Destiny RiBay

Destiny RiBay
Menyebalkan


__ADS_3

"Pah, Papah?" Seorang wanita mengenakan pakaian tidur, berlari keluar kamar sambil menoleh ke kanan ke kiri. Mencari keberadaan sang suami, yang entah berada dimana.


Sambil tertatih-tatih, Masayu mendobrak setiap pintu kamar, yang ada dirumah yang sepi itu. Semenjak Lia menghilang, rumah itu makin terlihat suram. Bukan karena apa, karet biasanya yang menempati rumah itu hanya Masayu dan Lia.


Sedangkan Malik dan Rihanna, sang pemilik asli rumah. Justru, tidak pernah terlihat di sana. Sang kepala keluarga yang sibuk bekerja, sementara si Anak gadis sudah pindah ke apartemen.


"Kemana sebenarnya pria tua Bangka itu? Kenapa dia tidak terlihat di manapun?" gerutu wanita tua itu kesal.


Masayu yang merasa lelah, kemudian duduk di atas sofa panjang. Tangan wanita itu juga memijat kepalanya yang terasa berdenyut sakit. "Lia, kamu kemana, Sayang? Mamah merindukanmu," ucap wanita itu lirih.


...--------...


Keesokan paginya


Rihanna mengerjapkan kedua matanya, saat sinar matahari menerobos masuk dari celah jendela. Senyum manis terulas dari bibir si wanita. "Good morning," ucapnya pada diri sendiri.


Kakinya melangkah turun dari atas ranjang, menuju kamar mandi. Dia hari ini libur, Makanya bangun siang. Namun, nanti siang sang kekasih berjanji akan mengajak dia nonton di bioskop.


Usai mandi, dan memakai baju. Rihanna pergi ke dapur untuk makan sereal. Karena perutnya sudah berteriak minta diisi. Jadi, daripada dia kelamaan masak dan berakhir pingsan. Nanti, yang ada bisa geger satu apartemen.


"Aku kok, jadi kepikiran sama Haruki, yah? Kira-kira dia udah nyampe, apa belum?" ujarnya sambil menyiapkan satu sendok sereal ke dalam mulut. "Apa aku telfon, aja?" imbuhnya semangat.


"Tapi, aku lupa save nomornya kemarin," jerit Hanna, sambil meremas rambutnya sendiri.


"Sudahlah, lupakan! Nanti kalau ada waktu, aku samper aja kesana langsung. Sekalian, mau nengokin Tante Irene sama Om Tae."


"Jadi nggak sabar, deh!" ujarnya gemas.


Saat sedang makan, bel apartemen berbunyi membuat Hanna berdecak kesal. "Siapa, sih, pagi-pagi begini udah bertamu aja?" geramnya.


Dengan langkah dihentakan, Hanna menggerutu sepanjang jalan. Saat dia melihat layar intercom, keningnya berkerut samar. "Siapa, sih? Kok, gelap?" tanya wanita itu.

__ADS_1


Hanna hampir saja kembali ke dapur, untuk melanjutkan makannya yang tertunda. Namun, niat itu terhenti, karena si tamu tidak jelas masih membunyikan bel. Dengan kesal, dia membuka pintu, dan akan menyembur orang itu.


Namun, justru dia yang terkejut. "Apa ini?" tanyanya bingung.


Seorang tamu yang di kira adalah orang tidak jelas. Ternyata adalah seorang pria tampan, yang sedang menyodorkan satu buket bunga mawar besar, pada si pemilik apartemen.


"Hai, pagi Sayang," sapa Zyan, sambil tersenyum lebar. "Ini, buat kamu," ujar pria itu menyodorkan bunga.


Hanna tersenyum lebar, lalu mengambil buket bunga itu dan diciumnya. "Makasih, Zyan," ucap wanita itu.


"Apa kita akan berdiri di sini terus?" ucap Zyan terkekeh.


Wanita itu lalu tersenyum, "Silahkan masuk, Tuan!" goda Hanna.


