Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
50


__ADS_3

Hampir saja potongan sosis hampir terlepas dari dalam mulut Lupi melihat Alek yang tiba muncul dari arah pintu menuju warung.


Kenapa sih kalau muncul gak bilang dulu kan sekarang aku yang malu


Wajah Lupi bersemu merah,matanya membulat besar melototi adiknya.


Lusi malahan tetap tenang tidak memperdulikan tatapan sang kakak.


Mau kakak menjadi malu itu bukan urusanku


Lusi melanjutkan lagi kegiatannya menikmati sosis sambil menonton film kartun kesukaannya.


"Aku boleh duduk kan"


"Lha itu kamu sudah duduk duluan tanpa di suruh" Ucap Lupi.


"Nunggu aba aba dari kamu kelamaan sih he he..."Alek nyengir.


"Heh,mau kemana sih,baru saja duduk kamu malah pergi"Alek menarik tangan Lupi hingga Lupi terjatuh di pangkuan Alek.


"Kamu ngapain sih main tarik tarik segala,kamu pikir aku layangan" Lupi malu di lihat oleh adiknya wajahnya bersemu merah.


"Kamu akan aku jadikan layanganku yang tidak pernah aku terbangkan,hanya dalam genggamanku saja" Alek berbisik.


"Hei! Kenapa cium cium di sini,gak lihat apa ada aku di sini" Lusi berdiri mengacak pinggang.


"Yang ciuman itu siapa"Lupi ketus.


"Kak Alek tadi cium kak Lupi ya, awas ya aku adukan sama a....."


"Sama ayam? Silakan saja kalau ayam bisa bicara" Lupi segera memotong perkataan Lusi.Matanya melotot seperti hendak keluar biji matanya.


"Ada....ayam di animasi bisa bicara...tuh buktinya" Lusi menunjukkan pada layar televisi yang sedang menayangkan sebuah film animasi kesukaan anak anak.


"Dek,ikut kakak sebentar,bisakan ?" Lusi menganggukkan kepalanya tanda setuju,dia bisa membedakan ucapan kakaknya di saat bercanda dan serius.


Lupi berjalan ke arah kamar di ikuti oleh adiknya,Alek memberikan senyum di saat Lupi meminta ijin padanya.


"Dek,, jangan sampai rahasia ayah kita terkuak sebelum waktu yang ayah tentukan,kamu pahamkan maksud kakak?" Lusi yang di tatap kakaknya menundukkan wajahnya.


"Maafkan Lusi kak, lain kali Lusi tidak akan mengulanginya..." Lupi memeluk adiknya mengusap rambutnya yang lebat.


"Sekarang mainlah sesuka hatimu,kakak mau ganti baju" Lupi tersenyum.


"Baik kak,...eh...kak,boleh bertanya gak?" Lupi menoleh serta menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kak Alek itu pacar kakak ya ?" Lusi berkata los saja.


Lupi menarik napasnya duduk di kursi tempat dia duduk belajar di kamar.


"Kakak belum pernah punya pacar Dek,di ajak orang pacaran saja kakak belum pernah" Sekita Lusi tertawa mendengar ucapan kakaknya.


"Kok tertawa? Apanya yang lucu?"Tanya Lupi.


"Teman Lusi yang kakaknya yang SMP saja sudah punya pacar,kakak yang sudah lulus SMA belum pernah pacaran? Apa wajah kakak ku ini tidak seorang pun yang berminat ya....ha ha..." Lusi masih tertawa.


"sana.... Temani kak Alek, kakak masih mau ganti baju dulu" Lusi pun keluar dari kamar Lupi,menghampiri Alek yang sedang duduk di sofa.


"Kak Alek,kak Lupi masih ganti baju dulu katanya,kak Alek ngomongnya sama aku aja dulu sambil menunggu kak Lupi" Alek menjawil pipi Lusi gemas dengan tingkahnya.


"Baiklah putri kecil...aku akan bicara denganmu, cita citamu mau jadi apa nanti jika sudah besar?" Tanya Alek.


"Aku mau seperti kakak yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam kondisi apa pun,aku mau bahagiakan kakak seperti kak Lupi yang selalu membuat aku bahagia" Lupi tertegun mendengar ucapan adiknya.


"Eh itu kak Lupi,sekarang kak Alek ngomongnya sama kak Lupi saja ya... Aku mau cari kartun lagi" Lusi berpindah tempat duduknya memberi ruang pada kakaknya.


"Sejak kapan kamu berada di rumah ini?" tanya Lupi setelah dirinya duduk berjarak satu buah sofa dari Alek.


"Pulang dari sekolah aku langsung ke sini,aku menelpon mu tapi tidak ada tanggapan,jadi aku langsung ke sini saja" Alek mengatur napasnya.


