
"Long time no see, Kak Hanna!" seru seorang gadis cantik dari arah meja makan, pada wanita yang sedang berlari mengejar sang pemilik rumah.
Sementara itu, Hanna yang merasa di panggil menolehkan wajahnya ke arah si pemanggil.
"Intan?"
"Iya, ini aku Kak,"
"Waahh ... kakak nggak nyangka. Zyan ... ini beneran intan?" tanya Hanna pada sang kekasih yang kini berada di sampingnya.
Zyan terkekeh, lalu mengangguk.
"Iya, itu Intan. Jangan bilang kamu lupa sama dia, yah, Sayang?"
Hanna langsung menghampiri adik dari sang kekasih, yang juga sedang merentangkan kedua tangannya lebar.
Mereka saling berpelukan, hingga seperti Teletubbies yang sudah lama tidak bertemu.
"Kangen,"
"Kakak juga lebih kangen sama kamu. Kamu gimana kabarnya? Maaf, yah, baru sempet mampir," Hanna memasang wajah memelas karena kesibukannya, dia jadi lupa mengunjungi Intan.
Intan memajukan bibirnya, "Kirain kakak lupa sama aku," rajuk intan tidak mau melepaskan pelukan mereka.
"Mana ada? Kak Hanna malah selalu merindukan kebersamaan kita."
"Beneran, Kakak nggak lagi bohong, kan?"
"Suer, kalau nggak percaya, intan bisa tanya sama kak Zyan?"
Intan lalu menatap sang Kakak yang berada tidak jauh dari mereka, "Kak Zyan ...," panggil gadis itu.
Zyan kemudian mendekatkan diri ke arah dua perempuan yang sangat dicintainya. Tangan pria itu, lalu membawa mereka dalam sebuah dekapan, "Kak Hanna benar, Intan. Semenjak Kak Hanna sampai di indo, dia disibukkan dengan urusan kerjaan. Jadi nggak sempet mengunjungi kamu," jelasnya sambil mengusap lembut punggung orang tersayang.
Hanna dan Intan langsung tersenyum sumringah.
"Kalau hari ini Kakak rencana mau kemana?" tanya intan setelah melepaskan pelukan si Kakak.
Sedangkan Hanna langsung mendorong saat mencium bau alkohol lagi dari baju yang Zyan kenakan, "Awas ih, bau banget sih, kamu. Mandi sana!" usir perempuan itu sambil menutup hidungnya.
Zyan langsung cemberut.
__ADS_1
"Kamu tega banget sih, Sayang,"
"Bodo amat," ucap Hanna cuek.
Intan menjulurkan lidah. Dia mengejek Zyan yang diusir oleh Hanna.
"Udah sana, Kak, mandi dulu! Lagian siapa suruh, sih, mabok? Udah kaya orang frustasi aja!" sindir Intan.
Zyan langsung menjitak kepala Intan, lalu berlari meninggalkan sang Adik yang berteriak marah, "Awas yah, kak! Aku bakalan aduin kelakuan kakak, sama Mama Papah! Biar Kak Zyan dimarahin!" teriak intan.
Hanna hanya menggelengkan kepala, melihat tingkah kakak beradik itu. Saat sadar, kalau mereka tidak hanya berdua saja, Hanna langsung kicep.
Tiba-tiba bulu kuduknya meremang. Saat mendapati tatapan dingin begitu menusuk. Dari pria yang sedang menyilangkan tangan di depan dada.
Intan yang menyadari Hanna diam, langsung menolehkan kepalanya, "Kak Hanna, kenapa? Kok diam?" tanya gadis itu sambil mencolek bahu Rihanna.
"Hah, apa?"
Intan menatap aneh Hanna.
"Kakak kenapa, sih, kok jadi aneh gini?"
Rihanna langsung salah tingkah, matanya menatap kearah lain asal tidak bersitatap dengan pria itu.
Intan menghela nafas, "Ya sudahlah. Ohya Kak, ini kenalkan temen kak Zyan. Kak Bayu ... kenalkan ini Kak Rihanna," ucapnya mengenalkan Bayu dengan Hanna.
