
Lupi mengambil kunci motornya dia berlalu dan membiarkan Bu Ratmi dan lusi yang masih berkutat dengan pikirannya masing masing.
"Kakakmu kemana lagi ya.... kok sampai lupa pamit gitu.... ?" Bu Ratmi masih memandang kepergian Lupi.
Lusi mengangkat bahunya
"Orang baru jadian pasti seperti itu Bu Ratmi... perutnya bunyi kriuk kriuk saja pasti di anggap musik pengantar tidur "
Duh Lusi, entah dari mana dia mendapat wejangan seperti itu.
"Jadian ? jadi apa neng? " Bu Ratmi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aduh bu Ratmi,memang dulu bu Ratmi tidak pernah pacaran ya.... sini ikut Lusi nonton Drama korea " Bu Ratmi nurut saja
Lusi memang punya gadget yang khusus untuknya belajar,tapi siapa sangka anak sekecil itu sudah suka nonton Drakor,
Lusi juga punya kepintaran yang tidak di miliki oleh kakaknya.
"Neng Lusi apa tidak di marah sama Lupi kalau nonton apa namanya tadi... " Bu Ratmi mulai pikun
"Drakor Bu Ratmi,... Lusi kan cuma suka lihat pemainnya bukan suka filmnya Bu Ratmi... tuh lihat ganteng kaaan...... "
__ADS_1
"Lah kamu masih bau kencur saja sudah kepincut cowok ganteng gitu... " Bu Ratmi memajukan bibirnya
"Idiiiihhh Bu Ratmi cemburu ya ha...ha...ha... ini Drakor kesukaan kak Lupi lho.... tapi lusi wangi bedak Bu Ratmi bukan bau kencur " Lusi mengendus mencium lengannya sendiri.
"Ibu masak sajalah... ra mudeng aku apa itu drakor dekor deker...! keburu sore Lusi pergi sana mandi !" titah Bu Ratmi
Sejak kedatangan Lupi dan adiknya Bu Ratmi tidak kesepian lagi, bahkan dirinya telah menganggap mereka seperti anaknya sendiri.
"Lusi mau bantu bu Ratmi masak saja ya .. " Beranjak mengikuti langkah kaki bu ratmi
***
Setelah mengambil seragam khusus Lupi mendatangi bagian pengawas lapangan untuk mengetahui wilayah dirinya bekerja.
Lupi mendapatkan tugas di area pasar tradisional sampai dengan jalan menuju pasar,jika hari minggu atau libur Lupi akan melanjutkan pekerjaannya di taman kota
Lupi segera bergabung dengan teamnya tidak ada rasa malu dan gengsi di pikiran Lupi dengan semangat membara dia membersihkan sampah daun dan sampah plastik yang ada di jalanan.
eheusss.... setidaknya dengan begini aku tidak perlu ikut latihan drama persetan dengan hukuman dari bu Risma ,paling juga aku di suruh bernyanyi di depan aula sekolah.. huh! anggap saja aku artis sekolah ha ha ha...
Bagian jalan menuju pasar sudah bersih kini Lupi harus membantu teamnya yang sudah berada di pasar tradisional.
__ADS_1
Lupi memasuki di mana tumpukan sayur yang sudah layu di masukkan ke dalam keranjang tempat sampah.
"Suit ! suit ! Adek ! eh rajinnya... boleh abang bantu kah ?" Para pedagang sayur bersiul menggoda.
Lupi tidak menghiraukan siulan yang datang dari pojok ke pojok peluhnya bercucur membasahi kening dan juga bajunya.
Lupi duduk di sebuah kotak buah yang sudah tidak terpakai, dia mengambil botol minumnya dan meneguknya hingga tandas.
Hhhuuss... Capek ..
"Haus benar nampaknya Dek... capek ya... cantik cantik kok kerjanya tukang kebersihan, coba melamar di toko pakaian... atau kerja jaga lapak abang saja Dek... biar laris hihihi..."
Goda seorang pedagang sayuran.
Lupi menanggapi dengan senyumannya saja
Hari pertama kerja begitu banyak pengalaman yang bisa Lupi ambil.
Jika selama ini dirinya melihat jalan bersih dan rapi tapi hari ini dirinya telah turun tangan langsung untuk merawat jalanan yang orangnya beribu ribu berlalu lalang setiap hari .
Mereka yang seenak hati membuang sampah sampah botol dan plastik tanpa mereka ketahui peluh orang orang yang telah membersihkan dan merapikannya.
__ADS_1