"Aku mau bicara denganmu sebentar saja,apa kamu punya waktu?" Tanya Alek.


"Apa aku harus minta ijin sama Bu Ratmi juga?" Tanya Alek lagi.


"Iya,dia sudah seperti ibuku di sini,dia juga berhak atas diriku " Ucap Lupi.


"Pergilah....Warung ibu akan segera tutup,ibu mau belanja ke pasar bersama Lusi" Ratmi muncul dari pintu yang menghubungkan warungnya yang sekarang sudah bisa di sebut toko sembako.


"Terima kasih bu,saya panggilkan taksi online saja ya...." Alek kegirangan.


Yes ada dukungan dari bu Ratmi


Ratmi menganggukkan kepalanya bibirnya tersenyum geli melihat Alek bertingkah seperti anak yang baru saja di ijinkan untuk bermain di luar rumah.


"Rumah kosong dong bu...." Lupi masih berusaha mencari alasan mengelak dari Alek.


"Rumah ini sudah biasa kita tinggalkanndalam keadaan kosong,ibu juga pergi bersama istrinya pak haji biar tidak sesat di pusat belanja" Ucap Ratmi.


Lupi menghembuskan napas dari mulut bawahnya menuju keningnya.


Bu Ratmi berpihak pada Alek Lusi juga di bayar berapa sih kalian sama Alek

__ADS_1


Batin Lupi.


"Kami di rumah ini saja bu,kami akan bicara di bangku luar samping rumah" Ucap Alek tidak bisa lagi Lupi mengelak.


Kamu senang karna kamu menang


Lupi bersungut dalam.hatinya.


"Gak masalah,Lupi....bikin minuman ya sama temannya," Ucap Ratmi sambil tersenyum.


"Bu,perginya pake mobil saya saja ya... Pak haji kan bisa bawa mobil,kebetulan mobil saya masih di pake teman saya dekat kompleks ini juga,biar saya telpon dia mengantar mobil ke sini" Ucap Alek sembari mengedipkan matanya sebelah.


Ratmi memahami kode dari Alek,Dia pun pergi menuju rumah pak haji untuk meminta bantuan mengantarntarnya kepasar,tidak lupa juga bersama istrinya pak haji.


Ratmi bersyukur mempunyai tetangga yang seperti istrinya pak haji yang tidak pernah berpikir negatif tentangnya. Oleh sebab itu Ratmi selalu mengajak istrinya pak haji berpergian untuk menghindari gosip miring dari orang lain.


"Pak haji,mohon ijin saya bicara dengan Lupi di sini,kami akan bicara di bangku luar ini " Alek membungkukkan badannya sebagai tanda permohonan ijin dari orang orang yang menyayangi Lupi di kompleks tersebut.


"Jagalah sikapmu sebagai tamu laki laki di rumah ini dan kompleks ini,Lupi dan Lusi adalah berlian kami di sini " Ucapan Pak Haji sangat menohok hati Alek.


Ternyata orang yang dia kejar selama ini adalah berlian yang sangat berharga,bukan hanya di sekolah,di rumah tapi di lingkungan mana pun Lupi sangat berharga di mata siapa pun.


"Terima kasih bu Ratmi,pak haji dan bu haji ijinnya,saya berjanji akan menjaga sikap saya sebagai tamu,saya juga akan menghargai keputusan dari tuan rumah" Alek tersenyum tangannya di katupkan dan di letakkan di dadanya.


"Kak Lupi mau nitip apa,nanti kami carikan" Ucap Lusi yang sudah cantik rambutnya di kuncir oleh oleh bu haji. Beliau sangat senang jika sudah melayani Lusi.


"Kakak nitip hati kakak saja,tolong jangan di jual atau di tinggal" Ucap Lupi.


"Kami pergi ya Lupi....jaga dirimu,jika Alek berani macam macam dengan kamu teriak saja... biar dia gebuk sama orang kompleks sini " Alek menelan liurnya mendengar ucapan pak Haji.


\=\=\=\=\=\=\=


**Hai pembaca setia Derita Gadis Pewaris


~jangan lupa Like dan komen ya,


Biar author lebih semangat lagi


~Jangan lupa tambahkan ke favorit reader semua,Kasi vote juga ya ...


~Terima kasih Sahabatku ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ**


Mohon maaf ๐Ÿ™jika ada tulisan dan bahasa yang tidak berkenan,


Jika ada nama tokoh dan kejadian yang sama author juga minta๐Ÿ™ maaf cerita ini hanyalah fiktif belaka.

__ADS_1


Maaf baru update lagi ๐Ÿ™ author masih sibuk natalan dan menjelang tahun baru.


Selamat natal ๐ŸŽ„dan tahun baru ๐ŸŽ†untuk para teman setia semuanya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2