
Ratmi pulang menggunakan angkot lagi,niatnya mencari info tentang suaminya di tunda,dia lebih mementingkan Aryo,
Sampai di rumahnya,Ratmi langsung mencari Aryo
"Kang Aryo,Aku ada ketemu mbak Hana,dia sekarang kerja di warung makan depan kantor kencana group." Ratmi bercerita tentang pertemuannya dengan Hana,dan juga tentang temannya Hana yang Ratmi tahu bernama Ayu.
"Kakang juga pernah dengar nama pemimpin kencana group,saat mereka berkunjung ke kantor tempat kakang bekerja,kakang tidak sempat melihat wajahnya, hanya dengar namanya saja yang di sebut,kalau tidak salah Pak Mahendra,maklum kakang kan cuma karyawan biasa " Aryo mencoba mengingat
"Tapi tadi aku dengar cuma Hendra saja kang,tidak ada huruf MA yang di ucapkan Mbak Hana" Ratmi membantah.
"Bisa saja dia sering atau suka di panggil Hendra Mi,biar lebih singkat" Ucap Aryo.
"Kalau memang kepingin yang singkat lagi kan bisa di panggil pak Hen kang" Ratmi tidak mau kalah.
"Percuma Mi berdebat dengan mu" Aryo beranjak mengambil kopi yang tertinggal di meja warung.
"Bagaimana suamimu apa ada info tentangnya,atau tadi kamu bertanya langsung dengan pimpinan suamimu ?" Aryo bertanya.
"Hhhh" Ratmi menghela napasnya,
"Mana berani Kang aku bertanya langsung dengan mereka,tadi aku memang ada melihat suamiku keluar bersama seorang wanita,dia putih,cantik kang,tidak seperti Ratmi yang berwajah buluk,rambut acak acakan,badan gempal,hari harinya hanya pakai daster saja" Ratmi bersedih.
"Sabar dulu Mi,mungkin itu hanya teman kerja suamimu,kalau di kantor itu harus profesional Mi,tidak pandang status orang,kecuali di luar jam kerja" Aryo menenangkan Ratmi.
"Iya Kang,tunggu suamiku pulang saja minta penjelasannya,kang Aryo tidak kerja lagi" Tanya Ratmi,
"Kakang minta Libur tiga hari Mi,kalau ada lowongan kerja lain,kakang mau pindah,sekalian kakang mau ketemu Hana dulu." Ucap Aryo.
Sore hari,Aryo pamit ke tempat Hana bekerja,berbekal alamat yang di berikan Ratmi.
Tiba di warung Aryo menunggu di bangku tempat penjual es gerobak, Hingga warung makan tutup terlihat Hana keluar,Aryo membayar minumannya,segera mengejar Hana yang sudah naik angkot.
"Han,! Hana ! tunggu! " Aryo kalah cepat,angkot sudah berjalan,Aryo menyetop seorang tukang ojek yang lewat,mengikuti angkot yang di tumpang Hana.
Angkot berhenti di sebuah toko bunga,Raisa berlari menghampiri mamanya, Aryo juga turun setelah membayar ongkos ojek.
"Hana...!" Aryo mengeraskan suaranya.
"Hana membalikkan badannya,tidak ada senyum di wajah Hana,dia ingin berlalu tanpa menghiraukan Aryo yang terus memanggilnya .
"Hana,tunggu sebentar,mas mau bicara" Aryo memanggil lagi.
__ADS_1
Sialan,pasti adiknya yang buluk itu yang memberi tahu,sudah kere pake acara nyusul lagi,nyesel banget nikah dengan dia,coba saja kalau aku yang dapatin Mahendra saat itu,pasti aku jauh lebih cantik dari Rahayu.
Hana bergumam jengkel.
"Aku tidak banyak waktu,bicara secepatnya,lihat Raisa dia sudah kewalahan melayani pembeli bunga,aku harus segera membantunya" Hana ketus.
"Han,kalau ingin kerja kan bisa kita bicara baik baik,tidak begini caranya Han,lagian kenapa kamu bawa Raisa juga bekerja,dia masih kecil Han," Aryo meraih tangan Hana.
"Kalau uang yang kamu berikan cukup untuk aku membeli skincare ku aku tidak membawa Raisa bekerja,uang kamu cuma pas buat makan dan bayar kontrakan,lagian pun uang Raisa untuk keperluan Raisa sekolah" Hana menepis tangan Aryo.
"Biar mas saja yang ganti Raisa kerja di toko bunga itu,mas tidak tega melihat Raisa Han," Aryo iba melihat anaknya yang sibuk melayani pembeli,hanya sebentar saja Raisa memeluk Hana,dan langsung kembali ke toko bunga.
