
"Ma, mama pergi ke salon ya, aku ingin melihat rambut mama di buat seperti ini,setelah itu mama bisa ajak Raisa belanja sepuasnya ke mall," Mahendra memberikan sebuah kartu kredit no limit pada Hana.
Tentu saja Hana melonjak kegirangan, Setelah memastikan Hana dan Raisa keluar menggunakan mobil merah menyala kesukaan Hana,Mahendra mengambil sebuah kotak berukuran seperti laptop.
Lalu Mahendra memanggil Lupi dan Lusi menempelkan telapak tangan mereka yang kiri punya Lusi dan yang kanan punya Lupi.
Kotak itupun terbuka, Mahendra menyuruh Lupi dan Lusi membuat cap tiga jari beberapa kertas berlogokan stempel emas murni.
Lalu Mahendra menutupnya kembali,Lupi dan Lusi duduk di antara ayahnya.
"Kelak jika kalian sudah lulus kuliah kalian tidak boleh berebut harta kekayaan ayah,di dalam kotak ini ayah sudah membagi kalian berdua secara adil,jadi kalian nanti tinggal menyesuaikan sendiri nama dan cap jari kalian masing masing" Lusi yang belum mengerti tidak merespon ucapan ayahnya,kecuali Lupi dia menganggukkan kepalanya.
Keesokan harinya Mahendra pergi menemui seorang pengacara pribadinya,membawa kotak rahasia padanya.
"Gun, aku titip benda ini padamu,dan berikan pada anakku ketika mereka masing masing berusia delapan belas tahun." Mahendra menyerahkan kotak berwarna silver ke emasan.
Pulangnya Mahendra membawa satu lagi kotak dengan warna yang sama,membukanya juga dengan sidik jari telapak tangan Lupi dan Lusi.
"Jef,carilah nelayan yang telah menyelamatkan kita,aku ingin berterima kasih padanya" Mahendra memberi titah pada Jefri.
"Oh iya jef,panggil aku tuan Ahen mulai sekarang ,dan carikan aku juga topeng berbahan silikon untukku," Mahendra kini hanya mengambil huruf tengahnya saja sebagai namanya.
"Baik Tuan Ma.... eits Tuan Ahen, " Jefri masih kaku.
Tugas jefri mencari nelayan yang telah menyelamat mereka berdua,tidak sulit untuk jefri,di pantai jefri langsung bertemu dengan nelayan tersebut.
Jefri berbincang sesaat bukan hanya dengan satu orang nelayan saja,melainkan dengan semua yang berada di sana.
Jefri membawa semua orang yang terlibat dalam aksi penyelamatan dirinya dan Tuannya Ahen.
"Permisi Tuan Ahen, para nelayan yang tuan cari sudah saya temui sekarang mereka berada di luar " Jefri memberi kabar pada Ahen.
"Suruh mereka masuk Jef," titah Ahen
Para nelayan berjumlah empat orang masuk ke dalam ruangan Ahen di rawat,tiga orang hampir berusia sekitar empat puluh tahun ke atas,dan yang satu masih berusia dua puluh tiga tahun.
"Untuk kalian semua yang sudah berjasa menyelamat kami berdua,saya ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya,karna pertolongan kalian kami masih menghirup napas kehidupan" Ahen mengucapkan kata terima kasih kepada ke empat orang tersebut.
Mereka semuanya serempak membungkukkan badannya,Ahen terfokus menatap seorang pria muda di antara mereka.
__ADS_1
"Anak muda siapa namamu ?" Ahen bertanya.
"Nama saya Rio Tuan " Rio kembali membungkukkan badannya hormat.
"Hm,Rio, apa pendidikan terakhir kamu ?"
"Saya hanya tamatan SMA Tuan,pekerjaan saya hanya membantu Bapak saya menjadi nelayan" Rio menundukkan wajahnya.
"Rio,mau kah kamu bekerja menjadi asisten pribadi saya ?"tanya Ahen
"Maaf Tuan,saya hanya anak seorang nelayan,dan hari hari saya juga membantu bapak saya mencari tangkapan laut,jadi saya tidak paham dengan pekerjaan yang Tuan tawarkan " Rio tertunduk.
"Jef,ajari Rio sementara kamu belum kembali," Titah Ahen pada jefri.
"Baik tuan ," Jefri singkat
"Rio,perkenalkan dia adalah Jefri Pratama, Dia staf sekaligus asisten pribadi saya di kantor saya di kota B,dia akan melatih mu mulai hari ini,jika dia sudah kembali ke kota B,dia akan melatih mu secara online, saya rasa kamu orang yang cepat tanggap dengan pembelajaran yang di berikan oleh jefri." Rio terdiam mematung,tidak tahu harus menjawab apa.
"Bagaimana Pak,apakah bapak bersedia anak bapak bekerja menjadi asisten saya ?" Ahen bertanya langsung dengan orang tua Rio.
