
Pagi hari Lupi sudah berada di sekolah dengan jajanan yang setiap pagi di buatnya bersama Bu Ratmi, walaupun sering di ejek oleh teman sekelasnya Lupi tidak menyerah.
"Hei Lupi! kemana saja kamu kemarin,di telpon adikmu yang angkat, kita kan sudah janjian latihan drama " Alek Ngos ngosan setelah setengah berlari mengejar Lupi.
"Tapi kemarin aku tidak ada berjanji akan ikut latihan, kalian saja yang sudah janjian " Lupi ngeles.
"Kita kan satu team Lupi.... eh! kamu bawa apa ?" Alek menunjukkan wadah kue yang di bawa Lupi
"Kue !" Jawab Lupi singkat
Alek menautkan alisnya
"Kalau tidak mau beli jangan nanya, kalau pun tidak mau beli kamu harus bayar karna sudah bertanya " Alek mengangkat kedua tangannya heran
"Apa iya kalau cuma bertanya harus bayar ?"
"Lupiiii !" Jenita,weni dan Aldi serentak
"Hai kalian bertiga !" Lupi senyum Lupi mengembang melihat ketiga temannya.
"Pi kamu bawa kue yang seperti kemarin lagi ya ?" Aldi membuka wadah kue mengambil serta mengunyah kue dengan santai
Kening Alek berkerut
__ADS_1
Hah ! Kemarin lupi membawa kue juga,jadi yang di kantin kemarin kue Lupi? Aldi kok bisa ambil ambil gitu aja ya? aku tadi baru bertanya suruh bayar hah !Aldi sudah menghabiskan lima kue ! apa rasanya kue yang bentuknya aneh seperti itu
"Lek,matamu kenapa ?" Alek mengusap matanya mendengar pertanyaan dari Aldi yang kemayu.
"gak apa apa.... di mataku ada apa ?" Alek malah balik bertanya
"Eh orang nanya dia juga nanya... matamu dari tadi liatin aku terus, Nih aku traktir kamu kue buatan Lupi. . " Alek menahan mual melihat Aldi yang mulutnya penuh dengan kue.
"Gak, aku kenyang sarapan di rumah tadi "
Di kasi gratis pun aku tidak mau makan kue yang baru aku lihat bentuknya seperti itu
Bel tanda masuk berbunyi, Lupi menitipkan kuenya ke kantin sebelum dia masuk ke dalam kelas.
"Lupi, jangan kemana mana kita latihan sebentar ya " Lagi lagi Alek menghampiri Lupi.
Lupi tidak menanggapi
Masa bodoh dengan nilai SBK lagian kenapa harus pake drama segala huh! menyebalkan
"Alek....." Raisa merangkul manja lengan Alek
"Aku tidak cocok di bagian depan skenario, aku paling cocok berada di belakang panggung sebagai sutradara saja" Lupi menatap jijik melihat Raisa yang bertingkah bar bar saja.
__ADS_1
Buset! kenapa aku benci melihat Raisa bersifat manja sama Alek.
"Apa aku bilang Lek,tuh kamu dengar sendiri kan apa yang di katakan Lupi ?" Raisa sengaja melihat ke arah Lupi dengan tatapan menghina.
"Lupi,tapi kamu sudah di tunjuk jadi putri tidur, tidak bisakah kamu luangkan waktumu sebentar saja demi team kita ?" Alek melepaskan rangkulan Raisa.
"Aku jadi putri tidur? berarti aku cukup tidur saja kan ? tidak perlu harus latihan tidur ?" Alek mendengus kesal,entah bagai mana lagi cara bicara dengan Lupi.
Gino dan dan Jordan tertawa mendengar celoteh Lupi
"Tapi kan ada teks dan adegan yang harus di lakukan sebelum tidur " Alek berusaha tidak menampakkan wajah kesalnya.
Ada benarnya juga kalau tidur tidak perlu latihan
"Sudahlah Lek,aku kan bisa jadi putri tidur aku lebih cocok lihat wajahku, jauh lebih bersih dari si putri penjual kue ini " Dewi dan sinta tertawa terbahak mendengarkan hinaan Raisa yang di tujukan untuk Lupi.
"Kalian bertiga bisa diam tidak !tidak ada putri tidur kalau Lupi tidak ikut kita latihan !" Mereka semuanya tersentak mendengarkan perkataan Alek
Lupi merasa bersalah di periode ini,
"Oke! aku akan latihan tapi kamu harus membeli semua kue yang ku bawa setiap hari" Lupi menatap malas ke arah Alek.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1