
Ting ting! ting ting! hp Mahendra berdering,panggilan masuk dari Hana.
Halo selamat pagi nyonya Hana,/
kapan acaranya nyonya,/
oh iya saya akan hadir besok di acara/ pemilihan siswa berbakat./
Terima kasih nyonya suatu kehormatan/ bagi saya bisa hadir di sana./
selamat pagi nyonya./
Tut sambungan telepon berakhir,
Apa ini yang di namakan peluang emas,atau Hana punya rencana lain besok
"Rio,hubungi Jefri,apakah dia mengetahui Hana telah mengundang saya datang besok pagi ke sekolah sebagai pengganti dewan juri yang sedang sakit"
Mahendra merasa ada yang ganjil dengan undangan secara lisan dari Hana.
Menunggu Rio menelpon Jefri,Mahendra alias Ahen berdiri dekat kaca yang menghadap kantor Kencana Group, bangunan gedung yang sangat megah,orang orang yang berlalu lalang di sana adalah mereka yang mempunyai jabatan sebagai pemimpin di cabang cabang perusahaan milik Kencana Group.
Keberhasilan dari sanalah yang saat itu bisa mendanai sebuah perusahaan besar yang saat ini sedang berkembang pesat di sebuah kota A.
Mahendra yang sudah merencanakan dua buah perusahaan besar untuk kedua putrinya,ternyata rencananya tidak mulus seperti keinginannya,
Kencana group telah di kuasai oleh Hana.
"Jefri masih menyelidikinya tuan,nyonya Hana tidak berdiskusi dengan Jefri soal ini" Setelah berbincang dengan Jefri melalui telepon Rio segera menyampaikan berita terbaru dengan Mahendra.
"Saran saya,besok tuan datang saja,berilah nilai yang tinggi untuk Raisa,dan buatlah Raisa bisa langsung di terima di dunia entertainment,dan untuk Nona Lupi,berilah dia nilai di bawah tingkat Nona Raisa,dengan begitu Raisa akan sibuk dengan dunia barunya tanpa ada waktu untuk menganggu Nona Lupi." Mahendra mangut, ide dari Rio memang masuk akal.
"Sepertinya ide mu bagus juga Rio,Hana pasti senang anaknya yang mendapat juara top pemilihan ," Mahendra bangkit berdiri menepuk pundak Rio.
"Informasi yang saya peroleh dari Jefri,acara tersebut di sponsori oleh Kencana Group supaya Raisa ingin menjadi artis papan atas" Imbuh Rio lagi.
"Baiklah,aku akan mewujudkan mimpi Raisa,supaya dia sibuk dengan dunianya sendiri,persiapkan semuanya untuk besok" Rio mengangguk.
Keesokan harinya,Raisa sudah menggunakan kostum terbaiknya dia benar benar antusias dengan di selenggarakan acara pemilihan bakat di sekolahnya.
Raisa sedang di rias oleh MUA termahal yang di panggil oleh mamanya.
Lupi dan Alek juga sudah mengenakan kostum sesuai dengan peran mereka,Wajah Lupi hanya di poles sedikit saja dengan make up alakadarnya.
Wajahnya tampak cantik natural.
Tidak ada yang bisa menandingi kecantikan ku saat ini,lihatlah si Lupi,seperti kucing pulang mandi ha....ha...ha
Raisa mentertawakan penampilan Lupi dalam hatinya.
"Wow! juliet ku,sungguh aku terpesona dengan wajahmu, kau bagaikan bidadari tanpa sayap" Gino datang dari ruang ganti khusus murid laki laki.
__ADS_1
Raisa enggan menatap Gino,mendengar suaranya saja sudah kesal.
"Rai... kenapa akting mu begitu buruk hari ini,kalau kamu gagal jadi artis jangan salah kan aku ya " Gino meledek Raisa,
"Oh Romeo,maafkan aku cuaca hari ini sangat panas hingga mampu merubah mood ku hari ini" Raisa merubah raut wajahnya,berakting sebaik mungkin demi cita citanya.
"Nah...begitu dong,coba lihat Lupi dan Alek,mereka tidak kaku," Raisa cemburu melihat kebersamaan Lupi dan Alek,mereka sesekali tersenyum indah memperagakan lakonnya.
Kenapa bukan aku yang di pasangkan dengan Alek,aku cemburu hiks.... eh tapi Gino pake kostum Romeo tampan juga, hehe... tapi dia menyebalkan
Gumam Raisa.
Tibalah saatnya acara di mulai semua murid memerankan lakonnya dengan baik,terlihat Hana sangat bahagia melihat putrinya tampil mempesona.
Aku yakin setelah melihat putriku seperti ini Ahen akan melupakan Lupi yang tampil sangat buluk.
Hana.
Kecantikan ibumu benar benar menurun pada mu Nak, aku seperti melihat Ibu mu kembali.
Mata Mahendra berkaca terharu melihat putrinya semakin mirip dengan wajah ibunya.
Di pentas seni Raisa berusaha semaksimal mungkin memerankan lakonnya sebagai juliet,tidak ada drama bersilat lidah dengan Gino,di hatinya memang kesal.Gino telah telah mengambil kesempatan memegang tangan Raisa erat.
