Destiny RiBay

Destiny RiBay
Modus


__ADS_3

"Kamu?"


"Yes, i'm Haruki."


Rihanna yang melihat teman satu almamaternya di Jepang dulu. Kemudian berdiri, dan menerjang tubuh si wanita berambut sebahu itu, "Haruki ... long time no see," ujarnya antusias.


Haruki tersenyum bahagia, dan membalas pelukan dari Rihanna.


Dua wanita itu, sibuk saling melepaskan kerinduan. Hingga, mengabaikan para pria yang sedang menonton acara temu kangen itu sambil melongo.


"Zyan, lo kenal sama tuh cewek Jepang?"


"Gue nggak tahu."


"Bukannya lo sama Hanna itu satu kampus dulu?"


"Enggak. Gue sama Hanna beda kampus. Jadi gue nggak kenal sama teman-temannya. Lagian setiap hari tuh cewe langsung pulang, dan jarang nongkrong."


"Tapi, teman Hanna cantik juga, yah, Bro?"


"Kambing di bedakin, juga lo bilang cantik. Dasar Playboy cap kuda!"


"Pesona seorang Radit, emang pantang buat di tolak."


"Cih, dasar kadal buntung!" umpat Alam.


Radit mengacuhkan si teman yang sedang mengumpat. Karena yang dia sekarang lakukan adalah berjalan menghampiri dua wanita cantik itu, "Hai, I'm Radit. And you?" ujarnya sambil tersenyum manis.


Haruki menatap wajah pria didepan, sambil mengernyit heran. Lalu pandangannya beralih ke arah sang sahabat, "Apa ini teman kamu, Hanna?" tanya wanita itu dalam bahasa Jepang.


Hanna terkekeh, "Apa kamu terganggu?" timpalnya.


Haruki menggeleng. Dia justru mengulurkan tangan ke arah pria itu. Dan disambut seringai lebar dari Radit.


"Hello, i'm Haruki. Nice too meet you,"

__ADS_1


"Nice too meet you too, sweaty."


"Please, yah Dit! Lo dilarang modus sama temen gue. Dan lebih baik, Anda pergi dari sini. Karena kita tidak mau diganggu oleh kalian!" ujar Hanna penuh peringatan.


Bibir pria itu langsung cemberut, "Tega kali kau Nona Hanna! Beta, kan, sedang berjuang untuk mendapatkan cinta dari Nona Jepang ini." jawab Radit dengan menggunakan logat Batak.


Hanna pergi berlalu mengajak si teman, meninggalkan Zyan, Radit, dan juga Alam di cafe. Sedangkan sang kekasih menatap tidak rela, kepergian wanitanya. Padahal dia masih ingin bermanja-manja dengan Rihanna.


...-------...


Seorang pria tampan sedang berkutat dengan kertas-kertas yang berserakan di atas meja. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Namun sepertinya, pekerjaan dia belum selesai juga.


Dua kancing teratas kemeja lelaki itu sudah terlepas. Bahkan Lengan bajunya, sudah ia gulung ke atas, sampai siku. Memperlihatkan lengan kekar, yang membaut para wanita rela antri untuk menyentuhnya.


Akhirnya pria itu menyerah, dan berdiri dari kursi singgasana. Lalu ia mendesah lelah, "Lebih baik aku pulang, dan pekerjaan ini dilanjut besok." ujarnya pada diri sendiri.


Pria yang diketahui bernama Bayu Atmaja. Kini, mulai merapihkan dokumen, sesuai dengan urutannya. Dia tidak mau kalau sampai ada yang tertukar. Bisa ribet nanti urusannya.


Satpam yang melihat sang CEO baru turun dari lantai atas. Kemudian menunduk hormat, dan membukakan pintu mobil sang pemimpin perusahaan, "Selamat malam, Pak. Hati-hati juga dijalan." ujarnya sopan.


Selama perjalanan, pria itu memilih mengistirahatkan mata dan tubuh di sandaran kursi. Sedangkan sang sopir, tetap fokus dengan jalanan. Karena ia tidak mau mereka mengalami kecelakaan.


