
Hana melepaskan ciumannya di bibir Jeffri,dengan wajah bersemu merah Jeffri memperbaiki bajunya yang sudah terbuka lebar oleh Hana.
Haahhhh, ! Untung saja Raisa cepat datang,Sial! Kenapa aku bisa mengatakan rahasia membuka kotak surat surat penting di dalamnya.Aku harus cari cara untuk menyelamatkan isi kotak itu.
Jeffri meninggalkan kamar Hana,wajahnya tertunduk malu melewati Raisa yang menutup mulut dengan tangannya.
"Raisa! bisa tidak kalau masuk ke kamar ketuk pintu dahulu ! " Hana memaki Raisa,dirinya juga menjadi malu, aksinya di lihat oleh putrinya sendiri.
"Tadi aku sudah ketuk pintu berkali kali,bahkan aku sudah panggil mama juga,aku kira ada sesuatu yang terjadi di sini makanya aku buka pintunya" Raisa menelisik seluruh ruangan kamar Hana.
Berarti Om Jeffri simpanan mama sekarang,pantesan dia pindah dari kantor terus sekarang tinggal serumah di sini.
Raisa bergumam
"Apa lagi yang kamu lihat! sekarang pergi dari kamar ini !" Hana menutup salahnya dengan memaki Raisa.
Raisa pun berjalan menuruni anak tangga,
"Hais ! Sial! kenapa kamu tidak mengunci pintunya Jeffri !" Hana menggerutu sendiri.
Sementara Jeffri menyiram wajahnya dengan air,menenangkan kembali juniornya yang sudah meronta ingin keluar mencari lubang untuk bersemedi.
Setelah merasa normal Jeffri keluar dari kamar mandi merebahkan badannya di kasur.
"Om jefri !" Raisa tegas.
Jeffri mengangkat wajahnya,dirinya menjadi salah tingkah,putri nyonya besar yang hampir menelanjanginya datang secara tiba tiba.
Agh pasti nona Raisa ingin minta penjelasan film pendek tadi,pura pura kesurupan sajalah biar dia tidak berani bertanya lagi.
"Siapa kamu ! apa mau kamu ! arrggghhhhhi" Jeffri menyeringai suaranya di besarkan seperti suara godam.
Raisa bergidik ngeri melihat Jeffri berubah menyeramkan,
"Mamaaaaaa! " Teriak Raisa berlari ke kamarnya menutup seluruh badannya dengan selimut.
Sementara Jeffri tertawa kecil melihat wajah Raisa yang menjadi ketakutan
Rasain kamu Raisa! makanya jangan suka ikut campur urusan orang tua, hi hi hi....
Jefri cekikikan geli membayangkan bagaimana Raisa masih dalam suasana ketakutan.
Setelah merasa aman Jefri kembali duduk
Dia mengambil hpnya,dan mengirim pesan pada seseorang.
(Maaf tuan,saya telah membocorkan rahasia kotak surat penting pada Nyonya Hana,saya di jebak di kamarnya Tuan,saya siap menerima hukuman dari Tuan,bahkan saya siap untuk pergi dari rumah megah dan berhenti bekerja di perusahaan Tuan )
Pesan terkirim.
__ADS_1
Hp Jeffri menyala ada panggilan masuk dengan sebuah nama berkode MR.LL.
Jantung Jefri berdetak kencang dia menarik napasnya dalam dalam, dia sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya.
[Ya Tuan,saya mohon maaf tuan! saya sudah siap dengan hukuman apapun ] Jeffri tegas.
[Kamu tidak perlu pergi,isi kotak tersebut sudah saya amankan,kamu ikuti saja permainannya, hmmm,jika kamu ingin bermain kuda dengannya silahkan saja Jeff,yang penting kamu harus ingat tugas utama kamu ! ]Suara seorang pria di balik telepon.
[Siap Tuan ] Jeffri mematikan hpnya,
Perasaannya menjadi lega,ternyata dirinya masih di beri kesempatan untuk mengabdi.
Lain kali aku harus ektra hati hati dengan induk buaya betina yang siap menerkam ku kapan saja
Jefri bergumam.
Di kamar Raisa,dia mengintip dari balik selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya sampai ke kepala.
Di bukanya perlahan selimut yang menutupi kepalanya,bola matanya bergerak ke kiri dan ke kanan.Takut jika Jeffri mengikutinya.
