
Sudah setengah jam mereka bertamu,Raisa semakin kesal dengan mamanya yang berulang kali mencubit pergelangan tangannya.
"Raisa usiamu berapa sekarang ? " Pertanyaan yang seharusnya tidak perlu Ahen lontarkan,tanpa harus di jawab dia sudah tahu.
"Enam belas tahun Om,suara Om kok mirip sama papa Mahendra ya Ma," Hana mendelik,ingin dirinya mencubit lengan Raisa lebih kuat lagi.
"Apa iya suara Saya mirip sama papa kamu,sekarang papa kamu di mana" Hana sudah mulai gelisah dia tahu Raisa bicaranya sangat boros.
"Suami saya sudah meninggal kecelakaan di sebuah kapal pesiar setahun yang lalu" secepatnya Hana menjawab pertanyaan yang di tujukan untuk Raisa.
"Oh,maaf nyonya.... turut berduka cita atas meninggalnya suami nyonya" Jefri menundukkan kepalanya,berusaha untuk tidak tertawa di depan Hana.
Mengapa aku merasa tuan besar sangat lucu saat ini,aktingnya benar benar sempurna,beliau benar benar tuan besar the best .
Gumam Jefri di hati.
"Terima kasih tuan Ahen,saya kira anda sudah tahu tentang saya dari Jefri." Hana melirik Jefri,tidak mungkin Ahen tidak bertanya padamu Jef,seperti itu arti lirikan Hana.
Jefri mengangkat wajahnya,reaksi terkejutnya tidak nampak sama sekali,
Tidak bercerita tuan besar sudah tahu nyonya,anda sendiri saat ini sedang bicara dengan suami nyonya yang sudah nyonya anggap meninggal
"Jefri pengawal yang sangat baik nyonya,saya memang ada bertanya,tapi dia mengatakan kehidupan nyonya adalah privat,saya memahami hal itu" Mahendra tahu saat ini Asisten kompleks dirinya dulu sedang mendapat serangan dari Hana.
"maaf nyonya,saat ini saya bekerja pada nyonya,saya tidak berhak menceritakan silsilah kehidupan nyonya tanpa seijin nyonya" Hana menatap Jefri,tidak ada tanda tanda kebohongan di matanya.
"Benar nyonya,saya sering bertanya dengan tuan Jefri secara pribadi tentang Kepemilikan Kencana Group,Jefri selalu mengalihkan pembicaraan kami " Rio menimpali, Mahendra mengernyitkan dahinya,benaknya berkata,benarkah Rio seperti itu,atau hanya perlindungan ganda untuk Jefri.
"He..he... Ternyata kamu punya rasa ingin tahu juga tentang keluarga kecil saya Rio,..." Hana merangkul pundak Raisa dengan senyum bangga,menurutnya Rio sedang ingin mendekati putrinya melalui campur tangan Jefri.
Rasa ingin tahuku sangat besar nyonya,tuan Ahen tidak menjelaskan semuanya padaku,hanya bagian besarnya saja yang aku tahu,
"Maafkan saya nyonya,saya terlalu lancang" Jefri mengintip ekspresi Rio dengan ekor matanya,sungguh akting yang luar biasa,ternyata mantan seorang nelayan ikan sangat pandai bersandiwara,seperti itu yang ada di benak Jefri.
Aku tidak pernah melatih Rio menjadi seorang aktor,tapi perannya di sini melebihi aktor pilihan top sepuluh.
Batin Mahendra alias Ahen.
"Tidak masalah Rio,selama berada di sini,sering seringlah main ke sini,Raisa pasti sangat senang berteman dengan mu,benar begitu sayang " Satu jepitan dari dua jari Hana mendarat lagi di lengan Raisa.
__ADS_1
"Iya... sangat senang ! bahkan sangat senang! lihat aku menari saking senangnya" Sebenarnya Raisa ingin menjerit dan berkata Sakit mama,apa daya jika tidak mematuhi mamanya dia akan sekolah berjalan kaki,menyebalkan bukan?
Hana menutup wajah dengan kedua tangannya,malu melihat tingkah Raisa yang seperti bocah kecil berjingkrak ketika mendapat hadiah dari orang tuanya.
Oh Raisa kenapa jadi begini tingkahnya,inilah akibat latihan singkat dan sangat mendadak praktiknya bikin malu saja ini anak.
"Raisa! " Suara Hana tegas tatapan matanya mengisyaratkan Duduk Raisa ! jaga sikapmu !
Raisa duduk lagi di sofa,kini dia sedikit menjauhi jarak dengan mamanya,
Mama ngebet banget sih sama es batu yang tiba tiba mencair dan tiba tiba membeku,tanganku sudah jadi korban,di pikir lumayan juga wajah es batu
Cara mencairkannya bagaimana mamaaaa......
Raisa memekik dalam hati.
Mahendra,Rio dan juga Jefri saling memandang,di sini Jefri lah yang tidak bisa menahan agar tidak tertawa.
"Apa yang membuatmu tertawa Jef ?" Hana menatap tidak suka baginya Jefri telah menghina putri kesayangannya.
