
Lupi tidak pernah membayangkan dirinya bisa memasuki restoran berkelas elit yang dulunya menjadi tempat favorit ayahnya dan Lusi.
Lupi duduk di kursi empuk,jefri sengaja memboking kelas VVIP supaya tidak ada yang melihat Lupi dan Lusi bersamanya.
Ahen duduk di antara kedua putrinya, Lupi tidak merasa risih sedikitpun duduk dekat Ahen,biasanya dia suka menjaga jarak dengan orang yang baru dia kenal.
Dua orang pelayan masuk membawa makanan yang sudah di pesan oleh mereka,
Lusi sangat menikmati makanannya.
Ting! Handphone Lupi berbunyi,satu pesan masuk ke ponselnya
{Lupi,kamu lagi di mana } Alek
{Aku sedang bersama adikku }Lupi
{Di mana } Alek
Lupi mengetuk hpnya bingung mau bilang apa sama Alek.
"Siapa Lupi...." Ucap Ahen lembut
"Teman Om..." Lupi singkat
"Paling pacarnya Om ...!" Lusi seenaknya saja.
Lupi membelalakkan matanya ke arah Lusi,adik kesayangannya itu terkadang memang suka nyebelin.
"Sekolah dulu yang rajin ya.... baru pacaran,oh ya sekarang kelas berapa kamu kak?" Lupi kembali tersentak,lagi lagi dia teringat ayahnya yang sering memanggil dirinya dengan sebutan kakak.
"Kelas XII Om...." Lupi datar.
Tring! tring! tring! tring!
Hp Lupi berdering,panggilan masuk dari pengawas Kebersihan.
Lupi meminta ijin untuk untuk berbicara dengan orang yang menelponnya.
"Halo pak...." Lusi mengangkat teleponnya, Ahen melihat Lupi dengan wajah serius bicara dengan seseorang yang di panggilnya Pak.
"Maaf Pak,saya datang sedikit terlambat,tapi akan saya usahakan datang secepat mungkin"
Lupi mengakhiri panggilan teleponnya.
Tampak jelas wajah Lupi yang murung.
"Om jef,bisa antar Lupi ke showroom? Lupi harus cepat pulang Om soalnya...." Tidak melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Ada apa Lupi.... ada masalah ?" Ahen menatap Lupi teduh.
Ayah...tatapan itu punya ayah.... kenapa Om Ahen bisa seperti ayah.
Batin Lupi.
"Kakak Lupi harus kerja lagi Om Ahen" Lusi yang menjawab pertanyaan Ahen.
"Kerja?" Ahen mengerutkan keningnya, Lupi hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Kerja di mana kamu Lupi.....?" Ahen penasaran,Sejauh ini belum ada laporan dari Jefri tentang pekerjaan Lupi.
"Kakak Lupi kerja jadi tukang kebersihan jalan menuju pasar Om ...," Lagi lagi Lusi yang menjawab.
Semua yang berada di ruangan tertutup tersebut melongo,
Menyedihkan sekali kisah hidupmu Nona,
Batin sekretaris Ahen.
"Kebersihan?" Ahen mengulang lagi ucapan Lusi dan melihat ke arah Jefri menuntut penjelasan.Jefri tertunduk lalu mengambil hpnya.
(Maaf Tuan,yang satu ini saya lupa memberitahu tuan ") Jefri mengirimkan sebuah pesan ke ponsel Ahen.
Ting!
Jadi selama ini Lupi menjadi tukang sapu jalanan? Maafkan ayah Lupi.... Hana,kamu harus membayar semuanya
Ahen mengeraskan rahangnya,darahnya seketika menjalar naik ke ubun ubun,betapa tidak,putrinya hidup terlantar jauh dari kata cukup.Sementara dirinya hidup bergelimang harta.
Kenapa Tuan tidak membawa putri tuan pindah hidup bersama dengan tuan? aku merasa bersalah pada Nona Lupi dan Nona Lusi,di sana hidupku sudah lebih dari cukup karena jasa ayah nona,di sini nona hidup menyedihkan jauh dari ayah nona.
Rio.
"Maaf Nona Muda,bisakah untuk hari ini Nona ijin saja,? biar saya yang akan bicara dengan pengawasnya," Jefri membungkuk hormat pada Lupi.
"Tapi Om.... " Lupi bimbang
"Lupi.... yang di katakan Om jefri itu benar,Untuk upah mu hari ini biar saya yang ganti,maaf bukan saya meremehkan pekerjaanmu,untuk hari ini bisa kan kamu ijin,dan membawa adikmu berkeliling kota ini bersama kami" Ahen berkata sedikit memohon pada Lupi.
