
Setelah menendang pintu mobil pria itu. Rihanna masuk ke dalam gedung apartemen, tanpa merasa bersalah. Sedangkan si pemilik mobil malah menggelengkan kepala, melihat kelakuan wanita itu.
Usai menutup pintu mobil, Bayu berlari mengejar si wanita. Saat sudah mencapai depan lift, pria itu mencekal tangan Rihanna. "Kamu mau kemana?" ucap pria itu.
Hanna menangkis tangan Bayu dari lengannya. Kemudian menyilangkan ke dua tangan, di depan dad*, "Urusannya dengan Anda, apa?" timpal wanita itu sinis.
"Kenapa kamu jadi formal lagi denganku? Bukankah ... ki-ta ...," jeda pria itu tak sanggup melanjutkan.
Wanita itu tersenyum sinis, "Sejak kapan kita dekat? Hingga saya harus berbicara santai dengan Anda?" ujarnya.
Pria itu menghela nafas, menahan emosi yang mulai bercokol di dalam hatinya. "Lupakan! Lebih baik kamu ikut saya, dan tidak ada penolakan! Karena ini perintah, bukan tawaran!" Bayu menarik tangan Hanna, untuk kembali ke mobil.
Namun, wanita cantik itu menolak dengan keras. Lalu menghentakkan tangan pria itu, lagi. "Apa Anda selalu begini terhadap wanita?" tanyanya dingin.
"Iya, jika wanita itu kamu."
"Tapi, sayangnya aku tidak berminat pergi dengan Anda!"
"Tapi, saya memaksa!"
"Dan saya tidak suka dipaksa!"
"Kalau kamu berniat main kejar-kejaran denganku. Aku siap!" tantang pria itu.
Rihanna berdecak, lalu melihat ke arah satpam yang berdiri di depan pintu. Seringai licik terulas di bibir indahnya, "Sepertinya, saya harus membuat anda jera, dan pergi dari sini!" ujar wanita itu.
"Maksud kamu, apa?" tanya Bayu sambil mengerutkan kening.
Wanita itu dengan cepat memanggil si Satpam, "Pak satpam!" teriaknya keras.
Sementara itu, Scurity yang sedang berjaga menoleh. Pria berseragam hitam itu, langsung berjalan mendekati si pemanggil. "Ada yang bisa kami bantu, Nona?" tanyanya.
__ADS_1
Hanna langsung memasang wajah ramah, "Begini, Pak. Tolong Bapak jangan biarkan pria ini masuk ke apartemen! Karena dia hanya akan menggangu ketentraman di sini." ujar wanita itu menyeringai.
Bayu memandang Hanna tidak percaya. "Wahh, saya tidak percaya. Ka-mu ...," belum selesai pria itu berbicara, tangan si satpam sudah menjegalnya, "Yakh, lepaskan!" hardiknya tajam.
"Maaf, Tuan! Kami hanya menjalankan tugas untuk membuat nyaman penghuni disini! Jadi, Saya harap Tuan mau bekerja bersama dengan kami, untuk meninggalkan tempat ini . Sekarang juga!"
Rihanna tersenyum puas, saat melihat Bayu di seret keluar oleh petugas. Dengan hati yang bahagia, wanita itu kembali menekan tombol lift. Dimana kamarnya berada.
Sambil bersiul, Hanna masuk bersama dengan penghuni lainnya. Dia sandarkan tubuh yang lelah, pada benda besi itu. Luka-luka di tubuh dan wajahnya, sudah mulai sembuh.
Bunyi denting lift, membuat Hanna berdiri tegak lalu keluar sendirian. Entah kenapa, dia tiba-tiba merasa lapar. "Pengin makan apa, yah?" tanyanya pada diri sendiri.
"Pesen online aja deh, males kalau turun lagi!" Rihanna lalu membuka aplikasi gribfood, untuk memesan makanan. Kemudian ayam bakar menjadi pilihan dia untuk menu makan malamnya hari ini.
"Oke, tinggal mandi dulu deh! Sudah risih juga, nih, tubuh."
