Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
27


__ADS_3

Ahen menitikkan air matanya, ingin dirinya mencium memeluk putrinya dan berkata


,aku memang ayahmu nak, tapi apa daya tidak mungkin dia membuka topeng silikonnya saat ini.


"Kenapa Om nangis ?... Ih ..cengeng...pasti Om baper sama Drakor ya hi... hi...hi .." Lusi menggoda Ahen.


"Gak... O...m ti..tidak nangis, ini,kelilipan kena debu dari atas mobil Om jefri,ah...mobil Om jefri ini banyak Debunya..." Ahen menepuk bagian atas mobil.


Lusi juga mengikuti gaya ayahnya.


Senyum bahagia terpancar di bibir Jefri karna bisa mempertemukan ayah dan anak walaupun sang anak tidak mengenali ayahnya sendiri.


"Om,kenapa kita ke sini....tempat tinggal Lusi lewat sana Om,kalau ke sini jalan menuju sekolah kakak Lupi," Lusi menegur Jefri yang sedang menyetir.


"Om kangen sama Lupi,Om juga sudah lama tidak ketemu Lupi," Jefri mendahului Ahen berbicara.


"Om bawa Lusi keliling keliling,nanti bagaiman dengan Om Om yang lainnya,kan kasian mereka Om, " Lusi memarahi Jefri.


"Kami tidak apa apa Nona kecil,kami sangat senang berkeliling bersama gadis kecil semanis kamu" Sekretaris Ahen yang duluan bicara.


"Bagaimana kalau kita ajak kakakmu makan siang,kami juga sedang liburan di sini,siapa tau kamu bisa menunjukan tempat makan yang paling enak di sini " Ahen berpura pura sebagai orang yang pertama kali datang ke kota B.


"Ada Om! dulu ayah sering membawa kami ke sana,Om jefri tau kok Om ! " Lusi berseru semangat.


"Oh ayo dong Om jefri,bawa kami ke sana..." Ahen semakin terharu dengan penuturan anaknya.


Tiba di sekolah Lupi,Ahen dan Lusi sama sama melihat ke depan gerbang sekolah.


Bagaimana kabarmu sekarang Nak,apakah kamu baik baik saja


"Itu Lupi !" Ahen dan Lusi bersamaan, Ahen menutup mulut dengan tangannya, tidak sadar dia mengucapkannya.


"Kok Om bisa kenal Kak Lupi?Lusi aja belum tau nama Om siapa !" Tanya Lusi bingung.


"Oh,Om Lupa tadi,namanya Om Ahen Non Lusi, Om juga sudah kasi tau Om Ahen kalau Om mau jemput kalian berdua,Om juga sudah kasi tau foto kalian berdua" Jefri menunjukkan foto Lupi dan Lusi yang sedang duduk bersama.


Huh,untung jefri cerdas


Ahen mengelus dadanya.


"Kak Lupiiiiii !" Kebiasaan Lusi selalu berteriak memanggil Lupi.


"Non Lusi .. jangan teriak ya... nanti Om di bilang seorang penculik " Ucap jefri.


Jefri masih berpikir bagaimana cara menghampiri Lupi,dia tidak ingin di ketahui oleh Raisa.

__ADS_1


"Rio,bisa kamu membantuku ?" Rio paham dengan maksud Jefri,sebelumnya jefri juga sudah mendengar langsung cerita mengenai kedua putri Ahen.


"Baiklah," Rio turun dari mobil dan menghampiri Lupi,Rio memang belum pernah bertemu Lupi secara langsug.Tapi dia sudah sering melihat Photo Lupi.


"Permisi Nona,apakah anda Nona Lupi ?"Rio bicara sopan dan sangat berhati hati.


Lupi mengangguk di tatapnya orang asing yang berdiri di depannya.


"Maaf,anda siapa,bagaimana anda tau nama saya ,?"


"Maaf Nona,saya utusan dari tuan Jefri,Tuan Jefri menunggu Nona di dalam mobil bersama adik Nona ,Lusi," Rio menunjukkan sebuah mobil yang sedang parkir.


Pandangan Lupi mengikuti petunjuk dari Rio,terlihat Lusi melambaikan tangannya,Lupi juga mengenali mobil tersebut.


Lupi menghampiri mobil yang di gunakan khusus karyawan kantor ayahnya.


Jefri membuka kaca mobil.


"Nona muda,mari ikut mobil ini,motor Nona muda titipkan dengan Satpam saja,atau bisa teman saya yang bawa," Jefri membukakan pintu mobil dari depan dari dalam.


"Biar saya yang bawanya Nona,silakan Nona masuk" Tanpa banyak tanya Lupi menyerahkan kunci motornya dan masuk ke dalam mobil.