"Setelah aku gajian aku akan mengurus surat pindah sekolah Raisa,aku tidak mau Raisa tidak makan jika aku tinggal bersama kamu,apalagi sama adikmu yang buluk itu."
"Han,rejeki orang itu sudah di atur Han,jika kita tidak mensyukuri maka rejeki itu tidak pernah cukup," Aryo menasehati Hana.
"Sebaiknya kamu pulang saja,percuma kamu berada di sini," Hana tersendat langkahnya,tangannya di cekal oleh Aryo.
"Han,kita pulang ya,atau kita cari kontrakan di sini saja biar kita bisa kumpul lagi"
"Kamu mau ajak aku pulang? paling kamu mampu nafkahi aku uang lima ratus ribu,mana cukup mas,makan saja setiap hari pakai ikan asin dan sambal,di sini aku sudah enak,makan lauk yang ada di warung,dan ini lihat,jika masih ada sisa daging aku bawa untuk Raisa." Hana menunjukkan kantong kresek pada Aryo.
Hana dan Raisa tinggal di belakang toko bunga,di mana rumah tersebut khusus untuk orang yang bekerja,Hana sebenarnya di suruh menginap di warung,tapi hana memilih tinggal di rumah khusus pelayan toko yang di tempati Raisa.
"Mama .." Raisa berlari
"Ma,hari ini Rai dapat uang lima puluh ribu ma," Raisa menampakkan selembar uang bernilai lima puluh ribu rupiah.
"Sekarang kamu lihat anak mu,sudah bisa mencari uang jajan sendiri,kalau kamu hanya mampu memberinya paling banyak lima ribu,mau makan apa anakmu di sekolah" Ucap Hana lagi.
"Pa,papa ikut ke sini juga " Raisa bertanya pada Aryo.
"Iya papa mau cari kerja di sini juga,biar bisa kumpul sama Raisa dan juga mama," Ucap Aryo.
"Tapi papa mau tinggal di mana,di sini tidak menerima tempat tinggal untuk laki laki pa."
"papa akan cari kontrakan dekat sini,biar nanti kita sama sama tinggal di sana" ujar aryo.
"Ogah! paling duit ku juga yang di gunakan membayar kontrakan," Hana ketus.
"Ayo Rai,kita masuk,bisa bisa uangmu di minta oleh orang kere ini " Hana menarik tangan Raisa.
__ADS_1
Raisa pasrah saja matanya memandang Aryo yang terpaku memandang anak dan istrinya.
Dua bulan sudah berlalu,Hana jauh berubah mulai dari penampilan sampai kulitnya sekarang sudah mulai bersih.
Hana mengirimkan surat cerai pada Aryo,Raisa juga sudah di pindahkan sekolahnya.
Berita tentang Ratmi,suaminya pulang ke rumah meminta ijin menikah lagi karena wanita tersebut sudah hamil.
Ratmi sangat syok dengan permintaan suaminya,Akhirnya Ratmi memilih bercerai saja,anak Ratmi ikut bersama suaminya.Tinggallah Ratmi seorang diri di rumah kecil kenangan dirinya dan suaminya.
#
#
#
#
"Buk Ratmi,bu ratmi! bu!" Lusi memanggil dengan suara keras.
"eh..iy..iya... ada apa non,apa tadik ibu sedang masak! sebentar ya ..ibu matikan kompor dulu ya, " Ratmi sepertu orang kebakaran jenggot.
"Bu,tadi tadi kami panggil ibu,tapi malah melamun," Lupi yang bicara .
"He he ...enggak Neng, " Ratmi mesem mesem, di lihatnya wajah Lupi,
ah kenapa baru sekarang aku bisa melihat wajah lupi mirip dengan wanita cantik yang bernama Ayu
Ratmi menepuk keningnya,
"Ada apa bu" Lupi bertanya
"Maaf tuan,kalau boleh saya tahu siapa nama ibu kandung mereka" Ratmi menatap Lupi dan Lusi.
Jefri menatap Ahen meminta persetujuan,Ahen mengangguk pelan supaya tidak kentara,
"Mendiang Ibu Nona Muda dan nona kecil adalah Nyonya Rahayu Fatmawati,Ayahnya adalah Mahendra Laksamana Chen " Jefri menjelaskan.
"Oh,berarti Lupi dan lusi keturunan Chinese ya ," Pak haji menimpali.
"Betul pak haji," Jefri mengangguk.
__ADS_1
"Pantesan keduanya ada mirip wajah china he he he...." Ratmi terkekeh.
Mereka semuanya tertawa hingga sore Rombongan jefri pamit mengantar Ahen ke hotel yang sudah di bokingnya.