Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
42


__ADS_3

Drama haha huhu sudah selesai kini di lanjutkan dengan haha hihi oleh Hana,seperti iklan di TV Hana menceritakan putrinya Raisa.


Bicara panjang lebar tanpa jeda,tanpa ada rasa bosan,Mutia menyimak saja apa yang di ucapkan Hana hingga dia merasa puas wara wiri.


"Anak mu memang hebat ya Han,pasti bangga punya anak seperti Raisa " Hana tersedak liurnya sendiri mendengar perkataan Mutia,kalimat yang sangat menohok,menuai sindiran dari Mutia.


Huh sial orang ini nyindir kah nyinyir nih


Hana melebar senyumnya berpura pura tanpa ada terjadi sesuatu di balik suksesnya Raisa.


"Pastinya Jeng Muti,padahal saya tidak memberi nilai A Raisa,tapi ternyata juri yang lain malah memberinya A," Hana tersenyum di paksa menutup suasana hatinya yang sedang tersindir.


"Mama....." Raisa muncul dan langsung memeluk Hana,


"Eh tante Mutia,dengan siapa sini tan ?" Raisa melihat ke kiri ke kanan apakah Alek ikut bersama Mutia.


"Tante sama sopir tante saja,sudah selesai foto judul filmnya," Mutia tetap tersenyum ramah bertanya pada Raisa.


"Foto? " Raisa mengerutkan keningnya.


Memandang Hana tapi sayangnya Raisa tidak mengerti sama sekali kode yang di berikan Hana.


"Saya ti..." Kalimat Raisa terpenggal.


"Oh jadi hari ini fotonya tidak lanjutkan,kenapa ?" Hana mengedipkan mata pada Raisa.


Masih belum paham dengan kode mama kamu harus mama kirim ke kursus bahasa kode


Hana sudah mulai panik,takut Raisa benar benar tidak mengerti.


Aku harus jawab bagaimana mamaku garang mamaku sayang


Raisa bingung menyusun kalimat demi kalimat yang akan dia ucapkan,dia sendiri tidak tahu judul sandiwara yang mamanya mainkan saat ini.


"Halo,... ya....oh iya sebentar ya....,ma aku jawab panggilan telepon dulu ya,. maaf tante saya permisi " Raisa berpura pura sedang mengangkat sambungan telepon yang tidak berdering.


Setidaknya ini upaya penyelamatan diri dari bahaya sang mama mama


Raisa melangkah sambil berpura pura berbicara dengan seseorang di telepon,ketika. sampai di halaman rumah,Raisa berjalan dari samping menuju pintu belakang.


Sementara Hana dan Mutia masih melanjutkan obrolannya,di selingi tawa ringan.

__ADS_1


"Sudah lama saya di sini,tidak terasa waktu bergulir cepat,saya permisi dulu ya Han," Mutia bangkit dari tempat duduknya.


Hana dan Mutia berjalan beriringan sampai teras rumah,Hana melambaikan tangan pada Mutia,setelah mobil keluar dari halaman rumah,Hana masuk kembali.


"Kemana si Raisa,mobilnya masih ada,hm...aku tahu..." Hana berlari menaiki tangga.


Tok! tok! tok!


Hana mengetuk pintu kamar Raisa.


"Rai,mama tau kamu ada di dalam,buka!" Hana memanggil Raisa dengan suara yang keras.


Pintu di buka perlahan,Raisa mengusap matanya.


"ada apa ma," Raisa bicara dengan pintu sedikit terbuka.


Hana langsung mendorong Raisa pelan supaya memberi jalan untuknya masuk.


"sini kamu !" Hana melihat Raisa dengan tatapan marah.


"Mama kalau mau marah jangan di sini ma,ini kamar Raisa," Hana semakin kesal saja dengan Raisa yang terang terangan mengusirnya dari kamar.


"Oh ..jadi kamu sudah berani mengusir mama,belum saja jadi artis gaya mu sudah seribu " Hana mengacak pinggangnya.


"Baca Ma,tapi tadi mama pakai bahasa isyarat aku kan gak ngerti ma " Raisa melakukan pembelaan.


"Kalau kamu baca mestinya kamu tidak perlu lagi menjadi gagap,jadi tadi kamu tidak mendatangi orang yang sudah menanda tangani kontrak film untuk Lupi?" Hana memicingkan matanya.