"Saya tidak paham dengan dunia asisten tuan,yang saya tahu hanyalah mencari ikan di lautan,soal penawaran tuan saya serahkan dengan anak saya saja Tuan," Bapaknya Rio bicara polos.
"Saya sangat berterima kasih dengan pekerjaan yang Tuan berikan,ini adalah sebuah kehormatan buat saya yang hanya tamatan SMA tuan, saya akan belajar sungguh sungguh dari Tuan Jefri " Rio bersujud pada Ahen dan juga jefri.
"Bangunlah Rio,tanpa kalian semua kami berdua,terutama saya sudah tidak bernyawa lagi,pekerjaan yang saya tawarkan tidak sebanding dengan hutang nyawa saya dengan kalian" Ahen menautkan kedua tangannya.
Dua hari sudah berlalu Ahen di nyatakan sudah pulih benar,Jefri juga akan pergi ke kota B dengan skenario yang sudah di rencanakan.
Ahen juga sudah di urus oleh Rio,untuk sementara Ahen bekerja meeting zoom saja dari apartemennya,sembari dirinya melatih Rio di bidang perkantoran.
Seperti dugaan Ahen,Rio adalah orang yang cepat tanggap,sebulan,dua bulan,Sampai ke tiga bulan Rio sudah benar benar lincah.
Dia sekarang sudah terbiasa menemani Ahen di kantor baru yang berada di kota A.
PT.RAMANA GROUP sebuah perusahaan yang di bangun Mahendra sejak Hana sudah bisa mengelola perusahaan KENCANA GROUP, saat itu Mahendra belum mengetahui gelagat istrinya.
Dia sengaja merahasiakan cabang perusahaannya yang baru,Mahendra ingin memberi kejutan dengan anak beserta istrinya.Tetapi sebelum Mahendra merayakan kemenangan dia sudah tahu duluan sifat asli Hana.
~
__ADS_1
Tiba saatnya keberangkatan Ahen bersama sekretarisnya kantor barunya dan asisten pribadinya Rio ke kota B.
Ini adalah pertama kali Rio di bawa Ahen pergi bertugas dengan menggunakan pesawat.
Biasanya Rio cukup mengantarnya di sekitaran kota A kalau pun ada meeting mendadak,Rio hanya mengantar Ahen sampai Bandara saja.
Pesawat sudah mendarat di kota B dengan selamat ,Ahen menuruni anak tangga pesawat di ikuti Rio dan juga sekretaris Ahen dari belakang.
Mobil penjemput yang di siapkan oleh pihak kencana group sudah menunggu,
Ahen berhenti sejenak,di hirup udara Kota B yang sudah sebelas bulan dia tinggalkan.
"Selamat datang Tuan Ahen,Mari tuan Kedatangan tuan sudah di tunggu sejak tadi " Seorang pria membungkuk hormat.
"Rio,kamu bersama sekretaris ku ikut dengan mobilnya,aku akan ikut dengan mobil yang satu lagi" Ahen menunjukkan pada seorang pria berusia tiga puluh tahun.
Rio dan sekretaris Ahen masuk ke dalam mobil khusus perusahaan,sedangkan Ahen masuk ke dalam pribadi yang di tugaskan menjemput rombongan Ahen.
"Bagaimana keadaan putriku jef,?" Ahen langsung menanyakan keadaan putrinya.
"Mereka masih tinggal di rumah papan yang berukuran sangat kecil Tuan,Nyonya Hana punya rencana ingin membawa nona muda dan nona kecil pulang ke rumah megah lagi,dengan tujuan untuk membuka kotak rahasia di lemari Tuan Ahen" Jefri menjelaskan secara rinci,Jefri juga sudah terbiasa menyebut tuannya dengan sebutan tuan Ahen.
Mobil tiba di kantor Kencana Group, Jefri membukakan pintu mobil untuk Ahen,
Ahen pun keluar dari dalam mobil di pandangnya tulisan PT KENCANA GROUP yang terpampang di atas,sangat jelas.
"Mari tuan,rombongan anda sudah di tunggu " Seorang karyawan pria datang memberi sambutan.
Ahen melangkahkan kakinya,di depan pintu masuk sudah ada seorang wanita berdiri dengan senyum sangat senang.
Seorang wanita muda membawa nampan mendekati Ahen,serta menyerahkan gunting yang sudah di hiasi pita warna biru.
Lalu mempersilahkan Ahen memotong tali pita yang terbentang sebagai tanda penyambutan kedatangan mereka.
Hana maju memasangkan kalung bunga pada Ahen dan juga rombongan,
"Selamat datang di kantor kami Tuan,kunjungan anda adalah kehormatan bagi kami " Hana dan Ahen saling berjabat tangan.Mata mereka saling beradu
deg! Hana seperti mengenal tatapan mata tersebut.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=