudah menggunakan seragam sekolah,Lupi pergi ke dapur mencari Ratmi.


"Bu,maaf bangunnya telat,tidak bisa bantu Bu Ratmi buat kue,"Lupi dengan perasaan bersalah,di bantunya Ratmi yang sedang menyusun kue ke dalam kertas mika.


Ratmi menatap Lupi senyumnya tidak di buat sangat teduh layaknya seorang ibu yang sudah melahirkannya.


"Hari ini sebenarnya libur bikin kuenya,tadi malam Bu RT SMS pagi ini minta di antar kan kue sekitar jam tujuh,Uangnya juga sudah terlanjur ibu terima kemarin lusa," Ratmi melepas plastik pembungkus tangannya,


"Kenapa tidak libur Bu,kenapa Bu Ratmi tidak bangunkan Lupi,bantu Bu Ratmi bikin kue pesanan Bu RT,?" Lupi juga melepas plastik dari tangannya.


"Ibu hari ini mau belanja Neng,sekalian nanti mau narik eh, cairkan apa tu namanya yang ini," Ratmi menunjukkan sebuah kertas cek uang yang di berikan oleh Jefri di hari kemarin.


"Oh...ini.... emang bu Ratmi bisa sendiri?" Lupi ragu.


"Nanti sama istrinya Pak Haji Neng,kalau sama pak hajinya nanti malah timbul fitnah he he he...." Lupi mengangguk tanda mengerti.


"Ya sudah Bu,Lupi berangkat dulu ya, " bersalaman dengan Ratmi. "Dek,kamu kakak apa nunggu pak Haji ," teriak Lupi.


"Sama pak Haji kak,itu dia sudah datang," berlari bersalaman dengan Ratmi dan Lupi.


Pit! pit ! klakson motor Pak haji menandakan dia dan Lusi duluan berangkat di balas lambaian tangan dari Lupi.


Lupi memasang helm di kepalanya dan melaju perlahan Mengikuti motor Pak Haji.


Lima belas menit kemudian Lupi sudah sampai,Dia memarkirkan motornya,


"Haiiii Lupiiiiiiii ! " Weni, Jenita kompak memanggil Lupi.


"Hai juga wen,Jen,.... " Lupi merangkul keduanya,mereka berjalan beriringan menuju kelas. Tampak senyum keceriaan menghiasi mereka bertiga.


"Stop!" Langkah Mereka tertahan,Raisa telah menghadang jalannya.


Lupi enggan meladeni keusilan Raisa,dia menarik tangan Jenita dan Weni mencari celah kosong untuk melewati Raisa.


"Hei,mau kemana sih cepat cepat,kitakan masih bisa ngobrol dulu, " Raisa merentangkan kedua tangannya,menghalau gerakan langkah mereka.


"Permisi Rai.... kami mau lewat," Lupi menjadi seperti murid lainnya tunduk pada Raisa.


Lebih baik begini saja dari pada meladeni kunti sekolah ini


Lupi masih berusaha menghindari kejahilan Raisa,


"Eh,itu ada Alek datang ! " Lupi segera menerobos di saat Raisa terkecoh dengan ucapannya, menarik tangan weni dan Jenita,mereka berlari sebelum Raisa mengejar mereka lagi.


"Lupiiii ! Awas kamu! berani kamu menipu ku " Raisa kesal.


"Huuuuuuuu! " Siswa yang lain berseru mengejek Raisa,

__ADS_1


"Kasian deh elo, tertipu ha..ha ..ha .."


Raisa menghentakkan kakinya kelantai berjalan ke kelas menyusul Lupi dan kawannya.


Lupi sudah duduk di bangku kelas bersama Jenita,Weni ada di kursi depan meja Lupi,mereka bertiga sedang asyik bercanda.


"Idih...tertawa kok gak ngajak ngajak " Aldi datang langsung duduk dekat Weni.


Ting ting! ting ting! Suara bel sekolah berbunyi tanda masuk,para siswa siswi berdatangan masuk ke kelas dan duduk di tempat masing masing.


Bu Risma guru SBK datang,Lupi sudah jengah dengan guru penggemar siswa berwajah ganteng tersebut.


"Selamat pagi anak anak, hari ini kita adakan pemilihan siswa siswi terbaik pemenang kategori pria dan wanita,semua siswa akan di seleksi untuk menampilkan drama yang sudah kita tentukan beberapa waktu yang lalu,jadi semua siswa akan memerankan tokoh utama secara bergantian" Risma memberikan pengarahan panjang lebar.


