Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
18


__ADS_3

Alek membiarkan Lupi yang terisak di dadanya, sakit! benar benar sakit yang di rasakan Alek melihat keadaan Lupi saat ini.


Baru kali ini dirinya begitu peduli dengan seorang wanita,jika biasanya wanita yang sudah di dekatinya hanya sebagai koleksi pacarnya saja.


Tapi berbeda dengan Lupi,mengutarakan isi hatinya saja Alek tidak berani,Lupi gadis yang jauh berbeda dari gadis lain yang ada di sekolah.


Jika gadis lain berebut menjadi pacar Alek bahkan bisa duduk atau berbaris di dekat Alek saja mereka sudah berjingkrak senang.


Hanya Lupi yang tidak seperti mereka dia selalu menghindar dari Alek,itulah yang membuat Alek menjadi tertantang mengenal Lupi


Menangis lah Lupi, jika menangis bisa mengurangi beban pikiranmu, aku akan membantumu meringankan semua beban hidupmu.


Setelah merasa puas menangis Lupi melepaskan pelukan Alek,


"Lek,pulanglah... aku sudah katakan besok kita bertemu di taman kota kenapa kamu kembali kesini ?" Lupi ingin menyeka sisa air matanya.Alek lebih cepat dari Lupi menyekanya.


"Baiklah aku akan pulang,tapi setelah aku membantumu membersihkan jalan ini " Alek berjalan menuju keranjang tempat Lupi menyimpan tumpukan sampah.


"Lek! jangan Lek! nanti bajumu kotor !" Lupi mengejar Alek yang sudah mengumpulkan sampah sampah ke dalam keranjang.


Lupi semakin bingung lantaran Alek tidak peduli dengan perkataannya,


Lupi akhirnya mengalah juga mengambil sapu melakukan kembali tugasnya.


Keranjang keranjang sampah sudah penuh terisi, Lupi mengangkatnya masuk ke dalam mobil pengangkut khusus pengangkut sampah di bantu oleh oleh Alek.


"Sudah selesai,sekarang kita pulang, " Alek menepuk tangannya dari kotoran dan debu,mengelapnya dengan tisu basah.


"Kamu duluan saja .. masih lanjut ke pasar "Lupi sudah tidak berniat membohongi Alek lagi,karena menurutnya percuma.


"Aku juga akan ikut ke sana " Lupi mengangkat pundaknya


"Terserah yang penting aku tidak mengajakmu " Lupi mulai ketus.

__ADS_1


Sifat ketus kamu itu yang bikin aku jadi gemes lihat kamu Lupi...


Pimp! pimp! Klakson truk pengangkut sampah dari pasar berbunyi


"Lupi...! tidak usah ke sana sudah beres semua, tadi ada kegiatan bersih bersih dari anggota TNI " Ucap salah seorang rekan team Lupi.


Lupi memberikan mengangkat jempolnya.


"Bagaimana kita langsung pulang " Alek masih menunggu bajunya sudah tidak terlihat warnanya.


"Aku masih isi absen dulu Lek ke sana" Lupi menunjukkan seorang pengawas yang sedang mengecek hasil kerja anak buahnya.


Alek mengangguk Lupi setengah berlari,setelah selesai mengisi absen Lupi membuka baju khusus anggota berwarna oranye itu,di simpannya di dalam kresek ukuran besar bersama dengan sepatu dan topi khusus.


Lupi kembali menuju mobil Alek,


"Bajumu kotor Lek ," Lupi menepuk dengan tangannya.


"Biarin saja bisa di cuci,"Alek juga menyapu dengan tangannya,


Kamu itu manusia aneh Lek,di sekolah kamu anti pegang sampah,hari ini kamu malah bermain dengan sampah ck ck ck


Alek menatap pupil coklat punyak Lupi


Bola mata yang indah


"Aku tampan kan Lupi ? kamu saja sampai terlena memandangku ,hehehe... " Senyum Alek menggoda Lupi dia memegang dagunya dengan jari jempol dan telunjuk membentuk huruf 'V'.


Lupi tersipu malu


"Kami aja yang ketampanan, masih banyak kok yang jauh lebih tampan dari kamu." Lupi memalingkan wajahnya yang bersemu merah.


"tidak perlu malu lupi...hihi...,udah...ayo kita pulang " Lupi masuk ke dalam mobil Alek,

__ADS_1


"Besok motormu baru selesai apa besok kamu aku jemput saja ?" Alek melirik Lupi.


"Aku besok tidak bertamasya Lek,tapi aku besok bersih bersihnya di taman kota " Lupi menggosok tangannya dengan cairan sanitizer yang ada di mobil Alek.


"Aku besok ikut kamu juga bersih bersihnya " Lupi mendelik " jangan Lek! "


Alek mengangkat wajahnya " kenapa?"


Nanti aku di pecat karena membawa orang yang bukan dari anggota team. Lupi menunduk.


"Baiklah besok aku langsung daftar jadi team kamu " Tegas Alek.


Kamu keras kepala Lek,tidak mengerti kalau aku takut ada yang salah kaprah dengan kita.


kita ... ha...ha ... lucu sekali aku lalu mengatakan kita hi hi hi.


"Kamu yakin kamu bakalan di terima jadi team ku ?" Lupi sangsi.


Kamu meragukan ku Lupi,jangankan jadi team kamu,jadi suami kamu saja seluruh dunia pasti akan setuju he he he....


"Kenapa senyum ? " Lupi heran


"Kamu manis deh kalau seperti itu "


Lupi bersemu malu betapa tidak! terang terangan Alek bilang kalau dirinya manis.


"Berarti biasanya aku pahit gitu ?" Lupi menyembunyikan rasa yang membuatnya jadi salah tingkah.


"Biasanya kamu itu pedas,pedas banget " Alek tertawa dia sangat suka membuat Lupi berubah ubah tingkahnya.


"Hiiih....! Kamu nyebelin..." Lupi memajukan bibirnya manyun.


"Pengen aku cium ?" Adam memajukan wajah nya dekat dengan wajah Lupi.

__ADS_1


"Otak mesum !" Lupi mengibas tangannya ke wajah Alek.


__ADS_2