Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
09


__ADS_3

Akhirnya bel pulang berbunyi, Lupi segera ke kantin sekolah melihat kue yang di titipkan saat pagi hari


Hanya laku separuh saja masih banyak tersisa, wajah sedih Lupi terlihat begitu jelas.


Angan angan ingin membantu Bu Ratmi tidak semudah membalikkan telapak tangan.


Lupi mengambil uang hasil penitipan dan juga mengambil sisa kue,langkahnya gontai.


Air matanya perlahan mengalir dari pelupuk matanya.


"Lupi...." suara lengkingan jenita membuyarkan lamunan kesedihan Lupi, di seka dengan cepat air matanya,


"Hai jen,kok belum pulang ?" Jenita yang bicaranya seperti ayam berkokok berisik dan beruntun, tapi dia sangat baik.


"aku nungguin kamulah, eh Lupi kenapa kamu tidak mau satu kelompok dengan kami, padahal kita masukin kamu ke kelompok lho,... iya kan Al....?" Jenita menoleh ke arah Aldi yang menggunakan kacamata tebal,tiap hari selalu di buli oleh anak anak basket.


aduh jen,bisa gak sih kalau ngomong itu tidak seperti orang habis di kejar setan


"ha'a iya ... ih kamu tega deh Lupi " Aldi mencolek lengan Lupi dengan gaya kemayu.


"Hah...masa iya jen, kenapa kamu tidak bilang di kelas tadi,,, aku kan bisa bilang sudah ikut kelompok kamu... aduh jen.... " Lupi menepuk jidatnya.


"Kemarin kami nyariin kamu Lupi, di hubungi kamu juga tidak bisa, kami tanyakan sama Raisa katanya kamu tidur di rumah dan malas pergi ke sekolah" Weni ikut menjelaskan dengan Lupi.


Dasar manusia bermuka rekayasa kamu Raisa,


"Sebenarnya kamu kemana sih Pi....?" tanya Aldi

__ADS_1


"Maaf teman teman saat ini aku tidak bisa cerita, aku harus cepat pulang " Lupi hendak berlalu pergi


"heh,tunggu dulu ..ini kamu bawa apa Lupi,kamu borong kue yang yang kantin tadi ya.... yang bungkus daun pisang itu apa Lupi... aku baru lihat deh,"


Huh jenita kalau bertanya tidak cukup satu....


Lupi membuka wadah kuenya


"Yang bungkus daun pisang ini namanya mendut,di dalamnya ada isian kelapa sangrai dan gula merah,ini kue tradisional asli indonesia" Weni,Jenita be oh iya saja mendengar penjelasan Lupi,


Sementara Aldi mengambil dan mencicipinya.


"Wow!" mata Aldi terbelalak saat menggigit satu buah mendut.


"ada apa Al, Lupi makanan ini beracun buang saja... lihat mata Aldi !" jenita hendak merampas semua jajanan kue di tangan Lupi.


Lupi menjadi tegang andai saja benar kue jajanannya beracun pasti sudah banyak yang kena,


"Al ! kamu tidak apa apakan !?" Lupi panik


"amazing ! kenapa aku baru tahu kue ini punya sensasi rasa yang berbeda, kalian berdua wajib coba deh.... serius " Aldi mengangkat dua jari telunjuk dan jari tengahnya


"Hah ... aldi bikin orang panik saja " Lupi mengelus dada lega


Weni dan jenita juga mencobanya


"Hah.... ini makanan pasti rumit buatnya aku tidak pernah menemukan jajanan seperti ini,bagi aku dong Lupi,aku ganti deh uangnya "

__ADS_1


Jenita tidak tahu jika Lupi penjualnya, yang mereka pikirkan Lupi telah memborong semua jajanan di kantin yang berbentuk aneh menurut mereka.


"Beneran kamu mau mengganti uangku?" Lupi menyodorkan lagi satu kue berwarna hijau bulat di lumuri kelapa parut.


"sekarang kalian coba yang ini,rasanya tidak kalah dengan yang tadi.." Weni mengambilnya


" ini apa lagi Lupi ?" jenita juga menatap tanda tanya


"Ini namanya klepon,yang ini juga terbuat dari ketan isi di dalamnya gula merah yang lumer"


Aldi adalah orang pertama yang mencicipinya.


"hek! " lagi lagi aldi membuat mereka panik lantaran klepon masih berada di dalam mulut matanya semakin melebar


"Aldi ! aldi ! kamu kenapa sih " Jenita berteriak


"air.... air... aku perlu air..." suara aldi tidak terlalu jelas karena mulutnya penuh di isi klepon.


Aldi menegak air minum dengan cepat,lalu mengelus dadanya ...


"Lemes aku Bestie " Aldi terduduk semuanya panik


"Di ! kamu kenapa sih gara gara klepon ini ya ?" jenita selalu saja resek.


"iya.... rasanya sangat nikmat sensasinya sangat mengejutkan " Aldi terkekeh berhasil membuat temannya panik,


"Aldiiiii ! " Jenita,weni dan Lupi serentak memukul geram badan Aldi

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2