"Huuuuuuuu !" Siswa berteriak menyerukan Risma,


"Sudah capek capek latihan sesuai peran tokoh masing masing,sekarang malah di rubah mana seleksi lagi " seorang siswa protes.


"Ini permintaan langsung dari orang yang memberikan sponsor,siapa yang akan terpilih akan di berikan peluang menjadi pemain film,kalian tidak tertarik ?" Risma menerangkan lagi


"Wow.....! keren sekali ! ini peluang emas untuk ku ," Raisa bersemangat.


Akhirnya semua siswa mendapat giliran memerankan tokoh yang sudah di tentukan oleh tim sponsor,di bimbing oleh Risma selaku guru SBK dan wali kelas mereka.


Semua siswa sudah menjalankan seleksi pemilihan tinggal Risma yang menentukan siapa yang akan tampil di ajang pemilihan bakat sekolah.


Mereka adalah Gino dan Raisa memerankan Romy dan Juliet Alek dan Lupi memperagakan cerita 'putri tidur' Jenita dan Melani memerankan bawang putih dan bawang merah.


"Lomba akan di adakan tiga hari lagi,jadi kalian harus berlatih dengan sungguh sungguh" Risma tegas.


Gino berlari keluar kelas dan kembali lagi membawa dua kuntum bunga mawar segar.


"Terima kasih guruku yang baik hati,karena jasa mu saya bisa bersanding dengan pujaan hatiku Raisa,semoga Romeo dan juliet yang kami perankan bukan hanya rekayasa" Gino memegang setangkai mawar merah untuk Risma.


Risma menerima bunga dari Gino,


"Oh,kalian berdua pacaran,pantesan penghayatannya benar benar bagus, jadi Ibu tidak salah ya memasangkan kalian berdua " Risma menggoda Raisa.


"Tidak Bu" Raisa


"Iya bu" Gino


Raisa dan Gino serempak menjawab,Risma bergantian menatap keduanya,


"Lalu yang benar yang mana?Raisa atau Gino ?" Tanya Risma.


"Saya Buk,"

__ADS_1


Kembali keduanya menjawab dengan serempak.


"Mereka pasangan serasi Buk,lihat saja cara menjawab saja mereka kompak " Ucap Jordan.


"Betul buk," yang lain ikut ikutan.


Wajah Raisa semakin masam,ingin mundur dari kompetisi cita citanya menjadi artis sangat besar.


Gino mendekati Raisa memberikan setangkai mawar putih untuknya,


"Raisa terimalah bunga mawar putih ini dariku,seputih rasa cintaku padamu " Gino dengan posisi kaki sebelah berlutut dan yang sebelah di tekuk.


Raisa memalingkan wajahnya kesal,tangannya terkepal memukul mukul meja.


"Terima !terima! terima !" Siswa yang lain berseru.


"Kalau kamu tidak mau terima,aku tidak akan memainkan peranku dengan baik,dan kamu tidak bisa lolos seleksi menjadi artis sesuai cita cita mu " Gino membisikkan kata di telinga Raisa.


Tidak ada pilihan lain Rai,mau tidak mau kamu pasti menerimanya he he he... otakku cerdas juga rupanya


Gino


Tidak ada pilihan lain,Raisa mengambil mawar dari Gino, wajahnya cemberut benar benar mimpi buruk baginya yang akan mendukung mimpi indahnya menjadi artis.


Kamu benar benar menyebalkan Gino,demi mimpiku aku harus rela mengorbankan rasa marahku padamu.Andai ini cuma hiburan di sekolah aku akan menendang wajahmu sekuat mungkin,ih !benar benar sebal aku.


Raisa menahan amarahnya.


"Cieee..... Romy dan juliet di kelas "goda Salah seorang Siswa .


Lupi terus menyembunyikan senyumnya,betapa tidak,melihat wajah Raisa yang cemberut sangat lucu di mata Lupi.


Aku harus bagaimana Ya Rai, prihatin aku dengan ketidakberdayaan mu,tapi aku tidak bisa mencegah hatiku tertawa lucu dengan ulah Gino.


Lupi masih menahan tawanya supaya tidak keluar dari mulutnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


~**Hai pembaca setia Derita Gadis Pewaris


~jangan lupa Like dan komen ya,


Beri semangat untuk author ya reader


~Jangan lupa tambahkan ke favorit baca reader semua,Kasi vote juga ya ...


~Terima kasih Sahabatku 🥰🥰🥰🥰🥰**

__ADS_1


__ADS_2