Destiny RiBay

Destiny RiBay
Destiny RiBay


__ADS_3

"Apa kamu bersedia menikah denganku?" tanya Bayu sekali lagi.


Hanna jongkok dihadapan pria itu, dengan wajah sembab dia membalas genggaman tangan pria itu. "Apa kamu tidak menyesal telah memilihku untuk menjadi calon istrimu?" tanyanya memastikan.


Bayu mengusap wajah sembab Hanna dengan lembut, lalu menggeleng. "Aku tidak pernah se-yakin ini pada perempuan lain. Jadi, maukah kau menerima pria menyebalkan ini, untuk menjadi teman hidupmu?" timpalnya.


"Aku jadi teringat dengan seseorang di masa lalu, kalau nggak salah waktu itu aku masih SMP. Ada seorang laki-laki yang habis dikeroyok oleh anak-anak lain, kemudian aku menolongnya dengan cara meneriaki gerombolan itu. Padahal, waktu itu aku pun baru saja kena sial, malah dengan sok berani melerai mereka." jeda Hanna sambil tersenyum.


Sedangkan wajah pria itu langsung teringat dengan kejadian yang menimpa dirinya dulu. Jadi, selama ini orang yang dia cari adalah wanita yang ada dihadapannya. Perempuan yang pernah dia sakiti hanya karena ego semata. Bayu yang baru sadar, langsung membawa tubuh Hanna untuk dipeluk.


"Hei, kenapa kamu memelukku?"


"Aku hanya sedang merasa senang, juga sedih secara bersamaan."


"Maksud kamu?"


"Aku benar-benar merasa bodoh dan tidak tahu diri. Aku jahat, bego ...." Bayu menatap Hanna dengan sedih. Dia merasa menjadi pria brengs*k, karena telah melukai orang yang pernah menjadi penolong hidupnya. "Maafkan, aku!" rintih pria itu.


"Maaf, untuk apa?"


"Kalau kamu tidak mengatakan hal itu, mungkin aku tidak akan tahu, kalau kamu adalah gadis yang pernah menolongku dulu."


"Hah, yang benar saja?"


"Iya, Hanna. Aku adalah orang yang pernah kamu tolong dulu. Ternyata kita memang sudah saling terikat sedari dulu, dan bodohnya aku tidak sadar." rutuk Bayu.


Hanna yang masih belum sadar atas apa yang Bayu katakan, hanya diam saja.


"Hei, kenapa kamu malah jadi diam?"


"Aku masih belum mengerti apa yang kamu katakan. Bukankah aku baru bercerita sepenggal, kenapa kamu sudah menyimpulkan itu adalah kamu?"


Bayu terkekeh. "Karena aku yakin itu adalah kita, seratus persen!" ucap pria itu yakin.


"Tapi ...."


"Hanna sayang~, jawab jujur pertanyaan ku. Apa kamu masih merasa nyaman denganku?"


Hanna menatap pria itu malu, lalu mengangguk pelan.

__ADS_1


Bayu tersenyum. "Terus, apa kamu masih mencintaiku?" ujarnya kemudian.


Rihanna menatap sekali lagi netra pria itu, di mana dia melihat pantulan wajahnya di sana. "Jujur, aku masih belum mengerti akan cinta seperti apa. Tapi yang aku tahu, aku merasa nyaman berada di dekatmu," jawabnya yang membuat hati Bayu menghangat.


"Kalau begitu, maukah kamu belajar bersama denganku untuk mengetahui tentang arti cinta yang sesungguhnya?" jedanya.


"Aku tidak janji kalau di hidup kita nanti, tidak akan ada air mata. Karena pasti akan ada hal yang membuat kamu tidak suka dengan sifatku atau mungkin di mana saat kau merindukanku yang tengah jauh darimu. Namun, yang pasti, aku akan selalu ada untukmu, menemanimu, dikala senang dan sedih. Jadi, maukah kau menerimaku untuk menjadi laki-laki beruntung itu?"


Air mata sudah jatuh kembali dari pelupuk wanita itu. Dia begitu merasa terharu dengan proposal lamaran dari seorang Bayu Atmaja. Akankah ini kenyataan, bukan mimpi?


"Hanna," panggil pria itu lembut saat melihat wanita yang dia cintai justru malah diam saja sambil menangis. "Apa kamu bersedia menikah denganku?" Entah sudah berapa kali dia mengatakan itu, tapi Bayu tidak bosan mengatakannya.


