
"Ini, minum dulu."
"Makasih."
Bayu dan Rihanna kini sedang duduk di mobil, sambil menatap jalanan yang mulai ramai. Pria itu tadi datang setelah diberi tahu, kalau ada yang tidak beres di rumah orang tua Hanna. Maka dari itu dia berada di sini sekarang.
"Apa sudah lebih baik?"
Hanna menghela nafas, "Sudah." jawabnya.
"Kalau begitu, lebih baik kita-," Belum selesai Bayu berkata, netra pria itu sudah membola terkejut, "Tangan kamu kenapa, Han? kenapa bisa begini. Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang!" ucap pria itu tanpa mau di bantah.
Hanna yang sudah lelah hanya diam saja. Toh, dia yakin, kalau pria itu tidak akan berbuat macem-macem dengannya. Seakan teringat sesuatu, perempuan itu menoleh ke arah si pengemudi.
"Apa kamu tau sesuatu, tentang siapa dalang di balik penyerangan ku kemarin?" tanyanya.
Bayu menoleh sebentar, lalu kembali fokus dengan kemudinya, "Kenapa, apa kamu ingin tau siapa pelakunya?" jawab pria itu enggan.
"Aku hanya ingin tahu saja."
"Dia sudah aku bereskan. Jadi kamu bisa bernafas lega sekarang."
Hanna terperangah.
"Maksud kamu?"
"Aku sudah membuat dia pergi dari negara ini, tanpa bisa kembali. Jadi kamu tidak perlu berterima kasih pada ku. Karena memang sudah sewajarnya, aku membantu kamu."
"Tapi kamu nggak membunuh dia, kan?"
"Aku, kan tadi udah bilang. Aku membuangnya, bukan membunuh. Jadi menurut kamu,"
"Cih, terlalu bertele-tele!" Hanna mendengus saat pria itu malah tertawa.
"Tangan kamu kenapa? Apa itu ulah ibu tiri kamu?"
Hanna melihat kembali telapak tangan dia yang di balut dengan sapu tangan. Namun sepertinya Memnag perlu diganti. Warnanya sudah berganti menjadi merah, dan bau anyir.
"Bukan,"
"Lalu siapa yang membuat tangan kamu menjadi seperti ini?"
"Tidak penting." Hanna langsung turun. Setelah mobil pria itu sampai di pelataran rumah sakit.
__ADS_1
Bayu yang melihat itu hanya menggeram.
"Sabar, Bay. Lo pasti bisa meluluhkan hati dia lagi."
Dia lalu ikut turun, menyusul perempuan itu. Saat menemukan Hanna yang sedang duduk di kursi tunggu, Bayu langsung menyeretnya ke ruang UGD, "Kenapa kamu malah duduk di situ, dan bukan ke UGD langsung?" tanyanya menahan emosi.
Sedangkan yang di tanya hanya menggedikan bahu acuh.
"Dok, tolong tangani tangan istri saya sekarang. Saya nggak mau terjadi apa-apa dengan istri saya, Dok!" Hanna langsung mencubit lengan Bayu.
"Ish, apa-apaan, sih?" geram Hanna.
Bayu sendiri tidak memperdulikan Hanna yang marah. Lagian kalau sedang khawatir, mana mungkin otaknya berjalan lancar. Syukur-syukur dia nyebutnya istri, coba kalau ibu atau mertua, kan lebih tidak mungkin.
"Silahkan duduk di ranjang itu, mba. Biar suaminya yang urus masalah pendaftaran." ujar perawat.
Hanna yang melihat suster akan menyuntik tangannya. Langsung menarik jas pria itu.
"Kenapa?" tanya Bayu.
Hanna tidak menjawab, tapi langsung menarik pria itu mendekat.
Seolah paham kalau perempuan itu takut dengan jarum suntik. Bayu menyembunyikan wajah Hanna di dalam dekapannya, "Nggak usah takut, ada aku di sini." ucapnya sambil mengusap lembut rambut si istri palsu.
Bayu tersenyum kecil, "Iya-iya tau," jawabnya sambil menahan tawa.