Hiiiiii..... menyeramkan sekali Om Jeffri,jangan jangan mama akan di jadikan tumbal oleh Om Jeffri.Aku harus bilang ini sama mama... tapi ... bagaimana caranya,mama bukan orang yang gampang percaya.
Raisa kembali bergidik ngeri,bulu tengkuknya berdiri.
Prang! Raisa terperanjat dia kembali menutup kepalanya dengan selimut.
"Non! non Raisa! non! ada teman non di depan " Seorang ART mengetuk pintu kamar Raisa.
"Hahhhh, iya bik," Raisa berteriak dari balik selimut,Perlahan kepalanya muncul di lihatnya seluruh ruangan kamar,.
"Ah,ternyata kamu yang bikin aku ketakutan ," Raisa meraih botol minuman kaleng yang sudah kosong di atas meja riasnya,
Raisa lupa membuangnya ke tempat sampah,kaleng tersebut jatuh terkena hembusan angin dari AC kamar Raisa yang di nyalakan full.
Raisa membuang kaleng kosong ke tempat sampah,diapun keluar dari kamarnya,melihat siapa yang datang.
"Hai Raisa....lama banget sih,di telepon gak di angkat " Melani mengomeli Raisa
"Haaa! emang kamu ada telpon tadi,? " Raisa meraih hpnya yang di dalam saku celana.
Ada panggilan tak terjawab sebanyak enam kali dari melani.
Raisa menepuk jidatnya,ternyata saking takutnya dia tidak merasakan getaran hp di saku celana,apalagi mendengarnya.
"Ayo ke kamar aku saja,di sana nanti aku cerita,di sini aku takut kamu juga kesurupan " Raisa menarik tangan Melani.
Melani heran dengan kelakuan Raisa,tidak biasanya dia seperti itu.
" Cepat Mel! nanti godam ikut masuk !" Raisa menarik kuat tangan Melani dan mengunci pintu kamar dengan cepat.
__ADS_1
"Ada apa sih Rai,kamu seperti orang habis melihat setan gitu ?" Melani masih heran.
"Di rumahku memang ada setannya Mel," Raisa sedikit berbisik.
Melani menganga, di tutup mulutnya dengan tangannya.
"Serius kamu Rai...!" Melani sangsi
"Serius Mel," Raisa pun menceritakan semua kejadian yang di lihatnya mulai dari adegan di kamar Hana.
"Hiiiiii ! Seram Rai... aku mau cepat pulang sajalah takut ada godam lagi " Melani terduduk kembali tangannya di tarik Raisa.
"Jangan pulang dong Mel... nginap sini saja ya.... please deh....!" Raisa memelas.
Besok aku traktir kamu sampai satu bulan full,gimana " Raisa memberi penawaran.
Melani menyentuh pelipisnya berpikir sejenak.
Demi makan gratis aku sanggupi sajalah,lumayan uang jajanku di tabung buat beli baju baru
"Ok deh ...janji ya ..kamu traktir aku satu bulan full," Melani mengacungkan kelingkingnya.
"janji" Raisa membalas menautkan kelingkingnya ke kelingking Melani.
"Mel,antar aku ke kamar mandi ya...." Melani seketika ingin tertawa melihat tingkah Raisa yang masih di liput rasa takut.
"Apa iya aku harus ikut kamu juga kalau kamu pup atau yang lainnya, "Melani terkekeh.
"Ya...kamu kan bisa menghadap belakang Mel,jangan liatin aku " Raisa cemberut.
"Sama aja Rai ... udahlah aku tunggu kamu di depan pintu kamar mandi saja ya...."ujar Melani.
"Ya udahlah.... tapi pintunya di buka dikit ya Mel," kata Raisa lagi.
Melani mengikuti apa yang di minta oleh Raisa,di geleng kan kepalanya.
Jadi penasaran deh sama Godam,sampai sampai Raisa tidak berani ke kamar mandi,ihh gak mau ah bayangin godam seperti apa,cukup Raisa saja yang melihatnya.
Raisa keluar dari kamar mandi dia mengelap wajah dan tangannya dengan handuk.
Trankkk!
"Haaaaaaa! " Melani dan Raisa sama sama memekik.
"Apa sih tadi Rai? apa itu Godam ?" Tanya Melani dengan suara gemetar.
Keduanya menelisik seisi kamar,ternyata gantungan kunci mobil jatuh terkena sabetan handuk Raisa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1