Sementara Bayu menyeringai. Netranya dengan awas melihat penampilan perempuan hari ini, "Bagaimana keadaan kamu?" tanya pria itu langsung.
Intan yang mendengar pertanyaan dari teman si kakak, mengerutkan keningnya, "Apa kak Bayu mengenal dengan Kak Hanna?" tanya gadis itu bingung.
Bayu menoleh ke arah intan.
"Kami teman satu sekolah, intan. Jadi bagaimana kami nggak saling kenal, bukankah begitu, Hanna?"
Dengan sengaja, Bayu memancing Hanna untuk berbicara. Dan viola, berhasil. Perempuan itu langsung mendongak, dan menatapnya.
"Hah, apa?"
"Kak Hanna kenapa, sih? Kok, jadi salah tingkah gini. Atau ... jangan-jangan, kak Hanna dan kak Bayu-," Intan sengaja menggantung pertanyaan nya, dan menunggu reaksi mereka berdua. Sampai dia bisa menyimpulkan dari gelagat dua orang itu, yang cukup mencurigakan.
Bahwa antara Kak Bayu dan kak Rihanna, ada yang mereka sembunyikan. Namun, dia tidak tahu.
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa, wajah kalian tegang seperti itu?" Zyan yang baru saja turun dari lantai atas, langsung menatap tiga orang itu dengan bingung.
Hanna langsung mencoba tersenyum ke arah Zyan, dan di balas langsung oleh sang kekasih dengan mengecup kening si pacar.
Bayu menatap tidak suka ke arah Zyan yang merangkul Hanna dihadapannya mesra.
Intan menangkap perubahan aura Bayu, saat melihat kemesraan yang Zyan lakukan terhadap Hanna.
'Jangan bilang, kak Bayu suka sama kak Hanna? Bukankah dia sudah mempunyai tunangan?'
"Kalian mau kemana, kak? tanya intan memecah keheningan.
Zyan menatap sang adik, kemudian tersenyum lebar.
"Mau kencan, lah. Jangan bilang kamu mau ikut?" Zyan memicingkan mata. Menata curiga sang adik. Karena biasanya, Intan akan bertingkah menyebalkan, dan mengganggu kencannya.
Intan terkikik geli, "Kak Hanna?" Gadis itu sengaja memasang wajah memelas pada Hanna. Dia berharap perempuan itu akan mengijinkannya untuk ikut.
Rihanna yang melihat intan seperti itu, jadi tidak tega. Lalu dia melihat ke arah Zyan, yang menggeleng seolah menolak keberadaan Intan di acara kencan mereka nanti.
Hanna terkekeh, "Boleh dong Intan. Itung-itung sebagai permintaan maaf Kakak." timpalnya kemudian.
Intan yang mendengar itu langsung melompat kegirangan. Mengabaikan Zyan yang sedang kecewa. Sedangkan Bayu, pria itu menyeringai kecil.
"Yah ...padahal aku sudah berharap, kalau kita akan kencan berdua saja, Sayang."
"Jangan mau kak Hanna. Nanti yang ada kak Zyan, malah modus Mulu sama kakak." intan terkikik geli. Karena bisa membuat kencan sang kakak buyar.
"Sudah-sudah, lebih baik kita pergi sekarang. Aku nggak mau, yah, kita jadi telat ke bioskopnya!"
"Haah, ya sudahlah. Dari pada enggak sama sekali. Dasar adik menyebalkan. Enggak bisa apa lihat kakaknya seneng bentar doang?"
"Emang enggak." Hanna dan Intan tertawa lebar. Mengabaikan Bayu dan Zyan yang menatap dua perempuan itu berbeda.
'*Akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum kembali Hanna. Jujur itu membuat jantungku berdegup kencang.'
'Teruslah tersenyum Hanna. Karena melihatmu seperti ini , itu sangat melegakan."
TBC
Yuhhuuuuuuu
__ADS_1
jangan lupa like komen hadiah dan* ***vote nya yah kak. Bantu saya buat semangat lanjutkan cerita ini.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰***