
Bu Ratmi sedang menata susunan kue dan renteng minuman sachet di warungnya,sesekali matanya melihat ke luar depan jalan.
"Neng Lupi dan neng Lusi mana ya belum pulang dari tadi.... sepi gak ada neng Lusi.... " Bu Ratmi mencemaskan kedua orang kakak beradik yang tinggal menghitung hari lagi genap tiga bulan berada di rumahnya.
Pak haji yang sudah lama pulang mengajar murid muslim di tempat sekolah Lusi sengaja bertandang ke warung Bu Ratmi,sekedar menanyakan Lusi.
"Assalamualaikum Bu Rat, apakah Lusi sudah datang ?" tanya pak Haji.
"eh Pak Haji, belum pak.... saya jadi khawatir dengan mereka,apakah pak haji tau kemana Neng Lusi ?" Bu Ratmi terus saja gelisah.
"Maaf Bu,saya juga tidak tahu,satpam sekolah juga tidak di beritahu Lusi pergi kemana, oh iya apa saya telpon nomor orang yang membawa Lusi ya ?" Pak haji mengeluarkan sebuah kartu nama lengkap dengan nomor hpnya.
Pak Haji menekan nomor nomor yang tertera di kartu tersebut,dan hendak memencet sebuah tombol dial.
Sebuah mobil mewah berukuran besar menepi persis di warung Bu Ratmi, Pak haji dan Bu Ratmi sama sama kebingungan,selama ini belum ada mobil mewah seperti itu masuk ke gang mereka.
Seorang pemuda turun dari mobil,membukakan pintu dari bagian tengah,
"Bu Ratmi......!" Lusi keluar dari mobil dan berlari menuju Bu Ratmi
"Neng Lusi....! kemana aja sih neng,ibu cemas neng Lusi tidak pulang bersama Pak Haji" Bu Ratmi memeluk Lusi.
Sementara Lupi juga keluar dari mobil bersamaan dengan Ahen,Rio dan sekretaris Ahen.
Bu Ratmi semakin bingung,Melihat semua orang berjenis kelamin pria dengan tampilan usia yang berbeda.
"Selamat sore Pak Haji,selamat sore Bu Ratmi" Kebiasaan Lupi selalu memberi salam pada orang yang di jumpai.
"Sore Lupi.... "Pak haji menjawab,jam di pergelangan tangan Pak Haji sudah menunjukkan jam tiga lewat sepuluh menit sore hari.
"Selamat sore Pak,Bu..." Ahen juga memberi salam di ikuti oleh Jefri,Rio dan Sekretaris Ahen.
"Siang juga Bapak bapak.." Pak haji dan Bu Ratmi bersamaan.
"Maaf Pak,Buk, tadi yang menjemput Nona Muda dan Nona Kecil ke sekolah adalah saya,nama saya jefri Pak,Buk" Jefri memperkenalkan diri.
Nona muda?Nona Kecil ? apa maksud dari semua ini
Pak haji tidak bisa menyembunyikan kebingungannya.
__ADS_1
"Maaf Pak Buk,maksudnya adalah Lupi dan Lusi,tuan jefri ini terbiasa memanggil orang yang masih gadis dengan sebutan Nona menyesuaikan usianya" Ahen meluruskan perkataan Jefri.
"Oooooh....." Pak Haji dan Bu Ratmi serentak.
"Mari silakan duduk tuan tuan " Bu Ratmi sopan.
Mereka berempat pun duduk di bangku warung,pak Haji juga duduk bergabung dengan mereka.
Lupi dengan cekatan membuatkan lima cangkir kopi,Ahen memperhatikan putrinya yang sudah lincah meracik minuman kopi.
Di teras warung sekarang jelas kulit Lupi yang sedikit gelap akibat berteman dengan terik matahari.
Lupi menyodorkan satu persatu cangkir kopi pada lima orang pria dewasa.
Ahen menyeruput kopi buatan putrinya Jefri ,Rio,dan sekretaris Ahen melakukan hal yang sama.
"Hmmm,kopinya mantap sekali.... " puji Ahen
"Terima kasih Om..." Lupi membungkukkan badannya.
"Maaf Bapak bapak ini dari mana ?" Pak haji bertanya.
"Kami bertiga ini datang dari kota A pak,kami ke sini sedang liburan,kebetulan tadi teman saya Jefri juga berada di sini dan ingin menemui anak dari sahabatnya dulu...." Ahen yang bicara.
Tidak mungkin Lupi bisa membeli baju semahal ini,lalu orang orang ini apa ada hubungan dengan orang tua Lupi?
Ratmi membatin.
"Maaf tuan,apakah tuan tuan ini mengenal baik orang tua Neng Lupi dan Neng Lusi" Ratmi bertanya.