...---------...
Sambil berteriak kesal, Bayu melampiaskan kekesalannya dengan memukul stir mobil. "Sial, sial, sial!" ujar pria itu, "Berani sekali kamu mengusirku Hanna. Kita tunggu saja, aku pasti akan membuatmu kembali padaku!" sambung pria itu penuh tekad.
...--------...
"Cepat kerja! Jangan hanya malas-malasan!" teriak seorang wanita tua, berpenampilan tidak kalau seksi dengan perempuan tadi.
"Lia, apa kamu tuli?" sentak wanita itu sekali lagi.
Ternyata wanita seksi itu adalah Lia, tepatnya Lia Anastasia. Adik tiri Rihanna. Dia dibuang jauh oleh seseorang ke sini, kemudian dipekerjakan ditempat ini, sebagi pemuas nafsu para lelaki hidung belang.
"Maaf, Madam. Tubuh saya lelah, jika harus melayani nafsu mereka yang seperti binatang itu. Mereka juga selalu berlaku kasar terhadap saya," ucapnya lirih menahan tangis.
Sang mucikari, langsung menampar pipi Lia dengan keras. "Kamu di sini itu emang dibayar untuk melayani mereka! Jadi tidak perlu memasang wajah seperti itu!" hardiknya tajam.
__ADS_1
Lia langsung berlutut di kaki wanita tua itu, dan menggosok-gosokan kedua tangan, memohon ampun. "Tolong ijinkan saya pulang ke Indonesia lagi, Madam! Saya benar-benar sudah tidak kuat lagi jika di sini terus," raungnya sedih.
Si Madam yang melihat itu, langsung mendorong tubuh Lia. Sehingga membuat tubuh wanita itu terlempar ke bawah, "Saya sudah membeli mu dengan mahal pada orang itu. Jadi kamu harus menggantinya, dengan bekerja di sini seumur hidup." ujarnya menyeringai.
Lia langsung menggeleng dengan keras, dan berlutut kembali di kaki sang mucikari. Dengan wajah bersimbah air mata, dia memohon, "Lebih baik kamu bunuh saja saya, daripada kau siksa saya seperti ini!" ucapnya.
"Kamu pikir saya tidak berani melakukan itu, hah? Untuk membuang orang seperti kamu itu gampang, tapi saya tidak melakukannya. Karena apa ...," jeda wanita itu, "Karena tubuh kamu itu, masih bisa di jual dan tentu untuk membuat pelanggan saya puas!" imbuhnya sambil tertawa puas.
Lia langsung terduduk lemas mendengar ucapan dari wanita tua itu. Air mata mulai mengalir deras, hingga membuat gaun malam yang ia kenakan basah. Tak ada harapan bagi dirinya untuk kabur lagi dari tempat ini.
Mamah, tolongin Lia, Mah! Aku udah nggak kuat lagi di sini. Bebaskan aku dari jeratan wanita tua itu. Mamah ...
Batin Lia ikut menangis.
...-------...
Sementara itu, Masayu yang sedang terlelap tiba-tiba saja terbangun. Dengan gerakan pelan, tangan itu mengusap wajahnya yang basah.
"Li-a ... kamu dimana, Nak? Mamah kangen sama kamu!" Masayu menangis sesenggukan di kamarnya seorang diri. Entah kenapa, hatinya sakit saat teringat si Anak yang belum kembali ke rumah.
...--------...
Tanpa diberitahu.
Seorang ibu akan merasakan apa yang sedang si anak alami. Baik itu bahagia maupun sedih. Karena ikatan batin seorang ibu itu sangat kuat terhadap si Anak.
**TBC
ini aku ikut nangis loh nulis part Lia. Ya ampun ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.
Buat kalian para readers setiaku. Yuk mampir di chat story yang ada di karya kak. Nazwa talita. Chat story itu, adalah koloborasi dari kami para author yang tergabung di rumah pena.
__ADS_1
Baru netes, jadi jangan lupa mampir yah!🥰🥰🥰🥰🥰**