Zyan yang gemas dengan sang kekasih, lalu mencubit pipi si cewek. "Manis banget, sih, Ayang aku!" ujarnya lembut.


Hanna terkekeh, "Sudah, ah, malu sama tetangga!" ujarnya.


Zyan menoleh kanan kiri, "Enggak ada siapa-siapa, kok, Yang? Ini pasti akal-akalan kamu, aja, kan?" timpalnya.


Bibir Zyan langsung cemberut, "Masuk dong, Beb. Tega sekali kamu padaku!" ucapnya cepat.


Wanita itu lalu mempersilahkan sang kekasih masuk ke dalam. Namun, dia dikejutkan kembali dengan kedatangan tamu tak diundang, yang menyelinap langsung ke apartemen nya. "Yakh!" teriak Hanna keras.


Zyan yang sudah masuk ke dalam, menolehkan kepalanya. Dahi pria itu berkerut heran, saat melihat wajah sang sahabat berada dibelakangnya. "Ngapain lo kesini?" tanyanya..


"Kan, gue cuma ngikutin apa kata lo?"


"Gue nggak ngerti apa yang sedang lo katakan?"


"Lo bilang, kalau hari libur gini enaknya ke rumah gebetan, kan?"

__ADS_1


"Iya."


"Nah, karena gue nggak punya gebetan, makanya gue nemenin lo buat ke rumah pacar lo.asa gitu aja nggak ngerti?" ujarnya santai, "Tadi gue juga udah telfon Radit, sama Alam. Katanya, mereka sedang on the way ke sini," imbuh pria itu sambil duduk di atas sofa.


Zyan meringis menatap sang kekasih, "Sorry, Beb!" ucapnya memelas, "Itu si Yuyu-nya aja, yang datang sendiri. Bukan, aku yang ngajak mereka," imbuhnya menerangkan.


Rihanna berdecak kesal, menatap si Yuyu kangkang alias Bayu Atmaja yang sedang duduk sambil menonton TV. Netra wanita itu menatap sang kekasih, kemudian berucap, "Ya, sudah. Mau gimana lagi, toh mereka udah di sini juga. Tapi, maaf, aku nggak ada makanan!" terangnya mengalah.


Zyan mengangguk mengerti, lalu netranya menatap Bayu yang dengan santainya tiduran di atas sofa panjang itu. "Bay, bisa tidak kamu bertingkah sopan di rumah pacarku?" ujarnya memperingati.


Bayu yang merasa ditegur, langsung duduk. "Maaf, soalnya sofa ini enak banget, sih. Kaya manggil-manggil gue buat ditidurin, gitu," timpal pria itu.


Si pemilik rumah pun mendengus, "Lebih baik, kamu urusin temen kamu! Aku mau ke kamar dulu." ujar Hanna pada Zyan.


"Kamu mau ngapain?" tanya Zyan tidak rela.


"Aku mau taruh bunga ini di kamar. Takutnya, nanti kalau temen kamu yang lain dateng, terus merek pada rusuh, gimana?"


"Tapi, janji jangan lama-lama?"


"I-ya, paling sepuluh menit, kok!" ujar si cewek.


"Kelamaan, Sayang!"


"Ih, lebay deh kamu! Aku juga mau rapihkan kamarku, tadi soalnya belum sempet aku bersihkan."


"Apa perlu aku bantu rapihkan?" tawar si pria.


Hanna langsung menolak keras, "Tidak perlu! Kamu di sini saja, dan kalau perlu minta tamu tak diundang itu untuk membeli makanan!" elaknya sambil melirik sinis si Bayu.


Bayu yang merasa diabaikan oleh kedua pasangan kekasih itu, hanya bisa menggeram marah. Namun, dia lega karena sudah menganggu waktu kebersamaan mereka. Jadi, rencana dia berhasil.

__ADS_1


Kita lihat saja, sampai berapa lama hubungan mereka akan bertahan? Karena, aku tidak akan tinggal diam, saat milikku di usik oleh orang lain. Termasuk, sahabatku sendiri ...,


Tbc


__ADS_2