Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
36


__ADS_3

Di sebuah rumah megah seorang wanita duduk di sofa tangannya mengetuk pinggiran sofa,


Nona Lupi sudah di fasilitasi oleh seseorang yang bernama Ahen Nyonya


Kata kata itu masih terngiang di telinganya,Hana melihat foto yang di kirim oleh salah seorang anak buahnya.


Terlihat Lupi bahagia bersama seorang wanita,di lihatnya wajah wanita di sebelah Lupi.


"Ratmi ," Ucap Hana pelan di perhatikan lagi wajah wanita tadi untuk meyakinkan.


"Aku tidak salah,ini adalah Ratmi,ternyata selama ini Lupi tinggal bersama wanita buluk itu," Hana bergumam kecil.


"Jef,kesini ,!" Panggil Hana.


"Iya nyonya,ada apa nyonya," Jefri masih dalam posisi berdiri.


"Apa kamu sudah menemukan Lupi" Tanya Hana.


Hhh!Jefri mengatur napasnya menyusun kata kata yang pas tanpa membuat Hana menjadi curiga.


"Sudah nyonya,dia tinggal di gang Haji nyonya bersama seorang janda," Jawab Jefri.


"Kamu tahu siapa nama perempuan yang bersamanya ini?" Hana menampakkan sebuah foto.


Deg! Cepat cepat Jefri menyembunyikan rasa kagetnya,


Ternyata nyonya Hana telah mengirim orang untuk menyelidiki Nona muda aku harus hati hati dalam bicara.


Ding! ding! ding! ding!


Hp Hana berbunyi,


[Halo]


[Berita terbaru saat ini yang saya peroleh Tuan Ahen mengunjungi rumah tempat Nona Lupi tinggal bersama Jefri.] Jefri mendengar percakapan Hana dan anak buahnya.


Hana speaker hpnya sengaja di aktifkan.


Gawat,aku harus memberitahu hal ini pada Tuan Besar.


Jefri.


Hingga panggilan berakhir Jefri masih berdiri sambil memeluk tabletnya.Mata hana menatap tajam ke arah Jefri meminta penjelasan.


"Maaf nyonya, di saat kami berkeliling Tuan Ahen meminta saya mampir di warung kecil tempat Nona Muda tinggal," Jefri menghentikan kalimatnya.


"Apa benar Tuan Ahen telah memfasilitasi kehidupan Lupi dan Ratmi di sana ?" Hana terburu buru bicara hingga dia menyebutkan nama Ratmi.


"Nyonya mengenal Bu Ratmi ?" Hana gelagapan dengan pertanyaan dari Jefri


Bodoh kamu Hana,otak mu bodoh Hana mengapa aku bisa keceplosan


Hana mengumpat dirinya dalam hati.


"S saya e aku tahu dari orang yang aku suruh menggali informasi tentang Lupi" Hana gugup.


Tugas baruku nyonya menyelidiki nyonya dan Bu Ratmi

__ADS_1


Jefri.


"Apakah masih ada yang ingin nyonya tanyakan,saya boleh permisi ?"


"Tunggu! kamu belum menjawab pertanyaan ku" Hana


"Kalau soal itu saya tidak menahu Nyonya,sebaiknya nyonya tanya langsung dengan tuan Ahen,sekali lagi maaf nyonya" Jefri menunduk.


Kalau bukan karena ingin mendapatkan sidik jari dua kakak beradik itu,sudah ku singkirkan kamu Jef,kamu benar benar tidak berguna


"Silakan pergi," Ucap Hana.


Jefri melangkah menuju kamarnya,menutup dan mengunci dari dalam.


Di letakkan tablet yang menempel di dadanya,memasang earphone di telinganya untuk mendengarkan kalimat Hana yang terekam oleh tabletnya.


Jefri mengirim rekamannya pada tuan besarnya,


(Terima kasih Jef,kinerja mu memang bagus,aku akan ke rumah mengguna taksi online supaya Hana tidak curiga)


(Baik tuan) pesan terkirim.


Jefri kembali keluar dari kamarnya,menemui Hana yang masih sibuk menggali informasi tentang Lupi.


"Permisi nyonya,tuan Ahen memberi kabar jika beliau akan ke rumah " Jefri


Deg! "kapan?jam berapa? " Hana seperti orang kebakar jenggot kaget bercampur senang.


"Setengah jam lalu beliau memberi kabar" Dusta Jefri.


Hana menjadi serba salah,Jefri sengaja membohongi Hana,supaya dia tidak sempat memperbaiki dirinya.


"Maaf nyonya,tadi saya ingin memberitahu nyonya,tapi tadi topik kita wanita yang di sebut nyonya Bu Ratmi" Wajah Hana menegang.


