Destiny RiBay

Destiny RiBay
Memalukan


__ADS_3

Ririn pulang dalam keadaan marah besar. Dia membanting pintu mobilnya keras, dan menggerutu sepanjang jalan. Padahal wanita itu sudah menyusun sebuah rencana yang sangat brilian.


Namun, dia harus gigit jari. Karena semua rencananya, harus gagal. Dan pulang dengan rasa kecewa dan sakit di bagian pantat.


"Si*l, padahal tinggal dikit lagi berhasil. Gue, tuh, heran sama dia. Sebenarnya dia itu normal nggak, sih? Kenapa setiap aku menggodanya, diam malah biasa-biasa saja. Aku jadi curiga sama orientasi seksual Bayu, apa jangan-jangan dia itu belok?"


Ririn syok sendiri dengan pemikirannya. Namun, tidak salah kalau dia berpikir seperti itu. Karena selama ini, wanita itu sudah sering menggoda Bayu, tapi tak ada tanggapan apapun dari pria itu.


"Gue udah bela-belain pakai baju seksi setiap berkunjung ke kantor. Tapi, dia sama sekali nggak ada niatan buat nyentuh gue. Akh ... si*l, gue udah nggak tahan lagi! Pokoknya gue harus lebih hati-hati lagi, kalau sampai Bayu ngasih tahu kelakuan gue yang sebenarnya. Bisa dicoret dari Kartu Keluarga nanti."


Wanita itu kemudian membanting setir, ke arah dimana dia biasa bermalam. Tak dihiraukan suara dari pemilik mobil lain yang mengumpat, karena kendaraannya berbelok tanpa pemberitahuan. Sekarang tujuan Ririn adalah memuaskan hasratnya yang sudah meledak-ledak, ingin di salurkan.


"Walaupun nggak bisa sama Bayu, gue masih bisa main sama dia. Sayang, i'm coming!"


...--------...


Keesokan paginya


Rihanna terbangun dalam keadaan segar. Wanita itu tersenyum, saat mengingat pertemuan dia dan juga Haruki. Semalam mereka menghabiskan waktu untuk bercerita banyak hal.


Bahkan saking asyiknya, tak ada yang sadar bahwa waktu sudah menunjukkan tengah malam.


Haruki memutuskan untuk pulang ke hotel, dan Hanna pulang ke apartemen. Temannya itu memang ke sini untuk liburan bersama dengan keluarga. Dan siang ini, mereka akan pulang kembali ke Jepang.


"Ternyata seperti ini, yah, punya temen cewek. Seru banget! Sayangnya, di sini aku nggak punya." Hanna yang tadinya antusias berubah murung kembali, "Sudahlah, lebih baik aku mandi dan bergegas ke kantor. Untung kerjaan aku sedikit hari ini. Jadi bisa santai sejenak," ucapnya sambil mengambil handuk lalu bergegas ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan memakai baju, Hanna turun ke bawah. Dia sudah memesan Taxi online, untuk membawanya ke kantor. Sebenarnya, Zyan sudah menawarkan diri untuk menjemput, tapi ditolak.


Dengan alasan menghemat waktu atau, author pun tidak tahu.


Sesampainya di kantor, Hanna langsung masuk ke dalam ruangan. Dahinya berkerut heran, saat menemukan hanya ada beberapa orang saja, "Yang lain pada kemana mba?" tanya wanita itu kepada salah satu pegawai yang lewat.

__ADS_1


"Lagi pada ditarik sama Bu Regina, ikut seminar."


"Loh, dimana? Kenapa aku nggak tahu mba Gita?"


"Tadi Bu Regina nitip pesan buat kamu. Katanya seminar kali ini, kamu boleh absen dulu. Tapi nanti minggu depan kamu harus ikut!"


Rihanna mendesah kecewa. Padahal dia sudah sangat menginginkan ikut seminar ini, dari kapan tahu.


Tapi ...,


"Mungkin dia kasihan sama kamu, jadi dia nggak ngajak kamu kali ini. Jangan kecewa begitu dong," hibur Gita sambil menepuk bahu Hanna pelan.


Rihanna hanya bisa tersenyum kecil. Lalu duduk di kursinya, sambil melanjutkan kerjaan dia yang sudah mencapai 90%. Di tolehkan kembali kepalanya ke arah ruangan Bu Regina, lalu menghela nafas.


...------...


Jam makan siang


"Kenapa? Apa ada masalah dengan kerjaan kamu?" tanya Zyan sambil menyodorkan sendok berisi makanan ke arah sang pacar.


Hanna menerimanya dengan enggan, tapi tetap mengunyah makanan itu secara pelan, "Aku ditinggal sama Bu Regina," adunya sedih.


"Emang ditinggal kemana, kok sampai sedih begitu, sih?"


"Seminar," rengeknya.


Zyan tertawa melihat sang kekasih, "Ya ampun, Sayang. Aku kira kenapa," timpal pria itu sambil menggelengkan kepala.


Hanna menatap tajam sang kekasih, yang justru malah menertawakan dirinya. Dengan kesal, wanita itu pergi meninggalkan Zyan yang masih tertawa terpingkal-pingkal. Dia tidak sedang ingin bercanda, dan memilih pergi ke Rooftop.


Di sana, Hanna duduk sambil menikmati semilir angin yang menerpa wajah. Rambut hitam legamnya, ikut menari indah. Jangan lupakan kelopak mata wanita itu yang tertutup, sungguh cantik.

__ADS_1


Pantas saja Bayu dan Zyan, saling berebut mendapatkan perhatian dan cinta dari wanita itu. Tapi kita tidak ada yang tahu, siapa yang ada di hati Rihanna. Akankah dia kembali membuka hatinya untuk Bayu, atau justru memilih cinta yang baru.


Saat sedang menikmati ketenangan, dering ponsel wanita itu berbunyi. Membuat, Hanna membuka matanya untuk melihat siapa yang mengganggu. Ternyata yang menelfon adalah ...


"Ada apa?" ucapnya ketus.


Orang yang berada diseberang sana tertawa, ["Galak amat neng!"]


"Kalau nggak penting, saya matikan!"


["Kayaknya lagi mode, senggol bacok, nih?"]


"Apaan, sih?"


["Kalem istri. Nanti keriputnya nambah banyak loh?"]


Hanna lalu mematikan panggilan telepon itu, dan membuang nafas kesal. Dia jadi teringat kejadian di rumah sakit kemarin. Dimana mereka seperti pengantin baru yang sedang kasmaran.


Kenapa aku bisa lupa dengan dendamku sama tuh orang. Harusnya, kan kemarin aku membanting dia. Bukan malah keenakan dipeluk sama tuh iblis. Akh...


Rihanna mengacak-acak rambutnya sendiri. Kelakuan dia sudah seperti wanita murahan diluar sana, yang akan luluh hanya dengan senyuman playboy cap kambing.


Ponselnya kembali berdering dari nomor yang sama. Namun, sekarang berganti menjadi panggilan video. Dengan kesal dia menolak panggilan itu. Lalu menonaktifkan ponselnya.


Gue lagi pengin sendiri. Jadi dilarang ada yang menggangu!


**TBC


Yuhuuu bab lanjutan sudah up. Jangan lupa like dan komen. Hadiah dan vote kalian sangat membuatku bersemangat untuk melanjutkan cerita ini.


😘😘😘🥰🥰🥰**

__ADS_1


__ADS_2