"Kami saling mengenal Buk,beliau adalah orang yang sangat baik,berjiwa besar, kami bekerja di kantor yang sama,tapi sayang kami terpisah oleh ombak lautan saat kapal kami tenggelam,sampai saat ini kami tidak tahu jejak beliau lagi " Ujar Jefri membungkukkan badannya sebagai tanda permohonan maaf pada Ahen.
"Innalilahi Wa innailaihi Raji'un" Pak haji beristighfar
"Yang sabar ya Neng, harus kuat,banyak berdoa " Ratmi mengelus belakang Lupi,tangan sebelah memeluk Lusi.
Air matanya mengalir di pipi.
"Maksud kedatangan kami kemari ingin mengajak Nona Muda dan Nona kecil tinggal di kontrakan saya yang kosong,soal biaya saya yang bertanggung jawab sampai biaya sekolah keduanya" Jefri menerangkan lagi.
__ADS_1
Jefri sengaja semua atas nama dirinya supaya penyamaran Ahen tidak di curigai.
Ratmi menatap Lupi dan Lusi,ada perasaan berat berpisah dengan mereka,dia sudah menganggap mereka sebagai anak kandungnya.
Demikian juga dengan Pak Haji,yang setiap hari membawa Lusi pulang pergi ke sekolah,dia merasa kehilangan gadis kecil yang ceria.
"Saya tidak bisa berbuat apa apa tuan,apa yang terbaik untuk mereka saya hanya mendukung saja,jika boleh jujur saya berat berpisah dengan mereka berdua,saya sudah menganggap mereka seperti anak kandung saya tuan" Ratmi menitikkan air mata tidak rela berpisah.
"Saya juga sependapat dengan Bu Ratmi Bapak bapak," Pak Haji juga menimpali.
"Mereka anak yang baik,ceria,mudah bergaul,terutama Lupi,dia anak yang pekerja keras tanpa pandang gengsi seperti anak muda lainnya" Pak Haji melanjutkan kata katanya.
"Saya masih betah tinggal bersama Bu Ratmi Om jef,beliau sudah banyak berjasa untuk kami berdua,dan juga Pak Haji yang sudah suka rela memberi tumpangan pada Lusi ke sekolah" Lupi menatap mereka semua.
Ting! Notifikasi pesan masuk ke hp Jefri dari Ahen,
(Jef,beri mereka fasilitas yang baik,sebagai tanda terima kasih untuk Buk Ratmi)
Pesan terbaca.
Jefri menganggukkan kepala pelan bahkan hampir tidak terlihat sebuah anggukan.
"Baiklah jika ini keinginan Nona Muda,maka ijinkan kami mewakili tanda terima kasih dari orang tua Nona Muda dan Nona kecil untuk Bu Ratmi,dan juga Pak Haji" Jefri merapatkan kedua tangannya di letakkan di dadanya.
Jefri mengeluarkan sebuah kartu kredit untuk di berikan pada Lupi,secarik kertas bertuliskan uang senilai dua puluh juta untuk pak Haji,dan untuk Ratmi senilai lima juta.
"Maaf Bu Ratmi,dan Pak Haji,mohon di terima dengan ikhlas,ini tidak sesuai dengan jasa bapak dan ibu telah rela membantu Nona Muda dan nona kecil, Bapak dan Ibu bisa bawa kertas ini ke BANK terdekat di sini,
Untuk Nona Muda Nona bisa menggunakan kartu ini kapan saja dan di mana saja,semoga bermanfaat untuk Nona muda dan nona kecil." Jefri menjelaskan secara detail.
"Sebaiknya Lupi jangan kerja lagi ya di bagian kebersihan, kalau Lupi perlu uang,Lupi tinggal telpon Om saja,kalau Lupi malu sama saya bilang sama Om jef saja, ya Kak...."Ahen mengusap kepala Lupi.
"Kenapa saat ini aku merasa ada ayah di sampingku Bu Ratmi,Pak Haji.... apa karna ini perasaanku saja yang rindu ayah Bu....." Lupi menangis tersedu memeluk Ratmi.
Ahen berdiri di samping Lupi, tidak sanggup melihat putrinya menangis merindukannya,
Di belai rambutnya yang bergelombang alami.
"Jika Lupi tidak merindukan ayahmu,peluklah saya ... saya akan memelukmu seperti seorang ayah yang kamu rindukan " Ahen merentangkan tangannya matanya berembun.
__ADS_1
Lupi menatap Ahen lekat,ikatan batin tidak bisa di sembunyikan Lupi langsung memeluk Ahen, menangis sejadi jadinya,di ikuti oleh Lusi,Ratmi dan Pak Haji ikut terharu melihatnya.
\=\=\=\=\=\=\=