
Rihanna yang baru saja sampai di sebuah pelataran Mall, mengalami kejadian naas. Tas tangan dia raib di gondok oleh orang tak di kenal. Padahal banyak barang berharga di dalam tas itu, yaitu ponsel, ATM, KTP, dan juga uang cash.
"JAMBRET! JAMBRET! TOLONG ADA JAMBRET!" teriak seorang wanita di samping gadis itu berdiri.
Orang yang berada disekitar melihat kejadian itu, langsung berusaha membantu Hanna. Mereka berusaha mengejar penjambret, yang berboncengan dengan sepeda motor ke luar parkiran sambil berteriak keras. Bahkan pelaku sampai menerobos palang pintu, yang terdapat di depan loket parkir.
Namun, si korban-Rihanna, malah terdiam kaku di atas undakan tangga masuk mall. Dia masih syok hingga membuatnya tak bisa berkata-kata. Mulut gadis itu terbuka dengan mata melebar dan alis terangkat.
"Mba, mba, sadar mba!"
"Haah?" Gadis itu terkesiap,saat pundaknya di tepuk oleh orang lain.
Ibu-ibu yang berada di sekitar gadis itu merasa kasihan, "Sabar, yah, Mba! Semoga masih rejekinya, si mba!" ucap salah satu wanita paruh baya berpakaian gamis dan kerudung panjang.
Hanna menoleh, kemudian mengangguk sedih. Bibirnya mulai bergetar, takut. Banyak barang berharga yang ada di tas itu, "Boleh nangis nggak, sih, Bu?" tanya Hanna memelas kepada si wanita tadi.
"Nggak apa-apa, nangis aja! Biar plong juga." Setelah itu Hanna menangis keras, hingga membuatnya jatuh terduduk di atas tangga.
Sedangkan ibu tadi memeluk tubuh Hanna dalam pelukannya. Wanita itu juga menepuk-nepuk punggung si gadis dengan pelan. Supaya gadis itu tidak merasa sendiri.
"Ya Allah, kenapa ini bisa terjadi kepadaku?" rintihnya sambil menangis.
Sementara Radit dan Alam menatap bingung, kerumunan di depan pintu masuk Mall itu, "Ada apa itu, Dit?" tanya Alam sambil melihat ke arah si teman.
Radit menoleh, kemudian menggeleng, "Samperin, yuk! Siapa tahu ada yang bisa kita tonton!" ujarnya semangat.
__ADS_1
"Kuy!" timpal Alam, kemudian ikut bergabung dengan Radit dan orang-orang yang berada di kerumunan itu.
Mereka berdua hanya bisa melihat punggung seorang gadis yang sedang di tenangkan oleh wanita di depannya. Radit yang penasaran mencolek lelaki paruh baya di samping dia, "Maaf, Pak, ada apa ini? Kenapa gadis itu menangis?" tanyanya sopan.
Si bapak langsung menoleh dan berkata, "Itu Mas, Mbak itu habis kena jambret. Kasihan sekali," jawabnya kasihan.
Radit dan Alam saling menatap satu sama lain, lalu menggedikan bahu tak tahu.
"Makasih yah pak informasinya."
"Sama-sama. Mas juga hati-hati, soalnya sekarang banyak jambret atau pencuri di sekitar kita."
"Baik pak terima kasih atas nasehatnya."
Suara tangisan perempuan itu masih terdengar jelas di telinga Radit, hingga membuat dia terusik. Entah kenapa dia merasa mengenal sosok gadis itu. Demi menuntaskan rasa penasaran, lelaki itu menerobos masuk kerumunan itu.
Alam yang melihat tingkah aneh si teman hanya mengikuti saja. Toh dia kesini juga berniat main-main saja, di Timezone bareng sohibnya ini. Saat merek sudah berdiri dekat dengan gadis itu, "Perempuan itu Rihanna bukan sih Lam?" tanya Radit.
"Haah, maksud lo, si Hantu itu?"
"Makanya gue nanya, ngapa jadi lo yang nanya balik sih?"
"Gue juga rada lupa sama muka tuh cewek."
"Iya, yang ada dipikiran lo itu, kan, cuma Bella-Balla terus!"
__ADS_1
"Si*lan, nggak usah buka kartu deh!"
"Bro ... gue yakin, deh, kalau tuh cewe emang Hanna, si gadis cupu itu!"
"Lo tahu dari mana, sih? Kan, tuh cewe sekarang udah berubah. Jadi cantik banget."
"Maka dari itu, beg*! Gue yakin seribu persen. Kalau cewek yang habis kena jambret, itu si gadis Hantu!"
"Masa sih?"
"Ya udah kita samper aja! Kita buktikan langsung, dari pada kita berdebat nggak jelas kaya gini. Mending kita tanyakan langsung sama si korban!"
"Terserah lo aja, gue ngikut aja!"
Akhirnya kedua lelaki tampan itu mendekat ke arah si korban yang sudah mulai tenang. Saat jarak mereka sudah dekat, mata mereka melebar. Jadi tebakan Radit benar? kalau cewe itu si Hantu alias Rihanna.
Radit menepuk dahinya tak percaya.
"Oh my God!"
TBC
Jangan lupa like dan komennya.
Bab selanjutnya up jam 13.00.
__ADS_1
Salam dari Bayu 😘😘😘😘