Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
20


__ADS_3

Hana adalah sahabat Rahayu sewaktu mereka masih sama sama menempuh ilmu di sebuah universitas di kota X ,


Rahayu gadis yang datang dari desa,kecantikan yang di milikinya sangat alami tanpa balutan make up.


Rambutnya lebat bergelombang seperti di salon,mempunyai bulu mata yang lentik dan lebat,alisnya tebal hidungnya mancung.


Banyak wanita di kampus yang iri dengan kecantikan yang di miliki Rahayu.


Dia bukan berasal dari keluarga berada,berkat kepintarannya Rahayu mendapatkan tiket beasiswa untuk melanjutkan lagi pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.


Banyak pria dan pengusaha ingin mempersuntingnya karena kecantikan dan keahliannya di bidang properti.


Rahayu menolak semua lamaran mereka,dengan alasan dirinya masih ingin fokus dengan pendidikannya.


Hingga suatu saat pertemuan tidak terduga dengan seorang pria bernama Mahendra,Dia adalah pemilik perusahaan properti terbesar di kota X .


Pada saat itu Rahayu dan teman temannya sedang KKN di desa Rahayu.


Hana dan Rahayu sedang menikmati pemandangan air terjun yang ada di desa Rahayu.


Tempat itu memang sering di kunjungi oleh wisatawan asing mau pun lokal,kebanyakan mereka yang datang masih lajang.


Rata rata mereka datang sekedar mandi di bawah air terjun berharap mendapatkan jodoh.


Konon menurut cerita siapa yang sedang mandi di bawah air terjun bisa melihat bayangan seseorang yang berbeda jenis kelamin,mereka akan berjodoh.


Mahendra yang datang iseng saja menceburkan badannya ke bawah air terjun,air yang sejuk membuatnya betah bermain dengan air.


Mahendra mencari tempat yang paling dangkal supaya dirinya bisa menikmati pemandangan di atas air terjun.


Mahendra menyandarkan kepalanya di bongkahan batu besar dengan posisi kaki sampai dada terendam air.


Di pakainya kacamata pemantul cahaya matahari,kepalanya menengadah ke atas,samar samar dia melihat seorang wanita sedang mengisi botol dengan air terjun.


Mahendra mengucek matanya meyakinkan kalau yang dia lihat bukan jelmaan hantu penunggu air terjun.


Berkali kali di kedip kan matanya wanita itu tidak menghilang,


Apakah dia jodohku ?


Mahendra bergumam sendiri,setelah yakin wanita itu adalah manusia Mahendra mengenakan kembali kacamatanya.


Sinar matahari memantul dari kacamata yang di kenakan Mahendra, pantulan cahayanya sampai menembus air yang jatuh dari atas ketinggian batu,


Rahayu yang melihat pantulan cahaya mengira jika pelangi tumbuh persis di depan matanya,Tangannya bermain di antara pantulan cahaya.


Matahari semakin meninggi pantulan cahaya seperti pelangi semakin terang mengenai batu di balik air terjun.


Rahayu berdiri mendekati tebing batu tangannya masih bermain dengan pantulan cahaya.


"Wahai pelangi di siang hari ! jika cahaya mu menunjukkan cintaku,maka tuntun lah aku untuk bertemu dengannya !"

__ADS_1


Suara Rahayu menggema memenuhi cagar alam di sekelilingnya.


Mahendra bisa mendengar jelas gaung suara yang menggema.


Burung burung berterbangan,suara para penghuni alam saling bersahutan mendengar gema suara Rahayu.


Mahendra berdiri di tempat yang dangkal hingga badannya bisa terlihat jelas bila berada di atas.


"Wahai dewi yang datang di siang hari! datanglah kepadaku! karena aku adalah jodoh mu!"


Mahendra berkata dengan lantang,kedua tangannya di rentangkan.


Rahayu berdiri ekor matanya melirik ke kiri dan ke kanan,Di carinya arah sumber suara,


belum menemukan.


Rahayu melihat ke bawah matanya mendelik,


Apakah dia dewa pelangi berkulit korea ?


Gumam Rahayu ketika melihat Mahendra yang sedang berdiri mengenakan baju tanpa lengan dan celana pendek,tampak jelas warna kulit kaki dan lengan yang putih bersih seperti korea.


Mahendra dan Rahayu saling memandang dari jarak kejauhan, Seekor burung melintas di depan Rahayu,Dia pun menjadi kaget hingga kakinya sebelah terpeleset.


Rahayu hilang keseimbangan,dia pun jatuh ke bawah kolam genangan air terjun.


"Aaaaaa....!" Rahayu memekik


Mahendra menuntun Rahayu ke tebing kolam curug,Rahayu merasa panas di hidungnya,


"Kamu baik baik saja Dewi ?" Mahendra menanyakan keadaan Rahayu dengan sebutan 'Dewi'


Rahayu mengangguk,tangannya menepuk telinganya yang kemasukan air,


"Telinganya kenapa? kemasukan air ya ?"


Mahendra menunjuk telinga Rahayu.


