
Pukul setengah enam sore Lupi tiba di rumah, bu Ratmi semakin bingung saja melihat Lupi pulang dengan wajah yang memerah.
Aroma debu dan amis bercampur lekat di badan Lupi.
"Dari mana saja kamu Lupi jam segini baru pulang,tidak baik anak gadis sepertimu keluyuran hingga menjelang maghrib,mana bau amis lagi " Bu Ratmi mengibaskan tangannya.
"kak lupi pacarannya lama banget kak,hoek ! ini kakak Lupi habis pacaran apa jual ikan sih !" Lusi menutup hidungnya.
"Yang pacaran tuh siapa sih Dek! lagian siapa yang suruh kamu dekat sama kakak" Lupi kesal
"Ya gitu aja marah " Lusi mencibirkan bibirnya.
"Bu Ratmi ini ada ikan saya bawa tadi dari pasar,sekarang lupi mau mandi dulu.... " Lupi menyodorkan ikan yang di kasi oleh seorang pedagang ikan di pasar.
Di saat lupi sedang membersihkan aliran got di sekitar pasar,Lupi melihat seorang ibu ibu separuh baya mengangkat keranjang yang berisikan sisik ikan.
"Bu,sini saya bantu angkatnya ...." Jika Lupi mengangkatnya sendiri juga akan terasa berat.
"Terima kasih non, orang baru ya non? " Lupi mengiyakan pertanyaan ibu tersebut.
"Non,ini ada ikan untuk non ya.... saya juga mau pulang, " Lupi masih termangu.
__ADS_1
Mana gak bawa uang tadi gimana ini gak di ambil kasian si ibu sudah menawarkan.
"Ini gratis untuk non yang sudah baik mau bantuin saya angkat keranjang " Ibu itu tersenyum seperti sedang membaca pikiran Lupi.
"terima kasih Bu..." Lupi membungkukkan badannya.
Hah ibu itu tahu isi kepalaku hi hi hi
"Neng Lupi beli ikan? kenapa tadi tidak bilang kalau neng lupi mau ke pasar,ibu kan bisa titip uangnya," Bu Ratmi mengambil kantong kresek yang di bawa lupi.
Otaknya masih berkelana memikirkan Lupi yang menurutnya sangat membingungkan.
"Ha...! kak Lupi beneran jualan ikan ?" Lusi dengan ekspresi kagetnya.
dewa '' Lusi berlari ke belakang memegang pinggang Bu Ratmi.
"Dah.... mandi sono.... anak gadis kok bau apek sama bau amis ikan" Lusi mengintip dari samping pinggang bu Ratmi.
"wek !" Lusi menjulurkan lidahnya ke arah Lupi.
Lupi mengepal tangannya sebagai tanda ancaman untuk Lusi.
__ADS_1
Kakak beradik ini terkadang seperti tokoh kartun tom & jerry, bila ada orang yang baru pertama melihat tingkah keduanya,mereka akan mengatakan keduanya tidak pernah akur.
Selesai makan malam seperti biasanya Lupi,Lusi dan juga bu Ratmi menonton televisi berukuran 24 inci, sudah besar untuk ukuran orang bu Ratmi,dan terlalu kecil jika di bandingkan Lupi dan Lusi masih tinggal di rumah yang di bangun orang tuanya.
"Lupi,coba katakan sama ibu kemana saja kamu hari ini,pulang sekolah kamu telat,setelah itu kamu pergi lagi dan datang sudah menjelang maghrib?" Bu Ratmi berkata pelan nadanya penuh pertanyaan.
Lupi menghembuskan napasnya
"Maafkan saya Bu Ratmi,tadi siang pulang sekolah masih ke kantor dinas kebersihan, " Terdiam sejenak.
Bu Ratmi menatapnya pertanda dia masih perlu penjelasan yang lebih detail.
"Saya melamar menjadi tukang kebersihan jalan dan taman kota Bu..!" Kembali Lupi tertunduk
Ini semua aku lakukan supaya aku dan adikku tidak menjadi beban untukmu Bu Ratmi,karna aku dan Lusi pernah di katakan hanyalah beban oleh Ibu Hana.
"Lupi ....." Bu Ratmi tidak bisa melanjutkan ucapannya
"Saya bekerja setelah pulang sekolah Bu,jika libur saya dari pagi,dan saya bekerja di area jalan menuju pasar sampai ke lokasi pasar tradisional Bu," tes! air mata bu Ratmi seketika jatuh hatinya begitu hancur luluh.
Bagaimana nasib kalian anakku yang sekarang hidup bersama ayah dan ibu sambung kalian,
__ADS_1
Bu Ratmi menangis semakin menjadi tatkala membayangkan anaknya yang jauh darinya.