Dengan berlinang air mata. Hanna memeluk pria itu dengan erat. "Iya, aku mau. Aku mau belajar bersamamu." jawabnya sambil tersenyum diantara air mata yang menetes di pipi.


Bayu yang mendengar jawaban Hanna langsung mencium puncak kepala gadis itu. Diabaikannya rasa sakit, saat luka yang baru saja selesai dijahit tidak sengaja di senggol oleh Hanna.


Namun, Hanna yang ingat kalau Bayu baru saja melakukan operasi kecil langsung turun dari pangkuan pria itu. "Maaf, aku lupa jika kamu sedang sakit," ujar wanita itu memelas.


Walaupun nyeri, Bayu tetap tersenyum. Luka sekecil ini tidak akan membaut Bayu marah atau apa. Justru karena luka ini, dia bisa meluluhkan hati Hanna sekali lagi.


"Aku mencintaimu, Hanna."


Wajah Hanna berubah merona merah mendengar pengakuan cinta itu. Sambil menunduk, wanita itu berkata. "Ajarkan aku untuk mencintaimu kembali!" timpalnya yang dibalas senyuman tampan dari pria itu.


...------...


Pernikahan besar-besaran dilaksanakan setelah Bayu pulih. Mereka sengaja mengundang banyak tamu undangan. Dari kolega kerja pihak laki-laki, dan teman kerja dari pihak perempuan.


Radit dan Alam yang baru saja sampai, berdecak kagum melihat suasana pesta pernikahan yang sangat megah ini. Bahkan mereka sampai lupa menutup mulut, saking takjubnya menatap dua mempelai itu.


"Gila, gue nggak nyangka Bakan datang ke acara nikahin Bayu dan Hanna."


"Iya, gue juga nggak nyangka. Padahal gue kira, yang akan bersanding dengan Bayu adalah si wanita ular itu. Ternyata malah sama Rihanna."


"Tapi gue ikut seneng lihatnya. Lihat saja, senyum tuh orang nggak pernah luntur dari bibirnya. Seperti tidak lelah. Yuk, samperin!"


"Kuy, lah!"


Bayu yang melihat sahabat baiknya sudah datang, langsung menyambutnya dengan pelukan.

__ADS_1


"Selamat, Bro! Akhirnya, Lo jadi kawin juga sama dia. Setelah lepas dari jeratan ular itu, Lo malah dapet wanita secantik ini. Beri aplause buat mereka."


Hanna dan Bayu hanya tersenyum melihat tingkah absurd mereka.


Hanna yang hari ini begitu tampil cantik, hingga membuat tamu undangan tidak henti berdecak melihat pasangan halal itu. Bahkan Bayu, sampai tidak mau jauh dari sang istri. Dia selalu menempeli kemana wanita itu berada, sampai membuat Hanna kelimpungan.


Loh, bagaimana bisa?


Tanyakan saja pada Bayu.


Sedangkan pria itu malah cengengesan.


Kembali lagi.


"Gue juga nggak nyangka bakalan bisa bersatu kembali dengan dia. Mungkin ini yang dinamakan Destiny RiBay."


Hanna, Radit serta Alam memandang Bayu bingung. "Maksudnya?" tanya mereka kompak.


Bayu yang gemas melihat tingkah istrinya, langsung mencium bibir sang istri. Hingga membuat sorakan dari semua tamu undangan. Sedangkan, Hanna yang malu langsung memeluk tubuh sang suami.


"Woi, di sini masih ada orang!" teriak Radit tidak terima.


"Ya ampun, kau menodai mataku yang masih perawan ini!" timpal Alam sambil cengengesan.


Bayu mengabaikan tingkah dua temannya itu, dan memilih memeluk sang istri. Biarlah, orang mau berkata apa, yang jelas mereka sudah sah untuk melakukan itu.


"Apa kamu mau tahu arti dari Destiny RiBay, Sayang?"


"Ehm,"


"Destiny RiBay adalah takdir Rihanna dan Bayu. Di mana perjalanan cinta kita yang begitu rumit, hingga dipersatukan kembali dengan sebuah pernikahan. Terima kasih, Sayang. Karena kamu mau menjadi bagian dari takdir hidupku."


"Justru, aku yang sangat berterima kasih padamu. Karena memilihku sebagi takdir di hidupmu."


"*I love you, Rihanna."


"I love you too, Bayu Atmaja*."


End

__ADS_1


Terima kasih buat reader semua, yang telah mengikuti cerita ini. Saya sangat senang mendapat dukungan dari kalian semua. Salam sayang dari ku, Lavinka.


Sampai bertemu kembali, bye-bye. 🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2