Destiny RiBay

Destiny RiBay
Kejutan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Bayu mengajak Rihanna untuk ikut dengan dia ke taman belakang. Namun sebelum itu dia sudah ijin terlebih dahulu kepada orang tua gadis itu. Dia sebenarnya tahu kalau ada rasa enggan dari sikap Hanna, tetapi ia mengabaikannya.


"Kapan kamu pulang ke Indonesia?"


"Apa itu penting!"


"Jelas penting. Dan ada hubungan apa antara kamu dengan Zyan?"


"Maaf itu bukan urusan Anda. Lebih baik Anda urusi saja tunangan Anda itu! Saya pergi," ketus gadis itu sambil berniat pergi.


"Tunggu dulu!" tahan Bayu.


"Tolong lepas tangan Anda dari lengan saya!" sentak Hanna keras.


Bayu melepaskan lengan gadis itu dengan pelan. Dia merasa aneh dengan sikap Hanna padanya. Padahal dulu ...,


"Kenapa kamu jadi berubah seperti ini? Bukankah kita adalah teman?" tanya lelaki itu bingung.


"Ciih, apa Anda lupa dengan apa yang anda lakukan terhadap saya dahulu?" Hanna menatap Bayu dengan mencemooh. Apa dia lupa dengan perbuatannya dulu, yang begitu kejam.


"Itu kan hanya masa lalu. Kenapa kita tidak mengulangnya dari awal lagi?"


"Waaahhhh," Rihanna bertepuk tangan saat mendengar perkataan lelaki itu, "Hebat sekali Anda berbicara! Anda tentu pernah mendengar peribahasa 'mulutmu adalah harimau-mu', yang berarti bahwa perkataan bisa menjadi “senjata tajam” sehingga dapat menyakiti orang lain jika tidak di jaga." terangnya


Bayu menatap gadis itu diam. Tidak di pungkiri kalau dia begitu kejam kepada Hanna. Namun, waktu itu dia, kan, masih muda, jadi tidak tahu kalau ucapannya telah menyakiti hati orang lain.


"Maaf," sesalnya


Gadis itu menatap jijik lelaki di depannya.


"Jika dengan meminta maaf semua masalah bisa langsung selesai, penjara tidak akan penuh oleh para pencuri, dan pembunuh. Sorry, saya tidak ada niatan memaafkan Anda, untuk saat ini!"


"Terus harus dengan apa agar kamu mau memaafkan kesalahanku?"


"Jangan pernah dekati saya lagi! Itu lebih baik!"


"Tapi aku nggak bisa?"


"Itu derita Anda. Karena saya sudah muak melihat wajah Anda."


"Hanna ... Hanna ... please! Maafkan aku,"


"Stop it! Saya akan benar-benar membenci Anda, jika Anda masih mengikuti saya!" hardik Hanna keras.

__ADS_1


Sedari tadi tangan gadis itu sudah gatal ingin menampar lelaki itu, tetapi dia tahan. Jadi jangan sampai dia kelepasan dan membuat rumah ini heboh atas aksinya.


Bayu memandang punggung gadis itu dengan nanar. Sepertinya luka yang dia berikan begitu dalam, sehingga si gadis tidak mau memaafkan kesalahannya.


"Bodoh, tol*l, b*Jing*n," umpatnya.


Dia lalu menjambak rambutnya yang sudah panjang dengan keras.


Bayu berteriak keras di halaman belakang yang sepi ini. Dia ingin mengeluarkan emosinya yang begitu membuncah di dada.


Hanna yang masih berada di area sekitar, hanya menoleh sebentar dan kembali melanjutkan langkahnya ke ruang keluarga. Dimana keluarga dia dan keluarga lelaki itu berkumpul.


Lia yang menyadari kedatangan Hanna, langsung menyeringai. Dia sengaja mengulurkan kaki jenjangnya ke depan. Gadis itu sengaja ingin membuat Hanna jatuh dan malu di depan keluarga Bayu.


Sedangkan Hanna yang tidak menyadari niat jahat Lia, tetap berjalan santai. Hingga tiba saatnya, gadis itu jatuh terjerembab dan kepala membentur sofa.


"Akh ...," ringis gadis itu memegang dahinya. Walaupun tidak berdarah, tetapi dia yakin kalau dahinya pasti memar sekarang.


Lia dan Masayu langsung menyeringai. Lalu mereka berpura-pura menolong gadis itu.


"Ya ampun, Sayang. Bagaimana kamu bisa jatuh seperti ini? Ayo, sayang! Sini Mama bantu bangun," Masayu menarik tubuh gadis itu supaya bisa bangun, kemudian mendudukkan di sofa panjang.


"Lain kalau hati-hati sayang!" ucap Masayu sambil mengusap lembut rambut Hanna.