"Tapi bagaimana dengan Om jefri,kalau Ibu Hana tau hal ini Om jefri juga bisa di pecat dari perusahaan yang Ibu Hana pegang sekarang " Lupi menghawatirkan Jefri.
Sungguh mulia hatimu Nona,masih sempat sempatnya dia mencemaskan orang lain,sementara dirinya hidup dalam kesusahan.
Rio.
"Nona muda tidak perlu mencemaskan saya,Inilah sebabnya Om menjemput kalian,karena Om tidak nyaman melihat kalian seperti ini,sementara Saya masih bisa menikmati harta ayah Nona." Jefri menundukkan kepalanya.Perasaan bersalah selama ini terus saja menganggu pikirannya.
__ADS_1
Pasalnya dia tidak bisa berbuat apa apa,ruang geraknya saja selalu di batasi oleh Hana.
Lupi akhirnya menyerahkan hpnya pada Jefri sebelumnya Lupi sudah mencarikan nama pengawas bagian kebersihan.
Selesai meminta ijin untuk Lupi,Jefri menelpon seseorang untuk membawakan pakaian wanita remaja dan anak anak berusia sepuluh tahun.
Tidak lama sebuah pesan dari resepsionis memberitahu kalau ada orang yang ingin masuk mengantarkan barang atas nama jefri.
Jefri meminta resepsionis tersebut mengantarnya ke ruang VVIP berlambang gold tersebut.
"Berdiri di situ !" seorang wanita menghentikan langkahnya,kedua tangannya membawa banyak paper bag.
Jefri mengeluarkan sebuah alat pendeteksi adanya benda logam atau besi dari dalam tas kerjanya,alat itu pun di gerakkan turun naik dan mengitari tubuh wanita yang di utus dari butik pesanan jefri.
Netral! tidak ada menimbulkan cahaya ataupun suara pada benda tersebut.
"Letakkan barang barang itu di meja,dan buka satu persatu " wanita itu mengikuti perintah Jefri.
Setelah semuanya terlihat aman Jefri mempersilahkan wanita itu keluar,
"Nona muda dan nona kecil sebaiknya ganti pakaian kalian dengan pakaian yang ini,supaya kalian berdua tidak di kenali oleh orang orangnya Nyonya Hana" Jefri menyerahkan paper bag pada Lupi dan Lusi.
Terima kasih Jef,kamu benar benar memperhatikan keselamatan putriku.
Ahen.
Lupi dan Lusi pergi ke ruang khusus ganti,setelah selesai mereka keluar dengan baju lengkap dengan capingnya.
"Nona Muda,bagaimana kalau sekarang Nona Muda tinggal di tempat kontrakan saya saja,Nona Muda dan Nona Kecil bisa menggunakan bus sekolah supaya tidak terlambat" Jefri sebenarnya bukan menawari Lupi tempat tinggal,tapi meminta pendapat dengan Ahen usulannya.
"Tidak Om,terima kasih.... kami sudah nyaman tinggal bersama Bu Ratmi" Lupi keceplosan,sebenarnya dia tidak mau ada orang yang tau tentang tempat tinggalnya sekarang,yang sebenarnya Jefri sudah tau keberadaan Lupi,hanya saja Jefri tidak tahu nama orang yang telah berbaik hati menampung putri dari pimpinannya itu.
"Memangnya Lupi tinggal di mana ? apa saya boleh ke sana ?" Pancing Ahen.
Lupi menepuk keningnya sendiri,Ahen dan jefri terkekeh dalam hati,
Tidak perlu bersembunyi nona,saya sudah lama tau di mana nona tinggal,
"Di jalan gang sebelah kanan sebelum sekolah Lusi" Lupi enggan menyembunyikan tempat tinggalnya,bukan karena malu,tapi tidak mau orang orang mengetahui dirinya adalah putri seorang pengusaha kaya raya yang terlantar karena tidak di bagi harta oleh Hana.
Selama sebelas bulan ayahnya menghilang dan selama delapan bulan Lupi dan Lusi mendapatkan hukuman menjadi babu di rumah sendiri oleh Hana.
Selama tiga bulan tinggal bersama Bu Ratmi Lupi merasakan ada kedamaian walau pun makan seadanya,setiap hari hanya kangkung dan ikan asin,Lupi sudah bersyukur mendapatkan tempat tinggal gratis dari Bu Ratmi.
"Boleh kah kami ke sana ? " Ahen bertanya
"Boleh Om,tapi Om kalau ke sana harus belanja di warung Bu Ratmi ya.... dan pulangnya harus bayar" Lupi membuka matanya lebar melotot ke arah Lusi yang asal ngomong saja.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=