Destiny RiBay

Destiny RiBay
Tidak sengaja bertemu


__ADS_3

"Lo nggak apa-apa?" Radit bertanya sambil jongkok di samping Rihanna. Sementara itu, Alam yang berada di belakang si teman hanya diam. Dia perhatikan wajah cantik gadis cupu itu dengan seksama.


'Gue nggak nyangka kalau seorang itik buruk rupa bisa berubah jadi angsa, secantik ini.' Alam berkata dalam hatinya.


Rihanna mendongak mendapati lelaki yang tak dia kenali berada di hadapan dia, "Kamu si-apa?" tanya gadis itu bingung.


Kernyitan di kening Hanna, membuat Radit sadar kalau perempuan ini tidak mengenalinya. Karena sudah jelas, selama ini mereka tidak pernah berinteraksi dengan baik. Maka dari itu, dia paham kalau Hanna tidak tahu siapa dia.


Senyum manis terukir di wajahnya, "Gue Radit, temen Bayu. Lo kenal dia, kan?" ucapnya.


"Bayu?"


"Iya, kita satu sekolah dulu. Apa kamu tidak mengenal lelaki itu? Bukankah kamu dulu sempet dirundung, karena di anggap dekat dengan Bayu?" Radit memandang wajah Hanna yang masih seperti orang linglung, "Ah ... Zyan, kamu pasti mengenalnya, kan?" tambahnya kemudian.


Gadis itu sendiri sebenarnya tahu, tetapi dia sedang dalam mode shock. Jadi, Hanna hanya mengangguk kemudian meratapi lagi tasnya yang hilang, "Ooh," jawabnya.


Alam tertawa saat pertama kalinya dia melihat Radit diacuhkan oleh perempuan.


"Maaf mba, sepertinya Anda harus menelepon polisi, deh! Soalnya kami tidak bisa mengejar penjambret itu!" Segerombolan orang mendekati Hanna, lalu memberi saran. Mereka adalah orang yang tadi membantu gadis itu untuk mengejar pencuri itu. Namun tidak tertangkap.


Hanna mengangguk lemas, "Terima kasih buat kalian semua. Karena sudah mau membantu saya. Biar nanti saya urus sendiri masalah ini. Sekali lagi, terima kasih buat semuanya!" ujar gadis itu sambil menundukkan kepalanya, berterimakasih.


"Kalau begitu, biar kami saja yang mengantar gadis ini. Lagian dia juga teman kami. Sekalai lagi terima kasih buat bapak-bapak semua yang sudah mau membantu mengejar pencuri itu." Alam berkata sambil menunduk seperti Hanna.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu pak." sambung Radit.


Hanna hanya diam, dan mengikuti kemana dua lelaki itu membawanya. Dia tidak peduli, karena gadis itu sudah ingin cepat-cepat pergi dari sini. Masalah ini biar di serahkan ke pihak berwajib saja.


Saat mereka dalam perjalanan, Hanna teringat sesuatu, "Gue bisa minta tolong sama kalian? Buat menghubungi Zyan?" Hanna berkata sambil melihat ke arah luar jendela mobil Radit.


"Iya. lo istirahat saja. Biar nanti kita yang urus!" Alam menatap gadis itu dengan kasihan, walaupun dia tidak mengenal baik Hanna. Namun tetap saja, Tak tega rasanya melihat hidup seseorang yang selalu sial.


Mungkin jika itu terjadi padanya, dia sudah bunuh diri.

__ADS_1


'Kuat sekali gadis ini. Semoga saja, suatu saat nanti dia bisa menemukan lelaki yang tepat untuk nya. Dan yang jelas bukan gue!'


...--------...


Restoran


Malam ini Ririn dan keluarga Bayu, sedang mengadakan makan malam di sebuah resto ternama. Gadis itu mengenakan dress berwarna merah menyala, yang melekat di tubuh. Jangan lupakan dengan belahan dad* yang cukup rendah, hingga memperlihatkan pay*dar*nya.


Bayu sendiri tak kalah tampan malam ini, kemeja yang dipadu padankan dengan jas berwarna hitam, membuatnya semakin terlihat maskulin. Ririn saja sampai terpanah melihatnya.



(Apalagi author, sampai ileran🀀🀀🀀🀀) Abaikan


"Bagaimana rencana pernikahan kalian?"


"Bun, apa-apaan, sih? Kenapa harus bahas masalah pernikahan sekarang!"


"Loh, kenapa? Bukankah kalian emang berniat nikah secepatnya?"


"Saya sedang tidak ingin membahas masalah itu sekarang. Lebih baik kita makan saja!"


"Ada apa bay? Apa kamu sedang banyak pikiran?" Tony menatap sang amak yang seperti sedang banyak pikiran itu dengan seksama.


Bayu menghela nafas, "Pekerjaan di kantor sedang padat-padatnya, jadi please! Jangan bahas itu dulu!" pintanya memelas.


Ririn mencebikan bibirnya, "Kamu nggak berniat buat batalin pernikahan kita, kan?" sindirnya.


"Kalau saya berniat membatalkan pernikahan kita? Buat apa saya mau bertunangan dengan kamu. Jadi nggak usah berpikir yang tidak-tidak!" Bayu menatap wanita itu datar.


Rani dan Toni yang melihat itu hanya diam saja.ereka sangat tahu kalau sang anak sedang dalam suasana buruk, dia pasti akan bertingkah seperti ini.


Sementara itu di meja lain.

__ADS_1


Hanna yang baru saja duduk dan menunggu Zyan datang. Memilih meletakkan kepalanya menghadap samping. Bibirnya dia majukan ke bawah, saat teringat kejadian tadi siang.


"Tas gue," isaknya sedih.


Zyan yang baru datang, langsung mengusap rambut Hanna dengan lembut, "Sudah, nggak usah sedih! Kan, semuanya sudah di urus sama pihak kepolisian?" hiburnya.


"Tapi kan tetap saja," Rajuk gadis itu.


Zyan tadi langsung datang ke kantor polisi setelah di panggil oleh Radit. Dia sangat terkejut hingga mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung dia selamat sampai tujuan, coba kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ...,


Sudahlah yang penting Zyan selamat.


Kembali lagi, Zyan yang khawatir langsung membawa tubuh Rihanna ke dalam dekapannya. Kemudian membiarkan kemeja yang dia kenakan basah oleh air mata gadis itu.


Sungguh, yang ada dalam pikiran Zyan saat itu adalah ingin berada di samping Hanna,dan melindunginya. Setelah urusan lapor melapor di tangani oleh Radit dan Alam, Zyan mengantar Hanna ke apartemen gadis itu.


Oleh karena itu, Zyan ingin menghibur gadis itu dengan membawa Hanna untuk makan di luar. Namun, sepertinya hal itu justru membuat hati Zyan yang memanas.


"Rihanna? Kamu Hanna, kan, anaknya Malik?" Tiba-tiba dari arah samping, ada seorang lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah, menepuk punggung gadis itu.


Hanna yang merasa terpanggil, kemudian mengangkat kepala. Dengan cepat, tubuhnya berdiri dan menyalami tangan lelaki itu sopan.


'Jangan bilang, kalau dia ada di sini juga?' jeritnya dalam hati.


"Hai, Hanna, Zyan. Sedang apa kalian di sini?"


"Kamu mengenal mereka , Sayang?" Tanya Toni kepada Ririn, calon mantunya.



Sedangkan Bayu, menatap wanita bergaun hitam itu dengan sorot mata yang tidak bisa diartikan.


TBC.

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya. itu sangat berarti buat author.


😘😘😘😘😘😘


__ADS_2