Destiny RiBay

Destiny RiBay
Mabuk


__ADS_3

Ririn, Bella, Mei, dan Ratih baru saja tiba di Club' Nightso. Mereka akan mengadakan party, buat merayakan hari ulang tahun Bella yang ke dua puluh lima tahun. Tidak hanya berempat, tapi teman-temannya pun sudah siap di tempat itu.


"Gue bener udah cantik, kan, Rin?" Bella menatap Ririn yang duduk di sampingnya. Dia merasa gugup, saat melihat keberadaan pria yang dia sukai duduk di bangku paling pojok bersama dengan temannya.


Ririn menoleh ke arah Bella, lalu melihat penampilan si teman, "Iya, udah cantik kok, Bella. Emang kenapa sih? Kayak mau kedatangan pangeran aja!" jawabnya .


"Gue emang ngundang mereka semua, kok, Rin. Gimana sih Lo! Emang tunangan lo nggak ngasih tahu apa?"


Ririn yang tidak tahu Bella akan mengundang si tunangan, membulatkan matanya terkejut, "Yang bener Bel! Kok, Bayu nggak ngomong apa-apa sama gue?" timpal gadis itu sedih.


Bella hanya merotasikan kedua bola matanya, melihat Ririn yang seperti habis terkena serangan jantung, "Makanya kalau punya tunangan itu jangan terlalu di kekang, dong! Kan, jadi kami sendiri yang susah, Rin," ucapnya menasehati.


"Hah ... gue juga nggak tahu kenapa si Bayu, nggak bisa jatuh cinta sama gue. Lo tahu sendiri, Bel. Gue cantik, kaya, pintar, terus apa lagi, sih, yang Bayu cari dari gue?" Ririn mendesah lelah, sudah bertahun-tahun hubungan mereka berlangsung. Namun, si tunangan masih saja bersikap dingin padanya.


Mei dan Ratih yang batu saja datang setelah mengambil minuman, langsung bergabung dengan Ririn, dan Bella.


"Kenapa muka lo kusut kek keset belum dicuci Rin?" tanya Mei


Ririn yang mendengar langsung melempar kentang goreng yang ada di meja ke arah Mei, "Ngomong gitu lagi, gue buang lo dari geng kota!" ancamnya.


Mei langsung mengkeret, "Jangan dong beb,. gue kan tadi cuma becanda doang. Maaf, yah, sayangku!" ujarnya memohon.


Ririn langsung menepis tangan Mei yang berada di bahunya.


"Lagian siapa suruh nyenggol macan betina yang lagi bad mood. Rasain, loh, Mei!" Ratih menertawakan sahabatnya yang sedang cemberut.

__ADS_1


"Lo emang bukan bestie gue, Ra! Awas aja kalau Lo besok minta jemput gue lagi, ogah yah!"


Ririn dan Bella yang melihat pertengkaran antara Mei dan Ratih hanya mendengus. Bocah berdua itu emang seperti tikus dan kucing. Ribut Mulu kerjaannya.


"Diam kalian semua! Kalian malah tambah bikin mood gue ancur, aja!" Ririn pergi meninggalkan tiga temannya, menuju lantai dansa. Dia ingin melampiaskan amarah dengan menari.


Ririn mengabaikan tatapan lapar dari para pengunjung yang melihatnya. Kepala gadis itu berayun mengikuti irama lagu, yang sedang diputar oleh DJ.


Sementara itu, Bayu, Radit, Alam dan Zyan yang duduk di kursi paling pojok. Kini, sedang menikmati minuman mereka. Bahkan Radit dan Alam sudah teler, bahkan mereka sedang merancau tidak jelas.


"Itu ... bukannya tunangan lo, Bay?" tunjuk Zyan dengan mata menyipit.


Bayu yang sedang tidak berselera untuk minum, hanya mengikuti arah tunjuk Zyan. Bibirnya berdecak, saat melihat Ririn yang sedang dikerubungi oleh banyak pria, "Biarin aja, gue lagi males!" ucapnya sambil menyesap jus jeruk.


Zyan menatap aneh Bayu, "Woi, dia itu tunangan elo! Emang nggak cemburu ngelihat Ririn di gerayangin banyak cowok kaya gitu?" tanyanya sambil meminum wiski di gelas.


Bayu menoleh ke arah Zyan yang mulai teler di kursinya, "Lo udah sejak kapan suka sama Hanna?" tanya pria itu ingin tahu.


Zyan yang mendengar nama sang pacar disebut, langsung tersenyum lebar.


"Lo kemarin pasti nggak nyangka kan, Bay, kalau dia adalah Rihanna?" Zyan terkekeh geli, "Gue juga nggak tahu kapan tepatnya gue suka sama dia. Intinya, dia itu spesial buat gue," ujarnya mulai tidak jelas.


Bayu menatap datar Zyan, sambil memainkan gelas di tangannya.


"Secinta apa lo sama dia?"

__ADS_1


Zyan berusaha membuka matanya, agar bisa menatap si teman. Tapi efek alkohol yang dia minum, membuat dia merasa berat membuka mata.


"Cin-ta hu-gue, mele-bi-hik-hi pa-hik-da diri sen-diri." Setelah mengatakan itu, kepala Zyan ambruk di atas meja. Hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.


Bayu mendesah lelah. Semua temannya sudah tepar semua, karena mabok.


"Belum juga satu jam di sini, mereka udah teler aja. Haah ... merepotkan sekali mereka!" Gerutu pria itu.


Netranya menjelajahi lantai dansa, dan menemukan si tunangan yang sedang berciuman dengan pria lain di bawah. "Cih, kalau udah jal*ng, mah jal*ng aja!" Bayu memandang jijik Ririn, yang sedang memadu kasih dengan pria lain di depannya.


Seringai kecil terlihat di bibirnya.


"Kita tunggu saja reaksi orang tua kita, saat tahu kelakuan lo yang sebenarnya, cih!"


TBC


maaf up siang. karena real life yang sedang sibuk.


Ohya, aku mau ngadain give away buat novel ini. Hadiahnya pulsa sebesar Rp 25000.


5 Komen terbaik, akan mendapatkan hadiahnya. dan hasilnya akan aku umumin hari Senin pagi.


Caranya gampang, kalian cukup like di setiap bab dan komen juga. Inget yah! nggak boleh curang.


Dan juga komen komen terbaik yang akan jadi pemenangnya.🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


Jangan lupa juga masukin list favorit kalian, dan follow akun ini.


Sampai jumpa😘😘😘😘


__ADS_2