Destiny RiBay

Destiny RiBay
Flashback


__ADS_3

...~Happy reading~...


Seorang gadis berseragam sekolah menengah pertama baru saja pulang dari tempat les. Dia adalah Rihanna, dengan penampilannya yang cukup berantakan, seperti habis terkena musibah.


Rihanna melihat sekitar komplek perumahan yang cukup sepi, karena ini sudah mau memasuki waktu maghrib. Sambil mengusap air matanya yang jatuh menetes di pipi, gadis itu berjalan tertatih. Luka di lutut belum sembuh, sudah di tambah dengan luka lain yang ada di lengan.


Jangan heran jika melihat Hanna pulang sekolah dalam keadaan seperti ini, karena setiap ada kesempatan pasti murid lain akan merundungnya. Sudah berkali-kali dia di bully, tetapi Hanna tetap diam dan tidak mau melawan.


"Sshhh, dingin sekali." Gadis itu mengusap lengannya yang terasa dingin karena seragam yang dia kenakan basah.


"Semoga saja Ayah pulang telat lagi, aku tidak mau sampai dia tahu kalau aku pulang dalam keadaan seperti ini," ucapnya pelan.


Hanna menghentikan langkahnya, saat mendengar suara benda jatuh tidak jauh dari tempat gadis itu berada. Tubuh gadis itu menegang, dia melihat beberapa sekumpulan anak muda yang sedang mengeroyok anak lain.


"Bagaimana ini? Aku juga tidak berani menolongnya. Aduh ... aku harus meminta tolong pada siapa? Di sini tidak ada orang lain, ya, Allah, tolong lelaki itu!" doa gadis itu.


Kemudian setelah menunggu beberapa saat, akhirnya para gerombolan itu pergi meninggalkan salah satu orang yang sudah terkulai lemas.


"Astaghfirullah hal'adzim," kata Hanna.


Dengan sedikit gemetar, kakinya berjalan mendekati orang itu. Kemudian pandangannya mengedar, mencari pertolongan.


"Tolong! Tolong! Tolong!" teriak gadis itu.


Tiba-tiba dari arah depan ada sekumpulan bapak-bapak yang berpakaian rapih, mungkin mereka akan menuju masjid. Hanna langsung mendekati mereka.


"Permisi, Pak! Maaf, apa kalian bisa menolong teman saya yang sedang terluka? Dia habis di keroyok oleh segerombolan orang tidak bertanggung jawab?" pinta gadis itu memohon.


Bapak-bapak itu memandang penampilan Hanna dengan kernyitan di dahi.


'Apa gadis ini ini juga sebagai korban?' batin salah satu lelaki dewasa di sana.


"Di mana temen kamu sekarang? Dan apa kamu baik-baik saja?" tanya lelaki berbaju koko warna putih.


"Saya tidak apa-apa, tetapi teman saya yang butuh pertolongan, pak,"


"Lalu di mana dia sekarang?"


"Itu, Pak, di sana," tunjuk Hanna ke arah lelaki yang sudah tergeletak tidak berdaya.


"Ayok pak Edi, dan pak Toro, lebih abik kita bawa anak itu ke klinik terdekat!"


"Baik, pak Roni."


Hanna mengikuti mereka dalam diam, dia bersyukur karena ada orang baik yang mau menolong cowok itu. Saat sampai di klinik, pak Edi-ketua RT di komplek itu, langsung membantu membayar admistrasi dari cowok itu.


Hanna membungkukkan badan, berterimakasih karena mereka telah menolongnya. Mereka juga membelikan baju ganti buat gadis itu, sehingga dia bisa berganti baju dan langsung pulang ke rumah.


Anak lelaki yang seumuran dengan gadis itu, kini sedang merintih kesakitan. Dia terbangun, setelah pingsan, di keroyok oleh preman di sekolahnya.


Dia adalah Bayu Atmaja yang berumur 14 tahun. Dia mengingat kejadian yang menimpa dirinya hari ini, hingga membuat dia menjadi seperti sekarang. Dia mengangkat tangannya yang terpasang selang infus.


"Gue harus pulang secepatnya, kalau nggak nanti Mama sama Papah pasti khawatir, dan nyariin gue," ujar cowok itu.


Saat dia sedang berusaha menarik selang infus di tangan, ada seorang suster jaga yang mendatanginya.

__ADS_1


"Hei, jangan di lepas sayang! Kamu baru saja siuman, lagian kamu belum boleh pergi kemana-mana sekarang," ucap suster dengan lembut.


"Tapi, aku harus hubungin kedua orang tuaku! Mereka pasti khawatir, dan nyariin aku sekarang,"


"Biar kami yang hubungi keluarga kamu, dan kamu bisa istirahat kembali. Mengerti?"


"Baiklah," ucap Bayu pasrah.


"Suster, apa saya boleh nanya sesuatu?"


"Apa itu? Tanyakan saja!"


"Yang bawa aku ke sini , siapa?"


"Tadi ada bapak-bapak dan satu gadis seusia kamu, tapi mereka sudah pulang semua. Tadi gadis itu juga menitipkan minuman, dan roti buat kamu."


"Siapa dia? Apa dia menyebutkan namanya?"


"Ehm, kalau nggak salah denger, tadi dia bilangnya Ri-na atau siapa gitu. Saya lupa,"


"Orangnya seperti apa?"


"Ehm-ehm, maaf, yah, bukannya saya mau menghina, tapi wajahnya cukup mengerikan dan juga tubuhnya mengeluarkan bau yang kurang sedap." jelas suster itu.


Bayu mengangguk mengerti. Kemudian dia jadi penasaran dengan gadis itu.


