
Raisa tidak mau keluar dari dalam kelas ketika jam istirahat tiba,dirinya masih menahan kesal dengan ancaman Gino.
"Rai,ke kantin yuk" Ajak Melani.
Wajah Raisa masih cemberut,biasanya dialah yang mengajak Melani dan Sinta ke kantin.
"Aku gak mau jadi bahan bulian mereka di nanti Mel," Raisa sedih.
"aku bisa apa Mel,mimpiku menjadi artis sangat besar,ini semua ulah Gino Mel,aku ingin mencabik wajahnya Mel!" Raisa mengebrak meja kesal.
"Jika kamu mencabik wajah tampanku bagaimana aku bisa membantu mewujudkan mimpimu juliet ku..." Goda Gino yang tiba tiba muncul dari luar.
"Kenapa kamu selalu menghantuiku Ginooooo !" Raisa bertambah geram melihat Gino.
"Ssssttttt !" Gino meletakkan telunjuk di kedua bibirnya.
"Jangan berteriak gitu dong juliet,di skenario cerita tidak ada juliet yang berteriak memaki romeo, "Gino bertingkah seolah menenangkan Raisa yang sedang memakinya.
"Gino!" Raisa makin kesal.
"Ciee....,yang lagi latihan....sweat banget deh," Jordan ikut ikutan meledek.
"Kalian bisa tidak berhenti meledekku !" Raisa mengebrak meja lebih kuat dari sebelumnya.
Melani ketakutan melihat Raisa benar benar marah,
"Rai.... sabar Rai...ingat mimpimu Rai...." Melani menenangkan dengan suara yang bergetar.
Raisa menarik napas panjang dan mengeluarkan dengan kasar.
"Jo,jangan bikin juliet ku mengamuk lah.... aku yang galau ni melihat juliet-ku murung,hiks " Prak ! Raisa menendang kursi kosong di dekatnya.
"Aku akan membatalkan mimpiku dari pada aku harus melihat wajahmu setiap waktu !" Raisa menunjuk Gino dengan tatapan tajam.
Berlalu ke luar kelas dengan langkah cepat.
"Rai! tunggu!" Melani menyusul
Gino dan Jordan sama sama saling pandang,
Kita lihat saja Rai,keangkuhan mu akan membawamu pada ku .
Sebentar lagi kamu akan meminta waktu ku untuk mu
Gino berkata dalam hati,Bel masuk berbunyi,semua Siswa masuk menuju kelasnya masing masing.
Di dalam kelas Raisa tidak bisa berkonsentrasi dengan materi yang di jelaskan oleh guru mapel.
Dia masih mengingat kalimat yang dia lontarkan pada Gino di jam istirahat.
"Ini adalah kesempatan untukku mewujudkan mimpi menjadi artis,setelah ini kapan lagi ada peluang kembali " Gumam Raisa.
"Raisa! jika kamu sudah paham dengan apa yang saya jelaskan,tolong kamu maju ke depan untuk menjelaskan kembali dengan teman yang belum mengerti ," Guru Mapel ekonomi memanggil Raisa untuk maju ke depan.
"E-e s- saya b.." Raisa menjadi gugup,kalimatnya terbata.
"Biar saya saja Pak yang menjelaskan," Lupi mengangkat satu tangannya ke atas.
"Silakan " jawab guru yang berkesan tegas sedikit galak.
Lupi menjelaskan dengan tenang setiap kalimat yang di ucapkan mudah di mengerti oleh siswa yang lain.
Tepuk tangan meriuhkan suasana setelah Lupi selesai menjelaskan materi.
"good Lupi,cara kamu menjelaskan lebih mahir di banding saya," Guru mengacungkan jempol pada Lupi.
Di sisi lain Raisa merasa tertolong dengan Lupi,karena dia selamat dari hukuman berdiri jika tidak bisa menjelaskan.
Dan di sisi lainnya,Raisa iri dengan kepintaran Lupi,dengan kejeniusannya sudah pasti dia di dikerumuni banyak siswa termasuk Alek.
Dulu di rumah setiap hari Lupi mendapat tugas dari mama yang segudang,waktu untuknya membuka buku.Tapi aneh nilainya tidak pernah rendah,malahan tambah cerdas.
Aku yang belajar mati matian,mendapatkan angka seratus harus lihat google.
__ADS_1
Raisa bicara dalam batinnya,semua orang yang di dalam kelas memberi pujian pada Lupi.
"Wah... Lupi hebat,caranya menjelaskan sangat mudah di mengerti" Ucap siswa yang lain.
"Lupi memang pantas menjadi bintang di kelas," Puji yang lain lagi.
Lupi hanya membalas pujian dengan satu senyuman,bukannya sombong,tapi Lupi hanya ingin berbagi ilmu tanpa harus di puji.
Jam pulang tiba,Lupi bergegas keluar dia ingin cepat pulang,
"Lupi," Alek mengejar Lupi yang sudah berjalan menuju tempat parkir motornya.
"Ada yang ingin di sampaikan,aku buru buru soalnya" ujar Lupi.
"Hm,tidak ada,kangen aja bercanda denganmu " Alek celingak celinguk,
"Huh, memperlambat waktu ku saja" Lupi ketus.
"Pi,nanti kamu kerja gak,di mana lokasinya, " Tanya Alek.
"Iya,tempat biasa" Lupi sambil menyalakan mesin motornya.
"Aku ke sana juga ya," Alek senyum.
"Terserah,aku duluan " Lupi melajukan motornya perlahan,keluar dari area sekolah membelah jalanan yang ramai oleh orang berlalu lalang.