"Sudah sampai, Tuan." ucap si sopir membangunkan sang Bos.


Bayu yang memang belum terlalu lelap, mulai membuka matanya. Dia lalu bergegas turun dari mobil. Kemudian masuk ke dalam rumah, untuk melanjutkan tidur di kamar.


Tanpa mau bersusah payah mengganti baju, Bayu langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Namun, suara teriakan dari seorang perempuan membuat kata pria itu langsung terbuka lebar.


"Elo? Ngapain di kamar gue?" teriaknya marah.


"Kok, kamu ngomongnya gitu, sih, Beb? Aku kan tunangan kamu. Jadi wajar dong kita tidur bersama,"


Bayu menyugar rambutnya geram, "Lebih baik lo keluar dari kamar ini sekarang juga! Atau gue harus pakai kekerasan dulu, supaya kamu angkat kaki dari sini?" gumamnya menahan emosi.


Si tunangan alias Ririn, langsung cemberut. Netranya mulai berurai air mata, karena penolakan dari sang kekasih. Padahal perempuan itu, sudah menggunakan lingerie yang sangat seksi. Namun Bayu tetap tak tergoda olehnya.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu kenapa, sih, Beb? Kenapa selalu menolak ku? Padahal aku melakukan ini itu demi hubungan kita, biar makin romantis."


"Maaf, gue lagi nggak selera buat berbuat romantis sama siapapun. Termasuk, elo!"


"Tapi aku tunangan kamu, loh, Beb!"


"Walaupun loe tunangan gue sekalipun, itu tidak berlaku. Karena saat ini, yang harus lo lakuin adalah, pergi dari sini!"


Ririn tidak tinggal dia. Wanita itu dengan sengaja, menempelkan anggota tubuhnya ke pria itu, "Beb, aku siap, kok, buat menemani kamu. Rasa lelahmu pasti akan hilang, setelah bermain denganku." ujarnya menggoda.


Bayu menatap Ririn datar. Entah kenapa, pria itu malah jijik saat melihat wanita itu dengan sengaja menggodanya. Tak ada keinginan pun, dia untuk menyentuh, atau menjamah tubuh sang tunangan.


"Berhenti melakukan hal yang menjijikan, Rin!"


"Aku tidak melakukan apapun, loh, Beb. Mungkin kamu aja terlalu berpikiran begitu jauh." elak perempuan itu.


Namun siapa sangka, justru wanita itu dengan sengaja meniup-niup telinga Bayu. Dan menggerayangi tubuh sang tunangan. Ririn pikir, pria itu pasti akan tergoda dengannya.


Namun ...,


Justru rasa sakit yang dia dapatkan. Dengan teganya, Bayu mendorong tubuh Ririn menjauh hingga jatuh ke lantai. Pria itu menatap dingin, si tunangan.


"Sekali lagi lo ngelakuin ini, gue bakalan aduin kelakuan asli lo sama keluarga kita. Biar mereka tahu, kelakuan anak gadis yang mereka anggap manis dan polos. Ternyata seperti jal*Ng, yang diobral hanya demi kepuasan s*x nya. Cih!"


Usai mengatakan itu, Bayu pergi dari kamarnya menuju kamar tamu di lantai bawah. Dia tidak mungkin juga pergi dari rumah sekarang. Karena dia sudah terlalu lelah untuk berkendara di malam hari.


Sementara itu, Ririn yang masih terkejut hanya bisa diam. Netranya bergerak gelisah mencari alasan apa yang harus dia berikan. Namun hingga beberapa menit, tak ada ide yang terpikir olehnya.


"Kenapa dia bisa tahu masalah ini? Bagaimana ini ... gue nggak mau kalau harus berpisah dari Bayu?" rancau wanita itu ketakutan.


TBC


Jangan lupa like, komen, dam vote cerita ini.


Salam sayang sayang dari author receh ini.🥰🥰🥰😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2