"Siapa sebenarnya kamu?"


...----------...


Di cafe D&D


"Lo tadi udah hubungi si gadis udik itu?" tanya Ririn kepada Bella.


Mereka kini sedang menunggu kedatangan sang tamu undangan. Iya, mereka sengaja mengundang Rihanna dan teman-teman sekolahnya, untuk datang ke cafe. Dengan dalih, karena dia kemarin belum sempat datang ke acara reuni.


Jadi, Ririn cs sengaja mengundang kembali beberapa teman yang memang mereka kenal, untuk datang ke cafe D&D. Sekarang, cafe yang memang sudah dia booking sudah di tata ulang menjadi lebih nyaman dan juga terlihat mewah.


Ririn memang tidak pernah tanggung-tanggung, dalam merencanakan sesuatu. Dia rela merogoh kocek yang cukup besar, hanya untuk memuluskan niat jahatnya. Seringai lebar tercetak jelas di bibir berwarna merah menyala itu.


"Girl's, sepertinya umpan kita berhasil! Lihat ..., cewek cupu itu datang ke sini. Mari kita sambut dia dengan sangat meriah. Yuk!" Ririn cs, mendatangi gadis itu dengan wajah penuh siasat tersembunyi.



Rihanna yang baru datang bersama Zyan, langsung duduk di kursi yang di sediakan.


"Lo mau minum apa, Na?" tanya lelaki itu lembut.


Rihanna yang menyadari kedatangan Ririn cs, pura-pura tidak melihat. Justru, dia sengaja mengabaikan penampakan wanita siluman itu. Dia menggeleng kepada tawaran Zyan. Lagian dia juga bisa mengambil minumannya sendiri.


"Ngajak usah, Yan! Gue bisa ambil sendiri, kok."


"Baiklah ... kalau gitu, gue mau ke toilet dulu. Nanti kalau ada yang rese, kamu bisa hubungi gue!"


Rihanna berdecak, "Gue bukan anak kecil lagi kali, Yan!"

__ADS_1


Zyan tersenyum lembut, lalu dia mengusap rambut Hanna yang di gerai hari ini. Kemudian, dia bangkit untuk pergi ke toilet. Lelaki itu tidak sadar, bahwa sedari tadi sudah ada seorang yang menunggu kepergiannya.


"Bagus! Ayo girl's, kita sambut tamu kita hari ini dengan meriah." ucap Ririn berapi-api.


Dia sudah tidak sabar, ingin menghampiri gadis itu. Walaupun penampilan gadis itu sudah berubah, tetapi, dia masih menganggap gadis itu cupu. Sebelum gadis itu berubah menjadi seperti sekarang.


"Hai," sapa Ririn kepada Hanna.


Hanna hanya melirik sebentar, kemudian meminum kembali jus alpukat yang dia ambil di lemari pendingin.


Ririn yang diacuhkan, mulai geram. Bella yang melihat si teman berniat menjambak gadis itu, langsung menahannya. Dia menggeleng, lalu menunjuk kebelakang, dimana Bayu berada.


"Rin, ada Bayu, tuh!" tunjuk Bella, kepada seseorang yang baru saja datang.


Bayu yang baru datang, bersama Radit dan juga Alam langsung di sambut oleh Ririn. Dia yang menyadari kehadiran sang tunangan langsung menghela nafas. Dia lelah jika harus berurusan dengan wanita itu.


"Akhirnya kamu dateng juga, Baby. Uhh ... kangen," Ririn langsung merentangkan kedua tangannya, agar dia bisa merengkuh tubuh tegap sang tunangan. Bayu sendiri, dengan ogah-ogahan menyambut tubuh Ririn dalam dekapannya.


"Makasih, loh, kamu udah mau nyempetin datang ke acara yang aku buat ini. Aku kira kamu nggak bakalan dateng, karena lagi sibuk-sibuknya di kantor?"


Drama romantic, yang di sajikan oleh Ririn dan Bayu malam ini, sungguh membuat orang lain iri. Apalagi para kaum hawa yang ada di situ, mereka sangat terpesona dengan ketampanan lelaki itu. Jangankan cewek lain, Ririn sendiri juga terhipnotis dengan ciptaan Tuhan satu ini.


"Bisa lepasin tangan gue? Gue nggak enak di lihat sama orang lain!" elak Bayu sambil melepaskan rengkuhan si tunangan.


Bibir Ririn mengerucut manja.


"Rin, lo nggak lupa, kan, sama misi kita hari ini?" ucap Bella mengingatkan.


Ririn yang hampir saja lupa, langsung berbalik menatap Bella.


"Lo urus dia! Gue mau pacaran dulu sama tunangan gue, bye!" ucap Ririn, "Dan, buat dia ingat dengan masa-masa neraka di sekolahnya, dulu!" bisik gadis itu jahat.


Bella yang mendengarnya langsung ikut tersenyum jahat, sambil memandang wajah si target dengan seringai jahat.


"Selamat datang kembali, di neraka ini, Hanna!" Seringai jahat terlihat jelas di bibir Ririn.


TBC


Apa kira-kira rencana busuk Ririn CS? Jika kalian penasaran, bisa ikutin terus cerita ini. dengan cara memasukkan cerita ini ke list favorit kalian.


Tulisan miring di atas berarti itu masa lalu yah kak. πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Jangan lupa like dan komennya yah sayangπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


saya juga akan perkenalkan other cast buat kalian semua. semoga suka, kalau tidak suka kalian bisa membayangkan sendiri dengan visual yang kalian inginkan. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Ririn



Zyan



__ADS_1


__ADS_2