Destiny RiBay

Destiny RiBay
Terkuak


__ADS_3

"Kita mau kemana?"


"Mau pulang."


"Tapi ini bukan arah ke apartemenku."


"Siapa yang bilang mau ke rumahmu? kan, aku bilang mau pulang."


Hanna memandang Bayu tak mengerti. Lalu berkata, "Jangan bilang kamu mau nyulik aku, yah?" tuduh wanita itu.


Bayu yang mendengar itu, langsung tertawa. "Wah, ternyata ada yang ngarep di culik sama, gue," timpalnya.


Bibir Hanna berdecak kesal, lalu bersandar kembali di jok samping kemudi. "Situ kali yang ngarep!" sindirnya pedas.


Bayu memandang Rihanna dengan pandangan memuja. Pria itu tidak menyangka, kalau seorang Bayu Atmaja akan bertekuk lutut dihadapan seorang wanita, yaitu Rihanna. Orang yang dulu pernah dianggap cupu, tapi ternyata adalah kupu-kupu cantik setelah berubah.


"Yakh, kenapa kita kesini?" tanya wanita itu.


Bayu mengulum senyum, melihat Hanna yang terkejut saat mobil yang mereka pakai, berhenti di sebuah Mansion besar milik keluarga Atmaja. Pria itu turun dari mobil, play membukakan pintu bagian samping kemudi dengan senyum mengembang indah. "Silahkan keluar, Nona Rihanna," ujarnya berpura-pura seperti pelayan.


Hanna mendengus, "Enggak usah sok baik, deh!" ucapnya ketus. "Aku nggak mau keluar, sampai kamu jelasin dulu maksud kita kesini!" imbuhnya.


"Aku hanya ingin menyelesaikan ma- ...," belum usai Bayu menjelaskan, perkataannya sudah dipotong.


"Apa-apaan ini?" Tiba-tiba ada seorang wanita cantik turun dari mobil, lalu menatap berang sang tunangan bersama wanita si*lan itu. "Lo ngapain bareng tunangan gue?" sambungnya.


Rihanna menatap jengah wanita ular itu, lalu menarik jas pria disampingnya. Kemudian berkata, "Tolong, dikondisikan tunangannya, dahulu! Karena saya malas berurusan dengan dia," ujarnya.


"Ya ampun, sini masuk! Kenapa pada di luar, sih?" Sebelum Bayu sempat berucap, suara ibu sudah menginterupsi pembicaraan mereka. "Baik, Bu," jawab si anak.


Ririn langsung merubah raut wajahnya menjadi lebih ramah, dan itu tertangkap jelas oleh netra Hanna. "Dasar, bunglon!" cibirnya.


"Ayo, masuk!" Bayu mengajak Hanna untuk mengikutinya, tapi di tolak oleh wanita itu.


"Kenapa kamu ngajak aku?"


"Kamu harus ikut!"


"Tapi aku nggak mau."


"Aku nggak lagi nawarin, tapi aku memaksa!"


"Dan aku berhak menolak paksaan kamu."


"Ckck, kenapa susah sekali, sih, bawa kamu masuk ke rumah?"

__ADS_1


"Karena kalau aku masuk sekarang, aku sama saja seperti wanita yang tidak tahu diri."


"Tapi kamu tidak seperti itu, Hanna." elaknya.


"Bayu, kamu ngapain di situ?" ujar si ibu bertanya-tanya. "Terus, ajak juga temannya untuk masuk ke rumah!" imbuhnya membuat Ririn mendengus.


"Kamu kenapa, Rin?"


"Tidak ada apa-apa. Kalau begitu kita masuk duluan saja, Bu. Oh iya, ini, Ririn bawain kue brownies kesukaan ibu, loh." Wanita itu membimbing untuk masuk ke dalam rumah besar itu. Walaupun dalam hati, dia tidak ikhlas membiarkan si tunangan bersama perempuan lain.


"Wah, makasih, loh, Nak Ririn. Kok kamu tahu, sih? Kalau Ibu lagi pengin banget makan kue ini."


"Tau, dong. Kan, Ririn belajar jadi calon mantu yang baik buat keluarga ini."


"Calon mantu idaman banget, deh, kamu Sayang." puji Rani sambil menepuk-nepuk bahu si Ririn dengan bangga. "Ayo, duduk dulu! Biar nanti bibi siapkan minuman yang kamu mau," sambungnya sambil menaruh kotak kue itu di atas meja.


"Bi, Bibi."


"Iya, Nyonya?"


"Tolong kamu siapkan minum buat tiga orang, dan ini ... tolong kamu potong-potong kue ini menjadi beberapa bagian. lalu bawa ke sini lagi."


