Destiny RiBay

Destiny RiBay
Penjelasan


__ADS_3

Zyan menunggu kedatangan sang kekasih dengan harap-harap cemas. Dia harus menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Rihanna. Namun, yang ditunggu-tunggu tidak muncul juga, padahal jam makan siang sudah hampir habis.


"Kamu kenapa belum balik juga, Sayang?" Zyan menatap pintu loby kantor dengan gundah gulana. Pria itu sudah mencoba menelfon sang kekasih, tapi tak pernah diangkat. Dia yakin, pasti Hanna masih marah padanya.


"Ini semua gara-gara cewek sialan itu! Coba aja kalau, tuh, orang nggak mepetin gue tadi di lift, nggak bakalan kayak gini jadinya?" ujar pria itu frustasi.


Setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya yang ditunggu datang juga. Hanna berjalan masuk ke dalam gedung, tanpa mau menoleh pada Zyan. Namun, saat akan naik lift, lengan wanita itu di tarik paksa oleh sang kekasih untuk mengikutinya ke taman dekat kantor.


Hanna hanya diam saja, saat pria itu menyuruh duduk di kursi taman. Dia mengabaikan sang kekasih, yang memintanya untuk menatap wajah pria itu. Namun, Rihanna yang sudah terlanjur malas mengabaikan.


"Sayang, aku bener-bener minta maaf sama kamu. Tadi itu hanya salah paham, dan nggak ada niatan untuk diriku selingkuh,"


"Sudahlah, Yan. Aku malas untuk membahas masalah ini, lebih baik kita kembali ke dalam, karena jam istirahat sebentar lagi usai!"


"Tidak, akan. Sebelum di maafin, kita nggak akan kemana-mana."


Wanita itu menghela nafas panjang, lalu berkata, "Maaf, Yan. Sebaiknya kita putus saja."


Zyan langsung menggeleng. "Tidak-tidak, aku nggak mau putus dari kamu, Sayang. Ini semua salah paham,"


"Jujur, aku pun lelah membohongi hati ini sendiri, Yan,"


"Sayang, please! Beri aku kesempatan lagi untuk membuatmu mencintaiku!"


"Maaf, Zyan,"


"Tapi aku nggak mau putus dari kamu, Na,"


"Ini yang terbaik buat kita, Yan. Kamu juga bisa mendapatkan perempuan yang mencintai dan menerima kamu, tapi itu bukan aku."


"Aku tahu siapa yang pantas buatku, dan itu cuma kamu, Sayang. Jadi, please! Jangan katakan kalau kamu tidak baik untuk ku!"


"Maaf, Yan. Aku sudah berusaha mencoba membuka hatiku untukmu, tapi kenyataannya aku tidak bisa," ujarnya menyesal.


Zyan berdiri, lalu menjambak rambutnya frustasi. Diabaikannya orang lain yang melihat mereka penasaran, lalu kembali duduk di samping sang kekasih. Tangan pria itu mencoba menangkup wajah si pacar dengan lembut. "Lihat aku, Sayang!" ujarnya.

__ADS_1


Hanna menatap wajah pria itu dengan pandangan nanar. Dia sudah berusaha membuka hatinya untuk Zyan, tapi tetap wajah pria lain yang selalu ada di benaknya. Wanita itu benar-benar sudah berusaha, untuk mencintai sang kekasih. Namun tidak berhasil.


"Hanya aku seorang yang tulus mencintaimu, sayang!" ucapnya.


"Apa yang sedang kalian lakukan? Tolong, ini masih di area kerja, jadi jangan sikapnya!" tegur salah satu satpam yang sedang bertugas.


Hanna dan Zyan saling menjauhkan tubuh mereka, lalu menunduk minta maaf. Setelah melihat kepergian satpam tersebut, Hanna pergi berlalu meninggalkan sang kekasih. Sedangkan pria itu hanya menatap sendu punggung si pacar atau mantan pacar?


...--------...


Pulang kerja


Hanna berjalan ke luar lift bersama para karyawan lain. Dia sengaja keluar ruangan lebih lama, untuk menghindari bertemu dengan Zyan. Namun, ternyata pria itu masih kekeh menunggu dirinya, dan parahnya lagi ada lelaki lain yang juga berdiri di samping si mantan pacar.