"Filmnya batal Ma,lalu aku harus bagaimana ? apa aku harus mengemis pada Lupi ?"Raisa menghempas badannya di atas kasur empuk.


"apa !batal! bagaimana bisa! " Hana bukan cuma kaget tapi juga frustasi,Bagaimana caranya dia menjelaskan pada Mutia,sungguh sangat memalukan terutama Hana yang sudah mengatakan Raisa sudah resmi menjadi artis.


"Mereka bilang sulit cari wajah yang cocok seperti Lupi Ma,apa aku tidak cantik Ma,"


Hana membelai rambut Raisa.


"Kamu jauh lebih cantik dari Lupi sayang,Lupi itu tidak ada apa apanya di banding kamu..."Hana geram mendengar pernyataan Raisa jika dia di tolak oleh produser film.


Lupi kamu benar benar telah menjatuhkan harga diri anak ku,aku pastikan kamu harus membayarnya dua kali lipat.


"Ma,tolong aku ma," Rengek Raisa

__ADS_1


"Itu adalah kebodohan mu Raisa,kenapa kamu mau menerima menjadi pemenang tunggal saat itu,semestinya kamu sadar,harga diri kamu sudah jatuh saat itu,kenapa kamu menjadi manusia paling bodoh begini Raisa" Suara Hana bergetar mengingat di saat Lupi mundur menjadi seorang pemenang.


Raisa duduk memangku bantal wajah kesalnya tidak bisa di sembunyikan.


"Bukankah mama juga senang kalau Lupi mundur menjadi pemenang pertama saat itu,?"


"Senang dari mananya Raisa ! tahu kah kamu kalau mama merasa sangat malu saat itu !tahukah kamu posisi kamu saat itu tidak jauh dari pengemis jalanan," Hana bicara seperti harimau ingin menerkam mangsanya.


"Tidak kah kamu lihat berita di televisi yang sedang viral saat ini,nyalakan tv kamu," Perintah Hana,Raisa mengambil remote menyalakan televisi.


"Ma,bagaimana ini ma,aku malu ma pergi ke sekolah" Raisa masih merengek dengan mamanya.


"Besok kamu kembalikan ke sekolah semua yang kamu terima dari tangan Lupi saat itu,minta bantuan temanmu untuk merekamnya"


"Tidak mau ma,aku tidak mau kembalikan semuanya ke sekolah" Raisa menolak keinginan mamanya.


"Raisa dengar mama,jika kamu mengikuti ide mama otomatis nama kamu akan bersih dari gosip,mama akan meminta bantuan pada pimpinan dari cabang dunia entertainment perusahaan ini" Raisa menjadi senang mendengar ide mamanya.


"Jika ada cara mudah kenapa mama suruh aku tempuh cara sulit ma..." Raisa merasa sudah di kerjain oleh mamanya.


"Mama hanya ingin katakan pada dunia jika kamu adalah yang terbaik bukan yang terbalik" Hana meninggalkan kamar Raisa tanpa menutup pintu kembali.


"Mama kok aneh ya,uang banyak tapi anaknya harus pakai cara sulit jadi artis,padahal perusahaan yang mama pegang banyak sekali cabangnya" Raisa bergumam sendiri.


Di kediaman Ratmi Lupi sedang berbaring di kamar yang sudah di renovasi oleh Ratmi,kini dirinya sudah tidur terpisah dari Lusi.


Ruangan kamar yang sempit tapi rapi,kipas angin besar dengan remote control berada di dinding kamar Lupi.


Semenjak dirinya mengenal orang yang mengaku bernama Ahen,hidup Lupi kini seperti sudah kembali walau belum sepenuhnya.


"Ayah Ahen,kenapa aku tiba tiba rindu dengan sosok ayah Ahen,apa karna suaranya yang mirip dengan ayah ku " Lupi memejamkan matanya,mencari sosok ayahnya berada pada sosok Ahen.


\=\=\=\=\=\=\=


**Hai pembaca setia Derita Gadis Pewaris


~jangan lupa Like dan komen ya,


Biar author lebih semangat lagi


~Jangan lupa tambahkan ke favorit reader semua,Kasi vote juga ya ...

__ADS_1


~Terima kasih Sahabatku 🥰🥰🥰🥰🥰**


__ADS_2