Dengan cepat Jefri menutup kembali pintu dan kaca mobil,


"Om jefri kenapa tiba tiba Om jefri ke sini bersama Lusi,dan orang orang ini Siapa?" Tanya Lupi.


"Selamat Siang Om,Saya seperti mengenal Om,tapi Saya lupa di mana,mungkin mirip saja ya Om," Lupi memberi salam hormat.


"Selamat siang juga Lupi, mungkin kita pernah saling mengenal,tapi mulai sekarang kita bisa saling mengenal " Ahen menahan gejolak rindu ingin memeluk Lupi.


"Suara itu...." Lupi menahan ucapannya


Mungkin suatu kebetulan saja suara dan matanya gaya bicaranya juga mirip ayah.


"Ada apa Nona muda,oh iya Om perkenalkan dulu ya yang ada di dalam ini ,Yang di sebelah Nona Kecil itu adalah Tuan Ahen pemilik perusahaan terbesar di Kota A,dia adalah teman Om di sana,sekaligus yang akan ikut menanam saham di kantor ayah Nona muda di sini,"Jefri menyetir mobil perlahan sambil bicara.


"Sedangkan yang paling belakang dia adalah sekretaris tuan Ahen,yang bawa motor Nona Lupi dia adalah as...." Jefri tidak dapat meneruskan ucapannya.


"Dia anak angkat Om " Ahen menimpali.


Namanya juga ada kesamaan dengan ayah, ini halusinasi ku saja...ayah ...kenapa tiba tiba aku ingat ayah.....


Jefri menepikan mobilnya di dekat showroom, memberikan tissue pada Lupi yang sedang menangis,Jefri tau kalau saat ini Lupi merindukan ayahnya.


Jefri mengambil benda pipih miliknya.

__ADS_1


[Rio,titipkan mobil itu di showroom,]


Jefri mematikan ponselnya,seorang pria yang membuntuti mobil membelokkan motornya ke showroom,setelah itu keluar dan berjalan menuju mobil yang bawa jefri.


Rio masuk ke dalam mobil duduk dekat dengan sekretaris Ahen.


Jefri kembali melajukan mobilnya,sesekali dia melihat Ahen dari kaca,mata Ahen berembun,tangan sebelahnya merangkul Lusi dan sambil mengusap lengan Lusi.


"Lupi.... kamu bawa apa Nak...." Lupi tersentak dirinya semakin merindukan sosok ayahnya.


Apalagi mendengar Ahen menyebut dirinya dengan kata 'Nak' itu adalah kebiasaan ayahnya dulu.


Air matanya pun jatuh Ahen mengusap rambut Lupi dari belakang.


"Ayah...." Lupi bergetar menyebut kata Ayah.


"Kamu merindukan ayah kamu Nak,kalian berdua boleh panggil Om ayah, Om sudah tau cerita kalian dari Jefri," Ahen terus saja mengusap rambut Lupi.


Lusi yang dari tadi merasa nyaman sudah terlelap tidur di samping ayahnya.


"Maaf Om.... Saya jadi cengeng begini... ini saya bawa kue tinggal dikit lagi Om,mau ?" Lupi menyodorkan tempat kuenya.


Terasa di iris pisau belati Ahen menahan rasa sakit di dadanya,sesak melihat putrinya berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan adiknya.


Rahang Ahen mengeras, wajahnya menjadi merah,Hana telah memperlakukan putrinya sangat kejam.


Jika di bandingkan gaya Hana yang glamor Lupi dan Lusi sangat jauh berbanding terbalik dengannya.


"Oh, maaf Om.... "Lupi menarik kembali tempat kuenya.


Cekatan Ahen memegang tangan Lupi


"Mulai sekarang jangan panggil Om lagi Ya... panggil ayah saja... sini kuenya.... ayah suka kok, pasti enak,karna yang bikinnya anak yang cantik dan tangguh," Ahen mengambil satu buah kue dan menggigitnya.


"Hemmm, enak,! mau coba ?" Ahen menyodorkan kue pada Rio dan sekretarisnya.Mereka juga menggigitnya,menikmati hingga habis.


Sudah sampai mari turun untuk makan siang" Jefri mematikan mesin mobil di sebuah restoran ternama, mereka semuanya turun,Lusi tampak masih lesu karna baru terbangun dari tidurnya.


Ahen menggendongnya persis seperti yang sering dia lakukan sebelum dirinya menyamar


"Ayah...." Reflek Lusi menyebut ayahnya.


"Kita sudah sampai Nak,apa mau ayah gendong sampai meja makan?" goda Ahen.


Kembali Lupi tersentak, kata kata itu adalah yang sering di ucapkan ayahnya yang sedang memanjakan Lusi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2