Tentu saja Raisa nyonya yang aku tertawa kan
"Saya ikut bahagia nyonya melihat Nona Raisa sebahagia ini," Di dalam hati Jefri berkata lain, Norak! itulah suara hati Jefri sesungguhnya.
"Apakah Raisa anak tunggal nyonya ?" Pertanyaan Mahendra adalah bumerang bagi Hana,jika dia menjawab iya bagaimana jika suatu saat Ahen tahu dirinya mempunyai dua orang putri yang mewarisi kekayaan suaminya.
Tenang,tetap santai,Mainkan peran keduamu Hana dengan Ahen setelah hilangnya suamimu hilang di telan Bumi.
Bisikan hati Hana pada syaraf otaknya.
"Raisa adalah putri saya satu satunya dengan suami saya yang pertama,kami berpisah karena saya tidak sanggup di perbudak oleh mantan suami saya" Hana merubah raut wajahnya menjadi murung.
Sementara Mahendra bertugas pura pura menyimak cerita dusta Hana,
"Setelah itu pertemuan tanpa sengaja dengan Mas Mahendra di saat dirinya sudah kehilangan nyawa istrinya di toko bunga milik saya,kami pun menikah,Mas Mahendra mempunyai dua orang putri yang usianya selisih dua bulan tua dari Raisa,dan yang kedua usianya sekarang menginjak sepuluh tahun" Hana menyeka titik air yang di paksa dari sudut matanya.
Mahendra melihat Hana,seringai senyum di dalam hatinya.
Mari kita sama sama bermain dalam drama kita masing masing Hana,aku ingin melihat seberapa hebat peranmu di sini
__ADS_1
Mahendra bergumam dalam hati.
"Sekarang mereka di mana,dari tadi saya hanya melihat Nona Raisa" Sekarang Rio yang bertanya.
Hana meraih hpnya di perlihatkan sebuah foto Lupi bersama Ratmi pada Mahendra.
Aku hanya ingin meyakinkan diriku sendiri,ada sesuatu yang tersembunyi di balik wajah Ahen.
Batin Hana curiga.
"Oh.... ini putri anda juga nyonya,maksudnya nyonya ibu sambungnya?" Mahendra berpura pura tidak tahu menahu tentang Lupi,
Untung saja Jefri sudah memberi kabar duluan,jadi aku tidak merasa di kejutkan dengan hadiah dari Hana.
"Iya,apakah tuan mengenalnya ?" Kini Hana yang ingin menjebak Mahendra dengan kata katanya.
"Mengenal secara keseluruhan saya tidak tahu nyonya,Jefri tidak bercerita tentang ini,kenapa tidak bilang Jef kemarin ?" Mahendra berkedip melihat ke arah Jefri.
"Mohon maaf tuan,jika saya bercerita Nona yang di foto itu yang tuan anggap putri tuan dia akan menjaga jarak,itulah sebabnya saya lebih memilih banyak diam" Kembali Jefri harus pintar berakting.
"Kalian sudah menemukan putri saya,di mana dia.... kata kan Jef,kenapa kamu tidak bercerita padaku ? aku merindukannya,Oh Lupi.... kenapa kamu tidak membawanya pulang Jef,tahu kah kamu bagaimana perasaan seorang ibu yang di tinggal putrinya ?" Hana menangis meraung tanpa ada keluar air mata.Hebat kan.
"Sebenarnya apa yang terjadi nyonya... saya mengenalnya ketika kami melewati sekolahnya,saya melihat seorang gadis mirip dengan anak saya nyonya,Saya senang mendengar Jefri mengatakan kalau dia keponakannya yang ingin merasa hidup mandiri tanpa bergantung pada orang tuanya." Mahendra menarik napas dalam,mengatur emosinya yang mulai mendekati kepala dengan wajah kepalsuan Hana.
"Saya meminta Jefri untuk menghampirinya,dia benar benar mirip dengan Anak saya Luna," Mahendra menampakkan sebuah foto yang berparas mirip Lupi,hanya yang membedakan Foto di hp Mahendra gadis itu berambut pendek dan bergaya tomboi.
"Kami datang ke tempat tinggalnya,sungguh dia anak yang pembangkang,tidak mau di nasehati, Jefri saja sudah tidak punya modal lagi bicara dengannya " Mahendra
"Saya sangat menyayangi dia Tuan,sama seperti saya menyayangi Raisa,tapi dia lari dari rumah,dan saya baru tahu tadi siang tentang keberadaannya,dan saya berencana besok akan menjemputnya,bisa Jef,"
Jika Lupi sudah di fasilitasi oleh Ahen,maka otomatis Aku bisa menikmati bahkan Lupi akan aku jadikan senjata untuk Ahen masuk ke rumah ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=
~**Hai pembaca setia Derita Gadis Pewaris
~jangan lupa Like dan komen ya,
Biar author lebih semangat lagi
__ADS_1
~Jangan lupa tambahkan ke favorit reader semua,Kasi vote juga ya ...
~Terima kasih Sahabatku 🥰🥰🥰🥰🥰**