Sial! bagaimana kalau tuan Ahen tahu bibit bobot keluarga ini,bisa gagal mendapat saham darinya.


"Jef,apakah Ahen tahu silsilah keluarga ini,atau kamu sudah menceritakan padanya," Hana memicingkan matanya.


"Saya tidak berkata apa pun tentang keluarga ini nyonya,tugas saya hanya menemani Tuan Ahen berkeliling kota ini selama beliau berada di sini " Kilah Jefri


Tidak perlu bercerita nyonya,Tuan Besar sudah tahu semuanya.


Jefri tersenyum dalam pikirannya.


"Berapa lama dia berada di sini," Tanya Hana lagi.


"Sepekan nyonya " Jefri santai.


Aku harus menggunakan kesempatan ini,membuat Ahen tergila padaku,dengan begitu aku bisa menyingkirkan Jefri dan Pram dua ekor lalat yang membuat langkahku terbatas.


Hana bergumam kecil.


Deru mobil berhenti di depan pagar rumah,


Drrrt drrrt ! Hp Hana bergetar panggilan masuk dari satpam rumah.


"Halo,ada pak," "Mereka tamu saya pak,antar mereka masuk"

__ADS_1


Hana memutuskan sambungan telepon.


"Jef,Tuan Ahen sudah datang,sambut mereka dengan baik,aku akan ke kamar sebentar ," Hana melangkah kamarnya di lantai atas.


Mau berdandan seperti apapun nyonya kalau sudah raflesia tidak bisa berubah melati


Jefri membukakan pintu,menyambut Tuan besar yang menjelma menjadi tamu agung nyonya besar.


"Selamat malam tuan,mari ...silakan masuk " Canggung jika Jefri melakukan ini semua,tapi apa boleh buat drama harus di mainkan tanpa ada latihan.


Ahen datang bersama Rio,mereka pun masuk,bagi Ahen saat ini dia hanya ingin melihat kondisi rumahnya setelah lama dirinya menghilang.


Lain lagi di pikiran Rio,dia menatap mulai dari sebelum masuk sampai dia masuk ke dalam rumah dengan pandangan takjub.


Membayangkan hak waris yang saat ini tinggal di sebuah rumah kecil sesak yang di rasakan oleh Rio,dirinya juga pernah merasakan hidup di sebuah gubuk bersama orang tuanya sebelum mereka mengenal Mahendra yang sekarang di kenal mereka dengan nama Ahen.


"Rio,apakah kamu akan terus berdiri di situ ?" Tanya Hana yang sedang menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


Rio tersentak dari lamunannya,kini matanya melihat ke perempuan yang berjalan di belakang Hana,


Mungkin dia yang bernama Raisa.


Batin Rio berkata.


"Silakan duduk Rio," ucap Jefri.


"Jef,bicaralah yang sopan pada Rio,apakah kamu lupa dia penerus dari tuan Ahen," Hana melirik Ahen dengan senyum yang menggoda.


"Maaf Tuan Rio,mohon maafkan saya," Jefri membungkuk,


"Tidak masalah Jef,Rio tidak suka dengan panggilan formal,dia paling suka di panggil Rio saja,bukan begitu Rio ?" Ahen mengerling kan sebelah matanya.


"Iya tuan" Jawaban Rio di tujukan pada Ahen,yang Hana tahu jika kalimat Rio di ucapkan untuk Jefri.


"Rai.... ucapkan salam pada Tuan Ahen dan Rio" Hana secara tidak langsung mengenalkan putrinya pada Rio dan Ahen.


"Salam Om,saya Raisa Devita," Raisa mengulurkan tangannya pada Rio


"Hai,aku Raisa" Wajahnya di buat semanis mungkin.


"Hai,saya Rio," Rio tidak membalas jabatan tangan Raisa dia hanya melebarkan senyumnya.


Raisa menarik kembali tangannya,wajahnya berubah menjadi masam.


"Auw! " Raisa mengusap pergelangan tangannya menoleh ke arah Hana yang berpura pura tidak melakukan hal apapun padanya.


Apa sih mama pakai cubit tangan segala,lagian kenapa coba aku harus memperkenalkan diri dengan es batu yang beku begitu,


Raisa mengumpat Hana dan Rio dalam hatinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


~**Hai pembaca setia Derita Gadis Pewaris


~jangan lupa Like dan komen ya,


Biar author lebih semangat lagi

__ADS_1


~Jangan lupa tambahkan ke favorit reader semua,Kasi vote juga ya ...


~Terima kasih Sahabatku 🥰🥰🥰🥰🥰**


__ADS_2