Penampilan mereka bisa di katakan hampir mendekati sempurna.
Tiba saatnya giliran kelompok Lupi dan Alek yang akan menampilkan peran mereka.
Lupi terlihat sangat kaku ketika harus berbaring tidur,
Lupi membuka matanya sebelum Alek benar benar menciumnya.
"Sst, ingat jangan sampai bibir atau hidungmu menyentuh kulit wajahku !" Alek terkejut,dalam keadaan di tampilkan Lupi masih sempat mengancam Alek dengan sorot matanya.
Ya ampun Lupi,saat ini kita sedang kontes menampilkan bakat,eh kamu malah menganggap ini sedang latihan.
Alek.
Alek mengangguk pelan,anggukannya nyaris tidak terlihat.
Hingga sampai di cerita sang pangeran mencium kening putri tidur,Lupi sudah tidak bisa bernapas dengan tenang.
Kalau kamu benar benar mencium ku,nanti suami ku pasti kecewa,karena wajahku tidak perawan lagi,mohon pengertiannya Lek, hu..hu..
Lupi terus bergumam dalam hati.
Cup!Sebuah kecupan di tangan Lupi,Seketika Lupi membelalakkan matanya,sangat sempurna di lihat oleh para juri.
Kini saatnya penentuan untuk siswa yang berbakat,Raisa tersenyum bangga yakin jika dirinya yang akan terpilih dan mengharumkan nama sekolah.
Sementara Lupi,bersikap tenang,menang atau tidak kelompoknya dia tidak peduli,kali ini pikiran Lupi sedikit egois,tidak ada yang tahu apa alasannya.
__ADS_1
Hasil nilai menentukan Kelompok Lupi dan Alek mendapat tanggapan tiga 'Yes' dua 'No' yang pasti Hana dan Mahendra yang berkomentar 'No' ,
kelompok Raisa dan Gino kebalikan dari Lupi dan Alek.
Wajah kecewa marah dan iri tidak bisa Raisa sembunyikan,
Sia sia aku berdandan seperti ini,pada akhirnya aku kalah juga,Gino pasti Gino penyebabnya.
Raisa bergerak satu langkah ke samping menjauhi Gino,dan posisinya berdekatan dengan Lupi.
"Aku tidak bisa ucapkan selamat padamu,tapi aku akan ucapkan terima kasih jika kamu mundur dari kontestan ini" Raisa berkata dengan suara berbisik pada Lupi
Kamu pikir aku mau menjadi artis,,tidak Rai.
Pembawa acara memanggil walikota untuk menyerahkan piagam penghargaan dan kontrak kerja di dunia entertainment.
Wajah Hana tidak kalah masamnya dengan Raisa,tatapan tidak suka terlalu kentara.
Sudah banyak uang yang aku keluarkan,hasilnya mengecewakan,aku harus membayar para juri untuk meralat nilainya,hah,kenapa tidak aku pikirkan dari sebelumnya .
Hana mengepal tangannya di bawah meja,kesal jengkel dengan kelalaiannya sendiri.
Wajah Mahendra berubah menjadi tegang,dia mencemaskan putrinya di sisi lain pikirannya senang dan bangga dengan prestasi putrinya.
Selesai serah terima hadiah,Lupi mengambil mix untuk menyampai sepatah dua patah kata.
"Selamat siang untuk semuanya,Bapak walikota yang terhormat,para guru kami tercinta,para dewan Juri yang Mulia,para tamu yang berbahagia dan semua teman teman yang the best" Tepuk tangan riuh memenuhi halaman sekolah.
" Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada team yang sudah bekerja sama semaksimal mungkin,tanpa banyak kata yang bisa saya ucapkan,tanpa dukungan kalian semua saya hanya secuil debu." Raisa semakin kesal dengan Lupi,pasalnya dia tidak bisa langsung menjadi artis.
"Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf saya pada team,saya tidak dapat menerima anugrah terindah ini,dengan saya saya menyatakan saya mundur dari kontestan ini" Lupi membungkukkan badannya menyatakan permohonan maafnya pada team.
Raisa membatalkan niatnya pergi dari podiom berukuran besar,wajahnya kini berubah senang.
"Huuuuuuu ! " Teriakan kekecewaan dari pendukung Lupi.
"Sekali lagi mohon maaf kepada team saya," Lupi berjalan ke arah Raisa menyerahkan semua hadiahnya pada Raisa.
"Lupi, ada apa denganmu Pi,lihatlah wajah kecewa dari team kita " Alek mencekal lengan Lupi.
"Karena kamu tidak tahu nasip ku selanjutnya Alek," Lupi menarik napasnya.
Maafkan aku teman teman,inilah jawabannya kenapa aku hanya ingin menjadi dayang dayang pada saat itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=
~**Hai pembaca setia Derita Gadis Pewaris
~jangan lupa Like dan komen ya,
Biar author lebih semangat lagi
__ADS_1
~Jangan lupa tambahkan ke favorit reader semua,Kasi vote juga ya ...
~Terima kasih Sahabatku 🥰🥰🥰🥰🥰**