
Lupi mengantar adiknya sampai pintu gerbang sekolah,motor butut yang di gudang satu satunya kendaraan yang bisa di gunakan lupi.
Hana melarang Lupi menggunakan semua mobil di rumah,sopir rumah telah di ancam hilang pekerjaan jika berani mengantar Lupi dan Lusi dengan Mobil.
Motor itu dulu adalah motor tukang kebun yang bekerja pada ayah Lupi,yang sekarang sudah menggunakan motor matic Lupi atas suruhan Hana,Tukang kebun tidak berani membantah karena takut dirinya di pecat.
Setelah Lusi masuk ke kelasnya Lupi yang berseragam putih abu itu sengaja membolos,dia kembali pulang ke rumah mengemas pakaian dirinya dan juga adiknya.
Aku harus segera membawa lusi pergi dari sini,lebih baik aku tinggal di panti asuhan dari pada aku tinggal bersama manusia berhati iblis.
Sampai di rumah Lupi segera masuk ke kamar,mengunci dari dalam.
Lupi membuka lemari pakaiannya di simpannya buku tabungannya yang tidak di ketahui oleh Hana.
Di bukanya sebuah laci rahasia ada beberapa emas peninggalan ibunya Lupi akan menitipkan barang berharga milik mendiang ibunya di jasa penitipan barang.
Ibu ... aku akan mengenakan perhiasan ibu ini nanti di saat aku menemukan suami yang benar benar mencintai lupi.
Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh,satu jam lagi Lusi akan pulang Lupi segera keluar dari rumah megah kenangannya bersama ayahnya.
maafkan lupi ayah,...ibu...lupi tidak bisa meneruskan usaha ibu,lupi juga tidak bisa menjaga kantor milik ayah,lupi janji lupi akan mendidik lusi menjadi kuat seperti ayah,menjadi hebat seperti ibu....
Air mata Lupi mengalir di pandangnya rumah megah seperti istana,Lupi berpamitan dengan pak salim tukang kebun yang sedang membersihkan rumput di halaman depan.
"Pak salim lupi dan lusi pergi dari rumah ini... tolong pak salim jangan cerita dengan Raisa dan juga ibu..."
Pak salim menatapnya sedih dia juga tahu apa yang terjadi di rumah jika majikannya itu sudah berada di rumah.
"Non lupi dan non lusi mau pergi kemana,"
berat hati berpisah dengan orang baik seperti pak salim, tapi aku harus menyelamatkan adikku...
__ADS_1
"entahlah pak salim,lupi tidak tahu,sudahlah permisi pak salim "
"hati hati non ....kabari bapak jika sudah sampai... oh iya non... ini sedikit dari bapak buat non lupi beli minum di jalan.."
Pak salim memberikan uang dua lembar bernilai seratus ribu rupiah,uang yang di titipkan istrinya untuk membeli keperluan dapur,pak Salim tidak memikirkan pesan istrinya lagi.
"Uang lupi masih ada pak salim,nanti bagaimana pak salim pulang,uang pak salim berkurang kalau uang ini di berikan sama Lupi," Ucap Lupi matanya berembun,seorang tukang kebun saja masih punya hati yang mulia.
"tidak apa apa non, anggap saja ini kado dari bapak dan Lupi bisa bawa motor non Lupi yang bapak pakai sekarang"Pak Salim memberikan kunci motor pada Lupi,tapi Lupi menolaknya karena dia tahu apa yang akan di lakukan Hana pada Pak salim jika dia bawa motornya.
Semoga di luar sana aku bisa menemukan orang baik sepertimu pak salim
Lupi menerima uang pemberian dari pak salim di staternya motor butut yang selalu setia menemaninya.
Mobil lupi hadiah dari ayahnya sudah di ambil oleh Raisa,
Lupi bisa menggunakan mobilnya jika ayahnya di rumah, sandiwara mobil mewah dan motor butut selalu di perankan lupi dengan baik.
Di depan sekolah lusi,lupi mengenakan jaket dan juga helm supaya tidak ada yang mengenalinya.Dia tidak ingin penjaja makanan langganan Lusi mengenalinya.
Di lihatnya lusi sudah keluar dari kelas lupi sengaja membiarkan adiknya menunggu,hingga suasana sepi lupi menghampiri adiknya
Kira kira lusi kenal denganku tidak ya .. aku ingin mengujinya jika melihat orang asing
Lupi tersenyum geli melihat lusi yang masih melihat ke kiri dan ke kanan,
"Kenapa kakak lama sekali ya....oh iya.... Kak Lupi pulangnya memang lama,sudahlah aku duduk di sini saja" Lusi berkata sendiri
"hem! tunggu siapa dek.... ayo ikut kakak saja ... kakak bisa antar adek pulang "
Lupi merubah suaranya
__ADS_1
Ini siapa ya .. kenapa dari tadi ngikutin aku terus ya
Lusi menjauhi orang yang berpakaian serba hitam dia selalu ingat pesan ayahnya jika ada orang asing tidak di kenal jangan di dekati.
"Aku menunggu kakakku ... nah itu kakakku ..!"
Lusi asal tunjuk saja pada seorang wanita muda yang mungkin menjemput adiknya.
Bagus dek ternyata kamu bisa berakting juga,
"heh! dek kamu mau kemana ini kak lupi dek...."
Lupi membuka helmnya lucu sekali adiknya melihat penuh teliti
"Hah ..kak lupi... kakak bikin lusi deg degan ,kenapa kakak berpakaian seperti ini ?"
Lupi meletakkan jari telunjuknya di mulut lusi,
"set,pakai baju ini...jangan banyak tanya kamu percaya kakak kan?
Kita akan pergi jauh dari rumah "
Lusi menempelkan telunjuknya di pelipisnya tanda dia sedang berpikir apa yang sudah di katakan kakaknya.
Kak lupi bawa aku pergi kemana ya
Lusi mengenakan helm di bantu oleh Lupi,dan juga mengena baju yang sudah di siapkan oleh Lupi.
Dek yakinlah kita akan baik baik saja.... demi kamu dek kakak rela kehilangan segalanya sekalipun nyawa taruhannya.
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1