
...~Happy Reading~...
Kantor
"Permisi, Pak! Di luar ada tamu yang ingin menemui Bapak,"
"Siapa?"
"Dari perwakilan perusahan Standar Nasional. Mereka ingin mendiskusikan tentang kerja sama dengan perusahaan kita, Pak!"
"Bukankah itu urusannya dengan Pak Hendro? Kenapa jadi saya yang harus turun tangan?"
"Mereka tidak mau diwakilkan dan ingin bertemu langsung dengan, Bapak."
Decak lelaki itu, "Baiklah, suruh dia tunggu sebentar! Saya masih ada kerjaan sedikit lagi," titahnya.
Kemudian sang Sekertaris-Cila, pergi meninggalkan ruangan sang CEO. Dia meminta si tamu untuk menunggu di ruang khusus, yang terletak di samping ruangan Direktur.
Setelah pekerjaannya selesai, Bayu keluar menuju ruangan sang tamu menanti. Dia membuka pintu kaca itu, kemudian tersenyum menyambut 2 lelaki paruh baya itu, "Selamat siang," sapanya.
"Selamat siang juga Pak Bayu. Perkenalkan saya Aris, dan ini Faris, sekertaris saya."
__ADS_1
Bayu menjabat tangan Pak Aris dan juga sekretaris nya, "Saya Bayu Atmaja," timpal Bayu.
"Saya merasa tersanjung, karena bisa bertemu dengan Anda secara langsung. Saya sudah mendengar begitu banyak pujian tentang anda dari para investor dan rekan pebisnis yang lain. Maka dari itu, bukan bermaksud tidak sopan, saya hanya ingin bisa berinteraksi dengan anda langsung dari pada lewat perantara." papar pak Aris panjang lebar.
Bayu tersenyum kecil, "Tidak masalah Pak Aris. Saya juga berterima kasih kepada Anda, karena bisa di datangi oleh perusahaan sekelas Standar Nasional!" pujinya tulus.
"Untuk mempersingkat waktu, lebih baik kita mulai saja sekarang, Pak!" ujar Bayu.
Pak Aris dan sang wakil mulai menjelaskan tentang perusahaan mereka, dan keuntungan Bayu jika bekerjasama dengan dirinya.
Sementara itu, Bayu mulai mendengarkan secara seksama dan setiap detail yang diucapkan oleh yang bersangkutan. Dia cukup puas dengan presentasi dari perusahaan Pak Aris.
"Saya suka dengan presentasi dari perusahaan kalian, sangat detail dan bagus. Saya ucapkan selamat, karena perusahaan Anda berhasil bekerja sama dengan perusahaan ini. Kalau begitu saya undur diri dulu, nanti Cila sekertaris saya yang akan menjelaskan tentang kontrak kerja sama kita. Permisi!" ucap Bayu sambil menjabat tangan rekan bisnisnya yang baru.
"Terima kasih, Pak. Kami berjanji tidak akan mengecewakan keperluan dari perusahaan ini. Sekali lagi terima kasih, Pak Bayu!" Pak Aris dan Faris kemudian membungkuk hormat, setelah selesai berjabat tangan dengan Bayu.
Bayu melihat ke arah jam yang melingkar di tangan, "****, gue telat!" umpatnya.
Setelah memberikan perintah kepada si Sekertaris, untuk mangurus kerja sama dengan perusahaan Standar Nasional. Bayu pergi meninggalkan kantor menuju tempat lain. Karena lelaki tampan itu mempunyai urusan lain, dan dia berharap kalau orang itu belum pulang kerja.
Oleh Sebab itu, Bayu kini sedang melajukan mobilnya cepat, membelah jalanan lengang sore ini. Dengan tekad yang kuat, semoga niat baik dia diterima oleh orang itu.
__ADS_1
Sesampainya di tempat tujuan, Bayu mengerutkan kening, "Kenapa Zyan ada di sini?" tanya lelaki itu pada angin yang berhembus.
Setelah melihat gadis yang dia cari keluar dari gedung, Bayu berjalan mendekat ke arah dua orang itu dengan diam. Zyan yang menyadari kedatangan Bayu, memilih tersenyum kecil.
"Bayu, ngapain kamu ke sini?" tanya Zyan heran.
Bayu yang di sapa oleh si teman memilih acuh. Dia berjalan mendekat kearah gadis itu berada, "Apa kamu ada waktu hari ini?" tanyanya langsung.
Gadis itu-Rihanna memandang Zyan dengan bingung. Kemudian kembali melihat kearah lelaki berjas mahal itu, dengan sorot bertanya, "Kenapa?" ucap dia tak mengerti.
"Ada apa, Bro?" sela Zyan.
"Gue cuma pengin traktir Hanna makan, apa itu tidak boleh?" timpal Bayu.
Hanna menatap dua orang lelaki yang sedang beradu pandang, dengan jengah. Dia sudah lelah seharian ini. Apa gadis itu juga harus menangani hal melelahkan lainnya, lagi?
'Ya ampun, apa gue nggak bisa istirahat sebentar, aja?'
"Maaf, gue nggak bisa. Permisi!"
Tbc**
__ADS_1