Hanna mengepalkan kedua tangannya, saat lagi-lagi dia di permainkan oleh Masayu dan juga Lia.


"Ada apa ini?"


"Oh, ini ... si Hanna tadi jatuh, terus dahinya tidak sengaja terbentur meja." jelas Masayu.


Hanna yang sudah merasa muak berada di sini, langsung meminta Malik-Ayahnya, untuk pulang. Sedangkan sang Ayah yang melihat Hanna seperti itu, langsung berdiri.


"Sepertinya saya dan keluarga di sini sudah terlalu lama, jadi kami mau pamit pulang saja. Dan makasih, loh, atas sajiannya hari ini. Kami sangat menikmatinya." ucap Malik.


Tony dan Rani tersenyum hangat.


"Kami yang seharusnya berterima kasih kepada kalian. Karena kalian sudah mau berkunjung ke sini. Besok kalau ada waktu luang, kami usahakan untuk berkunjung ke kalian," timpal Tony.


Setelah berpamitan dengan keluarga Bayu, Rihanna dan keluarga kembali ke rumah mereka. Hanna yang saat itu semobil dengan Lia saling melemparkan tatapan tajam.


Sesampainya di depan rumah, Hanna langsung mengambil mobilnya sendiri dan pulang ke rumahnya sendiri.


...---------...


"Rin, lo tahu nggak? Ternyata si bau kety udah balik lagi."

__ADS_1


"Maksud lo? Siapa?"


"Itu, loh, Si hantu itu?"


.


"Masa sih? Emang lo lihat di mana?"


"Kemarin waktu acara reuni, dan si*lnya kita nggak dateng."


"Lo tahu dari mana?"


"Dari grup alumni kita lah, rin. Dari mana lagi coba?"


"Dan lo, pasti nggak bakalan percaya dengan ini?" Bella memberikan ponselnya ke Ririn.


"Siapa dia?" tanya Ririn bingung. Bukankah Bella akan memperlihatkan foto si Hantu, itu. Kenapa justru cewek lain yang dia perlihatkan.


Bella merotasikan kedua bola matanya, "Lo nggak tahu dia siapa?" tanya gadis itu.


Ririn menggeleng, "Emang dia siapa?" tanyanya, "Lagian, ngapain, sih, lo ngasih foto orang lain? Bukannya lo tadi mau ngasih lihat, tuh, cewek udik!" tambah Ririn tak mengerti.


"Gue juga tadinya nggak percaya! Namun setelah gue amatin lagi, dia emang si hantu, Rin."


Ririn menatap tidak percaya si teman. Bagaimana bisa cewek cupu, dan bau ketek itu bisa berubah drastis seperti itu, "Masa, sih?" tanya Ririn memastikan.


"Beneran, Rin, suer! Dan yang bikin heboh lagi, tunangan lo, si Bayu Atmaja, itu nolongin gadis udik itu"


"APA?" teriaknya keras.


"Lo jangan bikin gosip, deh! Lagian, mana mungkin bayi nglakuin itu sama cewek lain," tuding Ririn. 'Lagian dia juga tidak pernah melakukan hal yang manis sama gue. Jadi mana mungkin dia bisa melakukan hal itu terhadap wanita lain.' batinnya pilu.


"Kalau lo nggak percaya sama gue, Lo bisa tanya sama teman kita yang kemarin datang ke acara reuni itu!" jelas Bella.


Decak Ririn. Dia kemudian menelfon Helen, teman sekolahnya. Dan ternyata apa yang di ucapkan Bella itu di benarkan oleh Helen.


Ririn yang marah, mulai menggertakkan giginya.


"Tenang, Rin. Kita bisa buat perhitungan dengan cewek bau kety itu!" Ririn yang mendengar ide itu, langsung menyeringai. Dia sudah lama tidak menyapa gadis itu, jadi dia akan memberikan kejutan yang manis untuk wanita itu.


"Baiklah kita susun rencananya terlebih dahulu, nanti jangan lupa lo hubungi temen kita yang lain, dan ajak mereka juga. Gue pengin bikin acara penyambutan yang sangat berkesan buat cewek udik itu!" Seringai jahat terlihat jelas di bibir Ririn dan juga Bella.


Sementara di meja lain, tidak jauh dari tempat Ririn dan Bella duduk. Ada seorang gadis cantik, yang sedang mendengarkan rencana busuk mereka untuk dirinya.


Gadis itu adalah Rihanna. Dia berada di sini setelah bertemu dengan kliennya. Namun siapa sangka kalau kedatangan dia kesini, jadi bisa tahu akal busuk Ririn CS, masih sama jahatnya.

__ADS_1


"Gue tunggu surprise, dari kalian,"


TBC


__ADS_2