Tiba di depan rumah Ratmi,Lupi melihat dua orang laki laki dewasa sibuk menurunkan barang dari pick up,
"Wih,Bu Ratmi belanjanya di borong habis isi dalam toko " Lupi bergumam sendiri.
Lupi mematikan mesin motor,berjalan ke arah Ratmi yang masih bengong.
"Bu,banyak benar belanjaannya,mau simpan di mana nanti Bu,?" Lupi bertanya sekaligus meledek Ratmi dengan candaan.
"Lha, bukankah ini Neng Lupi yang belanja,Malah Ibu yang mau nanya nyimpan barang sebanyak ini di mana,kamu kan tau rumah ibu sempit" Ucap Ratmi.
"Mana mungkin bu Lupi yang belanja,Lupi aja baru pulang sekolah,yang pergi ke pusat belanja tadikan Ibu," Ujar Lupi.
"Terus yang belanja siapa kalau bukan Neng Lupi,ibu tadi cuma belanja ini saja,Sisa uangnya ibu simpan buat cadangan," Ratmi menunjukkan barang belanjaannya berupa Kulkas satu pintu,oven kue berukuran sedang,dandang pengukus ukuran besar,mixer kue,blender dan beberapa buah baskom kecil dan ukuran sedang.
Ini pasti Bu haji yang ngarahin Bu Ratmi belanja,kalau Bu Ratmi sendiri aku tidak yakin beliau bisa memilih barang kwalitas medium ini.
Lupi bergumam dalam hati.
"Sudah ibu tanya dengan dua orang itu,"Tanya Lupi.
"Justru mereka Neng yang bilang ini semua punya Neng Lupi,tadi mereka bilangnya gini Neng, Permisi ibu,apa betul ini alamat rumah Ratmi Sulastri,kami mengantarkan barang atas nama Lupi Aluna,gitu neng," Ratmi menirukan suara salah seorang laki laki.
"Ha..ha..ha..." Lupi tertawa melihat gaya Ratmi yang berusaha semaksimal mungkin menirukan suara laki laki.
"Nanti saja Bu Lupi tanya,mungkin ada nama yang sama,"kata Lupi.
Belum sempat Lupi bertanya salah seorang pria menghampiri,
"Apa benar nona yang bernama Lupi Aluna Mahendra?"
"Iya,betul," Lupi singkat.
"Tolong tanda tangan ini,kalau barang sudah di terima oleh nona,"
"Sebentar dulu,kenapa ada barang nyasar ke sini,sayakan tidak ada membeli atau pun memesan barang sebanyak ini" Tanya Lupi.
Tring ting! tring ting! Hp Lupi berbunyi,
Lupi
[Halo Om,eh Yah...]Lupi menerima telpon dari Ahen
Ahen
[Halo Lupi,apa barang barang sudah di antar ke rumah Bu Ratmi?]
Lupi
__ADS_1
[Jadi yang yang membeli semua ini ayah Ahen?"]
Ahen
[Kok ayah Ahen sih,cukup Ayah saja, he he,iya,itu saya yang belikan,minta di antar sama Om Jef ke pusat belanja,bagaimana dengan barangnya,apakah kamu suka?"]
Lupi
[Ini berlebihan Yah,rumah Bu Ratmi sempit lagi bingung nyimpan di mana]
Ahen
[Kalau begitu besok Ayah suruh Om Jef carikan tukang untuk merenovasi rumah Bu Ratmi lagi]
Lupi
[Kalau soal Rumah,ayah bicarakan langsung dengan Bu Ratmi,] Lupi menyerahkan Hp pada Ratmi.
Ratmi
[Halo] dengan suara gugup
Ahen
[Halo Bu Ratmi,maaf kalau saya lancang,tadi Lupi mengeluhkan ruangan Ibu tidak muat menyimpan barang,apa boleh besok saya carikan tukang untuk memperluas ruangannya]Ahen langsung ke poinnya.
Ratmi
[Oh jadi yang kirim barang segudang ini tuan Ahen,terima kasih Tuan,bukan saya menolak,uang yang tuan kasi cukup untuk saya menyambung satu ruangan lagi,saya sudah meminta bantuan tukang di komplek sini untuk mengerjakannya"]
Ahen
[Baiklah Bu,jika dananya masih kurang,ibu bisa bilang Lupi untuk telpon saya ]
Ratmi
[Iya tuan,terima kasih tuan]Hp di serahkan lagi sama Lupi.
Lupi
[Yah,lain kali kalau mau membelikan barang bilang Lupi dulu ya,Lupi tidak enak jadinya]
Ahen
[Iya ayah tidak akan mengirim barang lagi,kalau kamu sudah mengguna kartu kredit yang ayah berikan]
Lupi
[Iya ayah Ahen,Lupi akan gunakan kartu kredit untuk keperluan Lupi dan Lusi,]
Mau di pakai untuk belanja apalagi Om,Barang barang ini saja sudah tidak ternilai harganya
Ahen
[Nah gitu dong,ayah matikan hpnya ya]
Lupi
[Iya yah]
Tut, Panggilan berakhir
Aku harus bekerja dengan giat,biar aku mencicil membayar semua barang barang ini pada Om Ahen.
Batin Lupi.
\=\=\=\=\=\=\=\=
~**Hai pembaca setia Derita Gadis Pewaris
~jangan lupa Like dan komen ya,
Biar author lebih semangat lagi
__ADS_1
~Jangan lupa tambahkan ke favorit reader semua,Kasi vote juga ya ...
~Terima kasih Sahabatku 🥰🥰🥰🥰🥰**