"Apa-apaan coba, dua pria itu? Apa mereka tidak bisa membuatku bernafas sejenak?" keluhnya.


Bayu yang melihat kedatangan Hanna langsung tersenyum sumringah, lalu hendak mendatangi wanita itu tapi di tahan oleh Zyan. "Gue duluan, Bay," ujar pria itu sambil lalu.


"Sayang, pulang bareng yuk?"


"Hanna Sayang, please!" Zayn menarik lengan Hanna dengan cepat, dan membawa wanita itu ke arah mobilnya berada. "Aku mau ngajak kamu buat dinner di luar, mau kan?" Imbuhnya.


Hanna melepas paksa lengannya, lalu mundur selangkah. "Maaf, Yan. Tolong jangan panggil aku sayang lagi, karena kita sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi!" ujar wanita itu.


Bayu masih diam sambil melipat kedua tangan di depan dada, menatap sepasang kekasih itu. Dia menangkap keengganan dari wajah si perempuan, saat Zyan berjalan mendekat. Netra pria itu menatap dingin, lengan sahabatnya yang menarik paksa Hanna.


"Ini udah nggak bisa di biarin," kata Bayu, sambil berjalan menghampiri mereka. "Ada apa ini?" imbuhnya menyela perdebatan.


"Bisa nggak usah ikut campur dulu, Bay?" timpal Zyan dingin pada si teman.


"Kalau gue nggak mau, gimana?"


"Maksud lo apa, Bay?"


"Bisa tidak kamu berlaku lembut pada seorang perempuan? Kalau dia emang nggak mau, jangan dipaksa!"

__ADS_1


Zyan berdecak, "Lo ngomong seakan-akan gue ini pria jahat, yang memperlakukan perempuan dengan semena-mena. Padahal apa yang lo lakuin sama Ririn juga lebih jahat dari yang gue lakukan." sindirnya tajam.


Hanna berniat pergi dari sana, tapi di tahan oleh Zyan. "Kamu tetap di sini!" ujarnya sambil mencengkeram lengan si mantan kekasih.


Bayu yang melihat Hanna meringis, langsung menepis kasar lengan Zyan. hingga membuat cengkraman itu terlepas.


"Gue bilang jangan ikut campur sama urusan gue, Bay!" peringat Zyan keras.


"Gue bakalan ikut campur, karena lo udah nyakitin cewek yang gue sukai!" hardik Bayu tak kalah tajam.


Zyan mengerutkan kening, lalu menyeringai lebar. "Oh, udah ngaku sekarang. Kalau Lo itu tertarik sama pacar gue?" sindirnya mencemooh.


"Kita udah putus, Yan."


"Diam!" teriak pria itu keras, hingga membuat Hanna terkejut.


"Sayang, maaf. Tadi aku nggak sengaja, maaf,"


Hanna mundur, saat Zyan hendak menarik lengannya. "Oke, gue bakalan diam. Lagian, juga udah nggak ada yang perlu dibahas lagi," timpalnya santai.


"Tapi ...."


"Tidak, kamu ikut sama aku. Biar aku yang antar kamu pulang, dan tidak ada penolakan!" ucap pria menyela pembicaraan Zyan.


"Maksud lo apaan sih, Bay? Inget, Lo itu udah punya tunangan. Jadi jangan pernah menikung pacar temen sendiru!"


"Pacar?" jedanya bertanya-tanya. "Perasaan tadi kata Hanna, kalian ini udah putus? Kenapa lo masih ngaku-ngaku," imbuhnya sinis.


"Bangs*t! Lo mau nikung temen lo sendiri, hah?"


Bayu menatap dingin si teman. "Bukan gue yang nikung, tapi lo yang udah ngerebut cewek gue!" jelasnya. "Ayo, Na, Kita pergi!" ajak pria itu.


Hanna menatap Zyan sebentar, lalu pergi meninggalkan pria itu dan masuk ke mobil Bayu. "Maaf," ujar wanita itu tulus.


Zyan memandang penuh emosi dua orang itu, bahkan sampai mobil Bayu sudah tak terlihat. Dia masih berdiri diam di sana, sambil mengepalkan kedua tangannya. Lalu berkata, "Kalau gue nggak bisa balikan sama Hanna, berarti tidak ada yang boleh dapetin dia," ujarnya dingin.

__ADS_1


TBC


__ADS_2