Sementara itu, suster yang melihat adegan itu. Malah senyum-senyum. Mungkin dalam pikiran dia, kalau kedua pasangan ini romantis sekali. Walaupun istrinya jutek, tapi sang suami selalu sabar menanggapinya.
"Luka istrinya cukup dalam dan lebar, jadi saya putuskan untuk menjahitnya, yah, Pak?" ucap sang Dokter yang menangani.
Hanna yang mendengar itu makin mengeratkan pelukannya, di tubuh pria itu. Lalu di balas kecupan di kepala gadis itu oleh Bayu.
(Ini yg modus siapa sih?)
"Lakukan saja, Dok. Yang penting istri saya cepat di tangani."
Walaupun sudah di suntik bius, tapi masih terasa. Apa karena efek obatnya kurang banyak, hingga membuat perempuan itu merasakan sakit. Padahal tadi waktu di rumah, dia tidak merasakan apa-apa. Namun, kenapa sekarang Hanna malah jadi seperti orang yang lemah.
"Apa sesakit itu?" tanya bayu khawatir.
Hanna hanya mengangguk.
Dokter yang melihat itu langsung berkata, "Tahan, yah, Bu! Sebentar lagi selesai kok." ujarnya menenangkan.
__ADS_1
Hanna sudah berlinang air mata, membuat Bayu menjadi tidak tega, "Menangis, lah. Kalau itu membuatmu menyalurkan rasa sakit kamu." bisiknya di telinga gadis itu.
Setelah beberapa saat, akhirnya luka di tangan Hanna sudah di jahit. Dan kini mereka sudah di mobil. Masalah pendaftaran, dan biaya administrasi, sudah di tangani oleh Asisten pria itu. Jadi masalah sudah beres. Tinggal mengantar perempuan itu ke apartemen.
"Kenapa kamu bisa ada di sana?" tanya Hanna ingin tahu.
Bayu yang sedang mengemudi, lalu meliriknya sebentar.
"Apa kamu mengikuti ku?" cecar perempuan itu kembali.
Bayu menghela nafas, "Aku hanya tidak sengaja melihatmu di sana. Jadi aku mendatangimu."
"Bohong."
"Buat apa aku bohong. Aku memang sedang ada urusan di dekat situ tadi."
"Kamu ada urusan di pemakaman?" Hanna semakin curiga, terhadap pria itu, "Jangan bilang kamu mau menggali semua mayat yang ada di sana. Dan membangun perusahaan di atas pemakaman itu?" tanyanya skeptis.
Bayu langsung menginjak pedal remnya, "What? Apa aku segila itu sampai merebut hak orang yang sudah mati?" tanyanya tak percaya.
"Iya siapa tahu? Kan namanya otak bisnis, kan, apa aja akan di lakukan. Apalagi ini menyangkut uang,"
"Wah, ternyata kamu sejahat itu, yah."
"Kan hati orang nggak ada yang tahu?"
"Iya, kaya hati kamu."
Hanna menatap Bayu.
Entah kenapa, berada di dekat pria itu. Dia jadi lupa akan segalanya. Rasa nyaman dan aman, selalu ada hingga saat ini. Namun, dia juga masih menyimpan dendam terhadap si mantan Malaikatnya ini.
'Andai kamu dulu tidak sejahat itu padaku, mungkin aku masih berharap padamu. Kini kamu sudah mempunyai tunangan, dan aku juga sudah mempunya Zyan. Bisakah waktu diputar kembali? Karena,Aku ingin terlahir kembali, dan menjadi seseorang yang menjadi pertama untuk mu.'
TBC
Hari ini aku up
Selamat pagi semuanya. Jangan lupa tersenyum, karena senyum itu ibadah.
Oke, masih ada waktu satu hari lagi. Tapi sepertinya tidak ada yang butuh hadiah dari aku. Tapi ya sudahlah, nanti aku akan tetap memilih komentar terbaik dari kalian. Dan nanti akan aku umumkan siapa pemenangnya.
See you allππππ
__ADS_1