
"Lupi...nanti malam sekitar jam tujuh Rio akan menjemput kamu untuk bertemu dengan pengacara ayah,selama kita belum berkumpul lagi seperti dulu kamu hubungi Om Gunawan saja,jangan hubungi Jefri,ayah harap kalian berdua mengerti " Mahendra berkata pada Lupi dan Lusi sebelum mereka turun dari mobil.
"Iya ayah.... kami akan selalu ingat pesan ayah,kakak juga janji akan jaga Lusi dengan baik" Lupi memeluk ayahnya ada rasa tidak rela berpisah lagi.
"Dek,ayo kita turun,"Lupi membuka pintu mobil setelah Lusi keluar Lupi menutup kembali pintu mobil dengan pelan.
Pimp! pimp! Klakson mobil berbunyi menandakan dia mendahului untuk berjalan,Lupi dan Lusi menatap mobil hingga tidak terlihat.
Tanpa mereka sadari berkali kali jepretan kamera hp mengambil gambar mereka berdua dan mobil yang di tumpangi oleh mereka.
Hingga Lupi mengambil motornya dan melaju perlahan meninggalkan tempat yang tidak jauh dari area pemakaman.
"Halo Nyonya,wajah orang yang membawa kedua kakak beradik itu tidak bisa di lihat dengan jelas/Baik nyonya,saya akan selidiki pemilik plat tersebut
CCTv berjalan dari Hana mengakhiri telepon dengan bos besarnya,dia pun melanjutkan tugasnya mencari informasi pemilik kendaraan yang baru saja berlalu.
Di tengah perjalanan hp orang suruhan Hana berbunyi,
Halo,,,ya,,,mobil sewaan! carikan informasi nama penyewa
"Kenapa jadi rumit begini,sebenarnya saya juga bingung,apa tujuan Nyonya Hana menyelidiki anaknya sendiri,hah,,,apa boleh buat demi uang" Anak buah Hana bergumam sendiri dalam mobil.
Merasa lelah dia menepikan mobilnya ke sebuah cafe mini,baru saja duduk hpnya berbunyi lagi,sebuah pesan masuk ke ponselnya.
📱Nama penyewa mobil adalah Satrio Hakim,dia berasal dari kota A dia adalah perantau di kota ini
Anak buah Hana meneruskan pesan tersebut dengan nyonya besar,dia sudah tahu tugasnya mencari informasi tentang orang yang bernama Satrio Hakim.
Begini amat jadi suruhan orang kaya,lebih pusing dari pada kerja serabutan,lebih nyaman aku kemarin jual es keliling
Di rumah megah,Hana kesal dengan informasi dari anak buahnya,di remasnya hp dalam tangannya
"Satrio Hakim,apakah dia putra tuan Ahen,tidak...tidak mungkin,aku harus cari sendiri informasi ini,Ya...Jefri...Jefri bisa di andalkan untuk ini " Hana berlari kecil menuju pintu kamar Jefri.
Belum sempat Hana mengetuk pintu,Jefri muncul dari pintu depan
"Dari mana kamu Jef,tidakkah hari ini kamu break total ?" Jefri dengan santai mendekati pintu kamarnya.
"Tadinya begitu nyonya,Rio minta di antar ke tempat penyewa mobil di kota ini yang bersertifikat aman" Hana membulatkan matanya sangat besar.
"Apakah kamu pergi bersama Rio seharian ini?" Selidik Hana.
"Tidak nyonya,tadi saya habiskan waktu saya bersama tuan Ahen setelah mengantar Rio ke tempat penyewa mobil," Jefri telah menyusun strategi yang luar biasa untuk membuat Hana menjadi orang yang kebingungan tingkat dewa.
Apalagi paparazi Hana telah di ketahui oleh suruhan Jefri yang jauh lebih handal di banding anak Buah Hana yang dikira Jefri masih pemula.
Flashback on
Ketika perjalan pulang bersama Rio dari pantai Hp Jefri berbunyi,pesan masuk ke ponsel canggihnya.
📱Bos,,ada orang yang sedang mencari informasi tentang Lupi dan Lusi beserta pemilik mobil yang mereka tumpangi.
__ADS_1
Jefri
📱 Kamu langsung datang ke tempat penyewa mobil di sana,Pastikan nama penyewa adalah Satrio Hakim
📱Baik bos,
"Rio,kamu paham kan dengan permainan ini," Jefri menunjukan percakapan di aplikasi whatsaap Jefri.
"Iya tuan,saya paham" Rio sungkan.
"Saya tegaskan sekali lagi,jangan panggil saya tuan,cukup Jef saja,bukan berarti saya tidak terima usia saya jauh lebih tua darimu,tapi ini akan membuat rencana kita gagal,ingat Rio,mereka mengenalmu putra tuan Ahen,bukan asisten tuan Ahen" Jefri menepuk pundak Rio.
Flashback of
"Apa saja yang kamu lakukan bersama tuan Ahen,apa kalian membicarakan soal saham atau bisnis yang lainnya,?"Hana penasaran.
"Tuan Ahen ingin di temani saja nyonya mencari kuliner dan buah tangan di kota ini untuk di bawa kembali pulang ke kotanya"Jefri menjawab dengan sedikit di bumbui dusta.
"Tuan Ahen akan pulang? kapan? kenapa tidak kasi kabar kalau cari kuliner terenak di sini?" Ada rasa kecewa di hati Hana karena yang sering di ajak oleh Mahendra (Ahen) hanyalah Jefri saja.