"Tapi, bukannya tamunya cuma nona Ririn saja?"


"Loh, temen kamu mana? Kenapa nggak di ajak masuk juga?"


"Dia udah pulang, Bu."


"Kenapa pulang, bukannya kamu suruh masuk dulu tadi?"


"Dia nggak mau, Bu," jawabnya lembut, "Lagian Bayu juga ada yang mau disampaikan ke kalian semua." Imbuhnya sambil menatap Ririn dingin.


Sementara itu Ririn yang ditatap sedemikian rupa, langsung merinding. Dia berharap, Bayu tidak mengatakan hal yang aneh-aneh dan membuat Kacau pertemuan kali ini. Namun, dalam hatinya sedang berbunga-bunga, akhirnya pertemuan keluarga dilaksanakan juga. Setelah beberapa kali tertunda-tunda terus.


"Kayaknya serius banget, Nak?"


"Iya, Bu. Ini menyangkut masalah pernikahanku."


Rani lalu tersenyum manis dan merangkul Ririn yang juga sedang bersemu merah. "Cie, ternyata ada yang udah nggak sabar nikah sama kamu, Sayang," bisiknya pada si calon mantu.


"Iya, Ririn juga udah nggak sabar, buat jadi mantu di keluarga ini," timpalnya malu-malu.


Bayu hanya memandang jijik, wanita itu. Ternyata itu perempuan, masih punya muka buat bertemu dengan keluarga ini. Namun, pria itu tidak akan tinggal diam, karena dia akan mengungkapkan semua rahasia busuk dari seorang Ririn.


"Assalamualaikum," ujar dua orang paruh Bayu yang baru masuk ke dalam Mansion Atmaja.

__ADS_1


Toni yang baru saja keluar dari kamar, langsung tersenyum melihat kedatangan calon besan mereka. "Wa'alaikumsalam. Masuk calon besan," ujarnya menimpali.


Dua pasang paruh baya itu saling berpelukan, melepas rindu. Kemudian duduk di sofa yang, tidak lama kemudian minuman mereka pun datang. Rani meminta si tamu spesial, untuk minum terlebih dahulu, dan ditanggapi tak kalah sopan oleh orang tua Ririn.


Setelah berbasa-basi yang membosankan, menurut Bayu. Dia langsung menyela pembicaraan para orang tua, dengan berkata, " Sebelumnya Saya meminta maaf pada kalian semua, apalagi pada ayah dan ibu dan juga orang tua Ririn."


"Maaf untuk apa , Nak Bayu?" tanya Ayah dari Ririn.


"Langsung saja, Saya meminta kita berkumpul di sini, untuk memberitahukan bahwa tidak akan ada pernikahan diantara saya dengan ririn!" ucapnya tegas.


Sementara itu, para orang tua langsung memandang tak mengerti maksud perkataan Bayu.


"Maksud kamu apa, Bay?" tanya Toni serius.


Bayu lalu menatap si ayah dengan tak gentar. "Selama ini saya sudah berusaha mencintai Ririn, tapi tidak bisa, Yah. Jadi maaf, sudah mengecewakan kalian," ujarnya.


Ayah Ririn yang bernama Anggara, langsung berdiri tidak terima. "Maksud kamu apa, Bayu? Kita sudah sepakat kalau sebentar lagi kalian akan menikah. Kenapa kamu main membatalkan saja? Saya tidak terima," timpalnya penuh emosi.


"Coba beri kami alasan yang lebih masuk akal, Nak!" ujar Rani.


"Pasti ini semua karena wanita si*lan itu, kan?" teriak Ririn tidak terima.


"Maksud kamu siapa?" tanya Bayu sengit.


"Ini semua pasti karena Hanna si*lan itu, kan?"


"Jaga mulut kamu, yah Rin!"


"Kenapa kamu bentak anak saya, hah?"


"Anak anda yang memulai duluan, Tuan Angga," ujar Bayu tenang.


"Pokoknya aku nggak mau kalau pernikahan kita di batalkan, titik!" ujar Ririn.


Bayu menyeringai, "Apa perlu saya beberkan semau tingkah laku kamu selama ini?" tanyanya penuh ancaman.


Ririn langsung terdiam, ketakutan.


Toni yang melihat ada yang disembunyikan oleh dia anak muda itu, lalu bertanya, "Katakan yang sejujurnya, Bay!" perintahnya tegas.


Bayu kemudian membuka amplop besar yang dia bawa sedari tadi. Lalu mengeluarkan isinya ,di atas meja. Kini, terpampang semua kelakuan Ririn yang sesungguhnya.


"Apa-apaan ini, Ririn?" teriak Anggara murka.


TBC

__ADS_1


__ADS_2