
Di sebuah gedung sekolah berkelas elit Raisa menghampiri Alek yang sedang duduk bersama teman temanya.
Huh..si tampan pujaan hati ternyata dirimu sedang menunggu ku
"Hai semua....! boleh aku gabung?"
Kenapa dia yang datang bukannya lupi?
"Lupi kok tidak masuk ya hari ini,kemana lupi Rai.. "
Oh mama anakmu sudah cantik begini tapi Alek diam saja,yang di tanyakan malah si lupi
"Lupi masih tidur tadi pas aku berangkat ke sekolah di bangunin juga tidak mau,"
Alek masih diam hanya temannya si Gino yang sering bicara dengan Raisa.
Apa iya Lupi masih tidur,
"Alek , untuk tugas kelompok aku gabung denganmu saja ya ..."
Alek hanya menatap Raisa sekilas saja tidak ada jawaban
Aku apakan cewek ini nanti ya .. sepertinya dia cocok juga buat hiburan party malam minggu nanti
Alek cowok yang terkenal paling tampan di sekolah hobinya pun gonta ganti pacar sifatnya sedikit agresif.
"Boleh juga.... kami juga belum ada yang cewek ya kan Gin..."
Alek mengedipkan matanya ke arah Gino,teman teman Alek yang hapal sifat Alek serentak mengiyakan.
"wah ... tambah seru lagi kalau ada satu orang cewek lagi.... gimana Lek ? Apa kita tambahkan Lupi saja"
Raisa mendengus kesal mendengar nama Lupi akan di tambahkan di kelompoknya.
Aku harus mencari akal supaya Lupi Si kucing kurap itu tidak di tambahkan
"Kita satu kelompok kan berjumlah enam orang bagaimana kalau kita tambahkan Melani dan Sinta saja jadi pas kita"
"Apa mereka belum ikut kelompok yang lain?"
Jordan menimpali
"eh iya sebentar aku tanya mereka dulu ya "
__ADS_1
Raisa melakukan panggilan group mereka
[Hai..... Melani,Sinta kalian berdua bisa gabung kelompok Alek gak,masih kurang dua orang lagi...]
[Aku sudah ikut kelompok satu Rai... Sinta kayanya belum deh... gimana Sin....]
[bisa sih... tapi rumahku kan jauh Rai....sebenarnya aku pengen gabung sama Melani biar dekat]
Bisa gawat kalau begini ok.... lupi akan aku tambahkan di kelompok empat saja
[nanti aku yang jemput deh.... ya... . gimana Sin..]
[ok deh aku mau]
Yes! berlima saja dalam kelompok tidak masalah... tapi kalau Lupi masuk bisa juga tu perannya jadi babu ha... ha....
"Sudah ada lima orang tinggal cari satu orang lagi"
Gino menatap ke arah Alek dan Jordan
"Lupi sajalah nanti kamu tinggal bilang sama dia Rai... kamu kan satu rumah"
iya iya .. Lupi saja.....
Lupi lagi lupi lagi,kenapa semuanya harus ada lupi, huh! menjengkelkan sekali,kalau bisa sudah aku singkirkan manusia bersama lupi,supaya semuanya tidak bergantung lupi.
"Iya deh... nanti aku bilang dia "
senyum buatan Raisa pun keluar,entah bagaimana jadinya nanti mereka saat bekerja sama team.
Di rumah saja Lupi dan Raisa tidak pernah saling bicara.
Bunyi bel terdengar tandanya jam masuk sudah tiba, Alek,Gino,Jordan berjalan menuju kelasnya.
"Lek,tungguin dong.... "
Semua mata tertuju pada Raisa yang mengandeng lengan Alek.
Andaikan kamu pacarku pasti aku akan menjadi wanita paling beruntung di muka bumi ini ... hai.... jangan mundur Raisa... kamu pasti bisa memilki Alek ..kamu itu cantik
"Rai.... gak usah lebay gini deh.... biasa aja kali.... "
Alek melepas tangan Raisa yang melingkar di lengannya.Baru kali ini Alek menolak di rangkul cewek cantik di sekolah.
__ADS_1
Biasanya dialah yang paling suka duduk dan langsung merangkul gadis gadis sekolahan.
Gino dan Jordan saling tatap
Tumben ni anak gak mau di gandeng sama cewek cakep,biasanya level bawah saja dia sikat
"Gandeng tangan ku saja Rai.... aku ikhlas kok... benar deh "
Gino mengulurkan tangannya dengan Raisa mimik wajah Raisa berubah jadi masam.
"Ogah aku gandengan sama kamu Gino terpeleset saja aku tidak mau pegang tangan kamu"
Raisa menghentakkan kakinya Jordan yang usil sengaja merentangkan kakinya,alhasil Raisa tersandung badannya oleng.
"Auw! Gino!"
Tangan Raisa reflek memeluk Gino tawa Alek dan Jordan tergelak.
"Cie cie.... yang tadi tidak mau gandengan sama Gino sekarang eh malah pelukan..."
Terima kasih Tuhan Engkau kirimkan orang usil seperti Jordan hingga aku bisa memeluk Raisa.
Gino sengaja mendekap Raisa dengan erat
"Kamu mencuri kesempatan yang tidak aku jaga Gino! bikin sebel aja!"
Ngapain juga aku harus tersandung segala... hah... kakiku emang lebay berlebihan
"Ini bukan mencuri Rai... tapi peluang emas iya Lek,Jor ? " Gino mengedipkan matanya.
"kalian berdua serasi deh kayanya,benarkan Lek," Jordan sekarang yang menggoda Raisa.
Alek hanya menaikan dua jempolnya ke arah Raisa dan Gino.
Raisa semakin dongkol niat hati ingin bergandengan dengan Alek,malah jatuh di peluk oleh Gino yang menyebalkan menurutnya.
"Bersyukur saja Rai .. coba kalau tidak ada Gino,kamu pasti jatuh mencium lantai,seharusnya kamu senang dong...." Jordan malah ikut menggoda Raisa.
"Alek ... kamu jahat banget sih.... " Raisa manja.
"Jahat apanya Rai.... " Alek menautkan alisnya.
"Kamu tidak langsung tangkap tanganku," Raisa masih kesal dengan Alek.
__ADS_1
Alek hanya mengangkat kedua tangannya.