Rahayu kembali mengangguk dirinya menjadi salah tingkah,baru kali ini dia merasa gugup bila bertemu dengan lawan jenis.


Ini jantungku kenapa ya... apa karena habis terjun bebas dari atas tadi ya... ah untung tempatnya terjunnya tidak terlalu tinggi,bisa mati penasaran aku dengan pria yang menolongku saat ini hi hi hi...


"Kamu ok ?" Mahendra kembali bertanya


"Iy..iya ..aku baik baik saja " Rahayu masih gugup.


"Aku Mahendra,"


Mahendra mengulurkan tangannya Rahayu masih malu lama dia tidak membalas jabatan tangan Mahendra.


"Em... maaf " Mahendra menarik tangannya karena tidak ada respon dari Rahayu

__ADS_1


"Eh... aku.. aku Rahayu... "Rahayu langsung menarik tangan Mahendra untuk menjabatnya.


Mahendra menyunggingkan senyumnya


Ini Dewi namanya cantik juga ya,seperti orangnya,


Percakapan pun di lanjutkan dengan saling menanyakan identitas dan pekerjaan.


"Boleh minta nomor hpnya ?"Rahayu meraih sakunya,di lihat hpnya sudah tidak bisa menyala karena basah.


Mahendra melihat ada raut sedih di wajah Rahayu,dia meraih tasnya dan memberikan kartu namanya.


"bagaimana kalau kita ke counter saja servis hp kamu " Rahayu mengangguk setuju,sebelumnya dia juga berpikir yang sama.


Hana melihat Rahayu dalam keadaan basah kuyup bersama seorang pria tampan menuju Counter,rasa iri mulai datang lagi melihat Rahayu selalu di dekati oleh banyak pria tampan.


"Hei,coba lihat Rahayu ngambil air saja lama,pulang dalam keadaan basah bersama pria lagi," Hana mulai menghasut teman kelompoknya.


"Iya,biasanya Rahayu tidak pernah lama kalau ambil air ke curug,berendam mungkin dia haha...." timpal teman yang lain.


"Kita tidak boleh berpikir yang negatif dulu tentang orang,mungkin saja Rahayu terjatuh saat mengambil air di curug," salah seorang rombongan mereka menasehati.


Hana terus memperhatikan gerak gerik Rahayu yang sedang berada di counter depan rumah kepala desa.


Teman teman Rahayu yang laki laki menginap di rumah kepala Desa,sedangkan yang perempuan di rumah orang tua Rahayu.


Saat itu Rahayu di tugaskan untuk mengambil air di curug sebagai bahan penelitian mereka.


Tapi siapa sangka di sana dirinya bertemu dengan seorang pria yang bisa memikat hatinya.Hingga hubungan mereka sampai ke pelaminan,Rahayu sangat beruntung mendapat suami seperti Mahendra seorang pengusaha Sukses dan besar di kota X.


Hana yang marasa hidupnya tidak seberuntung Rahayu memilih meninggalkan suaminya yang hanya sebagai karyawan biasa.


Hana bekerja di sebuah warung makan dekat dengan kantor Mahendra, Setiap hari Hana selalu menyaksikan kemesraan Rahayu dan Mahendra.


Suatu hari Hana mengajak Rahayu reunian, Rahayu pun mengiyakan ajakan teman lamanya itu.Rahayu menjemput Hana di depan Toko bunga,Ternyata anak Hana yang baru berusia sebelas tahun sepantaran dengan Lupi anak Rahayu yang menjaga toko bunga tersebut.Hana juga mengatakan jika toko bunga itu adalah miliknya.


Tanpa ada rasa curiga Rahayu mengikuti apa saja yang di katakan oleh Hana untuk pergi ke stasiun kereta,dengan alasan Hana ingin menemui kerabatnya yang akan datang dari kampung.


Tiba di lintasan kereta Hana menginjak rem mobil Rahayu secara mendadak,dan langsung membekap mulut Rahayu,Di ambilnya kunci mobil Hana segera keluar membiarkan Rahayu berada di dalam mobil dengan tangannya terikat.


Dengan sekuat tenaga Rahayu berusaha melepas ikatan di tangannya,kereta api sudah terlihat,tidak lama lagi pasti akan menghantam mobil Rahayu.


Rahayu berhasil melepas ikatan tangannya,dia juga mengambil kunci duplikat yang ada di dalam tasnya,Rahayu membuka pintu mobil.


Braakkk ! Mobil Rahayu terseret di bawa kereta api,tubuh Rahayu yang sudah keluar dari mobil terpental ke tanah terkena kap belakang mobilnya sendiri.


Hana yang melihatnya segera melempar kunci mobil ke arah Rahayu,dia segera berpura pura menghubungi nomor kantor polisi untuk melaporkan kasus kecelakaan.


Dari saat itulah Hana mulai memainkan perannya selalu memperhatikan anak Rahayu yang masih kecil,hingga ada rasa simpati di hati Mahendra untuk menjadikan Hana sebagai ibu sambung kedua putrinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2