Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
11


__ADS_3

Bu Ratmi sedari tadi terus mencemaskan Lupi,Berkali kali di hubungi tapi tidak di angkat oleh Lupi.


"Duh... gimana ini... neng lupi kemana sih...apa saya hubungi pak Haji saja ya..?" Bu Ratmi semakin gelisah


Tut tut tut


"Halo.... " suara pak haji


"Maaf pak haji tidak jadi'' Bu ratmi mematikan teleponnya setelah mendengar suara motor butut Lupi sudah datang.


"Lupi... kenapa lama pulangnya.. kamu tersesat ya ?" Tawa lupi pecah mendengar perkataan Bu Ratmi dirinya tersesat.


Kalau Bu Ratmi tinggal di hutan baru saya bisa sesat, bu ratmi ada ada saja deh


"Masih kerja kelompok Bu Ratmi,Lusi mana Bu ?" Orang pertama yang di cemaskan adalah Lusi.


"Ada kak di sini " Tiba tiba saja nongol dari pintu ah Lusi bikin tangan ke pengen menggelitiknya saja.


"Tadi pulangnya sama siapa Dek?" Lupi mengelus manja kepala Lusi


"Tadi sama pak haji, tadi ibu hana datang ke sekolah kak ..." Lusi duduk di pangkuan kakaknya. Sepertinya sudah kebiasaan Lusi menceritakan terlebih dahulu peristiwa hari ini.


"Ibu hana itu siapa ?" BU Ratmi menimpali


Sebelumnya Lupi juga tidak menceritakan asal usul dirinya,termasuk Hana dan Raisa.


"Ibu hana itu...ad " Lupi dengan cepat memotong pembicaraannya

__ADS_1


"Bu Hana dulu pernah menjadi wali kelas Lusi,tapi sekarang dia pindah tugas,mungkin beliau sekedar lewat dan melihat kondisi sekolahnya dulu " Lupi memberikan hpnya pada Lusi supaya dia sibuk dengan game kesukaannya di kamar.


Bu Ratmi hanya mangut mangut,


" Oh ya bu .. ini hasil penjualan di sekolah, dan ini sisanya sepuluh bungkus lagi.


Lupi menyerahkan uang beserta sisa jajanan yang tidak terjual,


"Tadi saya juga sudah belanja bahan bahan yang di perlukan jualan besok " Lupi menambahkan penjelasannya.


Bu Ratmi menghitung sisa uang yang di bawa oleh Lupi.


"Ini untuk bekalmu dan adikmu di sekolah ya Lupi .." Bu Ratmi memberikan uang bernilai dua puluh ribu rupiah pada Lupi.


Jika di hitung sepuluh ribu untuk Lupi dan sepuluh ribu lagi untuk Lusi.


"Tidak usah Bu... saya ikhlas bantu Bu Ratmi berjualan,justru saya berterima kasih sudah di beri tumpangan tempat tinggal di sini " tidak bermaksud menolak pemberian dari Bu Ratmi.


Ting! Ting! Ting!


Hp Lupi berbunyi


"Siapa yang telpon Dek..." Lusi yang sedang bermain game jadi kesal


"Dinas kebersihan Kak....!"


Bergegas Lupi mengangkat telepon.

__ADS_1


LUPI [Halo ]


D.K [Selamat sore Lupi Aluna,kami sudah mempertimbangkan kalau Saudari Lupi bisa bekerja di bagian kebersihan Taman dan Kota,


Dengan jam kerja pagi di mulai dari jam lima pagi sampai jam tujuh pagi


Sore di mulai dari jam tiga sampai jam lima sore, Saudari Lupi bisa bekerja mulai besok,silakan mengambil seragam Dinas ke kantor "


"Yes! thank you bos tampan ! " Lupi berjingkrak kegirangan. Lusi dan Bu Ratmi saling memandang, sama sama mengangkat pundaknya.


"Psst ! eh kak Lupi ! kak Lupi habis di tembak ya ?" bocah kecil seolah sudah mengerti dunia tembak tembakan.


"hah, apa tadi !?" Lupi melongo


Masih bau minyak telon ngomongnya kayak remaja saja ini bocah,


"Ih ..kakak .. mentang mentang baru di tembak pacarnya,langsung berlagak kurang baik pendengarannya, huh! " Lupi malah tertawa.


"Mati dong " Bu Ratmi malah ikut ikutan


"Bukan di tembak seperti film itu Bu Ratmi, kak Lupi sudah dapat pacar !?" Lupi semakin menjadi tertawanya,sampai perutnya menjadi sakit.


"Emang pernah di tembak ?" Lupi menggoda adiknya.


"Kakaaaak ! Lusi belum boleh pacaran ! tunggu sudah gede seperti kakak !sekarang harus temanan dulu baru nanti pacaran, di pending gitu lho " Lupi kembali melongo.


Adik ku kok seperti orang yang sudah sekolah pacaran saja ya .. aku saja belum tahu

__ADS_1


rasanya punya pacar itu seperti apa


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2