
Pagi hari yang cerah, cocok untuk menikmati secangkir kopi atau teh sambil duduk santai di depan rumah. Namun, itu tidak berlaku pada seorang pria tampan bernama Bayu Atmaja. Dia justru kini sudah sibuk, dengan dokumen-dokumen yang harus ditangan.
"Bagaimana jadwalku hari ini?" tanya Bayu pada si sekretaris, yang merangkap sebagai sopirnya.
"Hari ini ad- ...." Si asisten langsung membanting setir, saat merasakan ban mobil bagian depan meledak. Setelah bisa menepi, dia melihat ke arah belakang dimana sang CEO berada. "Maaf, Tuan. Apa Anda baik-baik saja?" tanyanya cemas.
Bayu yang tadi sedang tidak sibuk dengan pekerjaan, tidak siap hingga membuat kepala nya terbentur kaca samping. Beruntung dia memakai seatbelt , coba kalau tidak, sudah terpelanting jatuh kedepan si Bos nanti. Namun tetap saja, itu membuat kaget dan juga menyakitkan.
"Kamu ini bisa nyetir tidak, sih?" bentak Bayu sambil mengusap kepalanya yang berdenyut sakit.
Sang asisten langsung menunduk minta maaf, "Sepertinya ban mobil kita pecah, Tuan. Makanya saya membanting setir ke tepi, karena kalau tidak bisa berakibat fatal." terangnya ketakutan.
"Sudahlah, lupakan! Lebih baik, kamu telfon bengkel buat mengurusi mobil ini! Dan jangan lupa, tolong panggilkan Taxi online untukku!"
"Baik, Tuan."
Bayu keluar dari mobilnya, dan berdiri di atas trotoar sambil berkacak pinggang. "Sial, kenapa di saat genting begini ada aja masalah yang datang. Apa tak bisa besok saja?" gerutu pria itu.
"Maaf, Tuan. Dikarenakan jam sibuk, saya tidak bisa mendapat satu pengemudi pun?" ucap si Asisten takut-takut.
Bayu menatap tajam pria dihadapannya, lalu mendesah kesal. "Terus, kamu pikir saya harus jalan kaki, begitu?" timpalnya.
"Ehm ... i-tu ...," gagap si Asisten takut.
Saat Bayu bingung harus dengan apa dia menuju kantor, tiba-tiba ada mobil berwarna putih menepi. Pria itu tidak peduli, dan malah sibuk memijit kepalanya yang berdenyut sakit. Dia pikir, mungkin akan menghubungi Radit atau Alam untuk menjemput ke sini.
"Mobilnya kenapa?" tanya seorang wanita cantik.
__ADS_1
Bayu yang merasa tidak asing dengan suara itu, langsung mendongak. Senyum pria itu langsung melebar, saat mendapati Rihanna ada di hadapannya. "I-ni, ban mobilku pecah. Kamu mau berangkat kerja?" tanya pria itu basa-basi.
Wanita cantik bernama Rihanna, hanya mengangguk. Lalu, netra dia tidak sengaja melihat ke arah kening bagian samping si pria yang terdapat memar. "Iya, kalau begitu saya pergi dulu, bye!" ucapnya santai.
Walaupun dalam hati ingin menolong, tapi segera ditepis perasaan itu.
"Apa kamu nggak ada niatan buat menolongku?
"Maaf, tak ada dalam kamusku menolong orang yang sudah pernah berbuat jahat padaku!" ucap Hanna dingin.
Bayu yang melihat wanita itu hendak pergi, segera ditariknya. "Hanna, please! Kali ini saja, tolong aku!" ujarnya memohon.
"Maaf, aku sibuk!"
"Hanna, please!" Bayu memegang lengan wanita itu, supaya tidak pergi meninggalkan dirinya.
"Anggap saja saya ini hanya orang biasa, atau paling tidak pengemis yang sedang butuh bantuan. Jadi, please! Beri tumpangan padaku yang sedang tertimpa musibah ini?"
Sementara itu, si Asisten yang melihat si CEO memelas seperti itu, jadi kasihan. Dia sudah berusaha memesan Taxi online, atau mencegat Taxi di pinggir jalan, tapi tidak berhasil. Padahal biasanya, banyak sekali berseliweran mobil warna hijau atau Oren dengan logo tertentu. Namun, hari ini sepi, seperti hatiku ini.
Nah, loh, malah curhat.
Kembali lagi ke Bayu dan Hanna.
Setelah dibujuk lama, dan juga karena waktu yang mepet akhirnya Hanna setuju memberikan tumpangan pada pria si*lan itu. "Untung searah, kalau tidak, ogah gue nebengin lo!" ucap wanita kesal.
"Kalau nolongin yang ikhlas dong, Mba!" goda Bayu pada Hanna, yang langsung dibalas pelototan dari wanita cantik itu.
__ADS_1
"Makin cantik, deh, kalau begitu,"
"Diam!"
"Oke-oke, aku bakalan diam." Bayu langsung diam. Namun, baru lima detik pria itu sudah membuka mulutnya kembali. "Kapan kamu mutusin Zyan?" ujarnya.
Hanna menoleh langsung ke arah Bayu, lali berdecak. "Apa kamu gila menanyakan hal seperti itu padaku?" timpalnya sengit.
Bayu mengedikan bahu, lalu berucap, "Apa ada yang salah dengan pertanyaan itu?" Dengan santainya pria itu berujar, dan malah bersiul di dalam mobil Rihanna.
Hanna mencengkeram kemudi, untuk menyalurkan rasa geramnya pada pria tidak tahu diri di sampingnya ini. Diabaikannya Bayu yang mengajaknya bicara, karena yang dia inginkan sekarang adalah menurunkan orang ini secepat mungkin. Rihanna sudah muak dengan Bayu Atmaja.
"Sudah sampai. Silahkan anda keluar dari mobil saya!" ucap Hanna datar.
Bayu yang sedari tadi berbicara, tidak sadar kalau sudah sampai. Lalu, dia menoleh ke arah Hanna, "Makasih atas tumpangannya, Hanna. Nanti pulang kerja aku akan mentraktir mu , sebagai balas Budi." ucapnya.
"Tidak perlu. Saya sibuk!"
"Jangan seperti i- ...." Bayu langsung mengatupkan bibirnya, saat mendapati delikan netra Hanna yang menyorot tajam padanya. "Kenapa kamu malah menatap saya seperti itu, naksir, yah?" goda pria itu sengaja.
Hanna merotasikan kedua bola matanya, lalu berkata, "Kesalahan terbesarku dulu adalah menyukai orang seperti kamu. Namun aku sangat berterimakasih, karena setelah apa yang kau lakukan padaku. Aku jadi sadar, bahwa orang seperti Anda itu tidak pantas untuk dicintai!" ucapnya menohok.
Kamu harus tegas Hanna. Dia itu sudah melukaimu terlalu dalam. Jangan sampai kamu terjerat dengan akal bulusnya, pria itu lagi!
TBC
Di senin y**ang cerah ini. yuk jangan lupa bantu vote, like, komen dan hadiahnya. karena dukungan kalian sangat berarti untuk ku.π€£π€£
__ADS_1
Salam dari akoh yang mengantuk iniπππππ**.