"Belum tahu nyonya,Beliau bilang jika dia kembali ke kotanya dia akan pamit dengan Nyonya juga"
Kena kau sekarang,jadi wanita kok tidak ingat umur,rasain aku kerjain ha ha ha
"Jef,nanti antar saya ke pengrajin tenun terbaik di sudut kota ini" Titah Hana.
"Baik nyonya"Jefri mengangguk.
Jefri mengeluarkan senyum liciknya,
Hingga malam tiba Jefri sudah siap untuk berkeliling kota hingga ke sudut kota paling terpencil akan Jefri datangi begitulah rencana Jefri.
Jika Jefri akan membawa Hana berkeliling setiap sudut kota lain halnya dengan Rio,dia sudah bersiap menjemput kedua putri majikannya.
Rio menyewa mobil ke tempat yang sama dengan mobil yang berbeda,mereka yang melihatnya mengira jika Rio gonta ganti mobil.
"Permisi....Selamat malam" Rio mengetuk pintu sambil mengucap salam.
"Kak Rio,awal banget datang datangnya" Lupi sudah terbiasa bicara dengan Rio,bahkan Lupi seperti bicara dengan saudara terdekatnya.
"Supaya nona nanti bisa pulang lebih awal juga,apalagi besok nona harus sekolah" Rio mengingatkan.
"Besok ada agenda rapat antar guru di sekolah,semua murid di liburkan,barusan dapat pemberitahuan dari group sekolah" Lupi memperlihatkan chat di group sekolah pada Rio sebagai bukti.
"Bagaimana dengan Nona Lusi?" tanya Rio lagi.
"Sama Om,Lusi juga Libur,tadi pak Haji datang ke sini menyampaikan kembali" Lusi menjawab dari arah warung Ratmi yang sekarang sudah di renovasi.
"Baiklah sekarang kita berangkat dulu,ijin bawa Lupi dan Lusi Bu Ratmi" Rio merapatkan kedua tangan menempelkan di dadanya sebagai tanda permohonan dengan Ratmi.
"Iya tuan.... tolong jaga mereka berdua,Nanti kalau ada apa apa telpon ibu ya Neng,ibu gak bisa tidur kalau kalian belum datang" Ratmi yang sudah lama bersama Lupi dan adiknya merasa cemas melihat mereka di jemput oleh orang yang baru di kenalnya beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
"Iya Bu..." Lupi dan Lusi bersamaan,mereka meraih punggung tangan Ratmi meletakkan di pipi mereka secara bergantian.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan,Rio kini sudah hapal seluk beluk jalan kota yang padat dengan kendaraan yang berlalu lalang.
Mobil merapat ke halaman parkir sebuah cafe termegah di kota ini,hanya orang orang tertentu saja yang sering mampir di cafe tersebut.
Rio turun dari mobil membukakan pintu untuk majikan mudanya.
"Mari nona,tuan besar sudah menunggu kalian," Ucap Rio .
Mereka pun berjalan memasuki gedung tersebut.
Rio membawa mereka menggunakan lift untuk sampai ke tempat yang sudah di boking dari tadi siang.
Lift terbuka,mereka tiba di lantai atas yang bernuansa berbeda di lantai satu.
Jika di lantai satu bisa melihat pengunjung yang lainnya di lantai atas harus menggunakan sebuah kartu khusus untuk bisa mengakses ke ruangan yang sudah di pesan.
Mahendra Bahagia melihat kedua putrinya datang,senyumnya sangat ramah,Mahendra sengaja memesan ruang kelas VVIP supaya apa yang mereka bicarakan nanti tidak ada yang bisa mendengar selain mereka yang berada di dalamnya.
"Sini nak,perkenalkan ini Om Gunawan yang ayah ceritakan pada kalian " Pria berusia tiga puluh lima tahun itu membungkuk memberi hormat pada anak kliennya.
"Selamat nona nona,senang bisa bertemu kalian" Ucap gunawan.
"Selamat malam Om Gunawan,kami juga senang bisa bertemu Om,saya Lupi,ini adik saya Lusi" Lupi memperkenal dirinya.
"Selamat malam Om" Lusi juga mengucap salam.
Lupi duduk di sofa sebelah kanan ayahnya,Lusi berada di sebelah kiri,Mahendra mengusap lengan kedua putrinya.
"Gun,mulai saja" Titah Mahendra.
Gunawan mengeluarkan sebuah kotak berbentuk laptop meletakkan di atas meja.
"Letakan telapak tangan kalian di atas ini yang ini telapak kiri Lusi,dan yang ini telapak tangan kanan Lupi.
Mereka melakukan sesuai perintah,kotak tersebut terbuka secara otomatis di sana terdapat banyak surat surat penting.
Gunawan menyerahkan pada Lupi untuk membacanya,Dengan teliti Lupi menyimak setiap kalimat yang dia baca,kini dirinya lega.
"Ayah,sekarang kakak mengerti kenapa ayah tidak mengajak kami pergi dari kota ini " Lupi memeluk ayahnya.
\=\=\=\=\=\=\=
**Hai pembaca setia Derita Gadis Pewaris
~jangan lupa Like dan komen ya,
Biar author lebih semangat lagi
~Jangan lupa tambahkan ke favorit reader semua,Kasi vote juga ya ...
__ADS_1
~Terima kasih Sahabatku 🥰🥰🥰🥰🥰**