Dewa Terakhir

Dewa Terakhir
Kembali Ke Bukit Halimun


__ADS_3

Kemala tampak cemas, sesekali ia menatap Bondan dan menatap sebuah bukit nan jauh di sebelah Utara.


"Bondan, aku mau menunjukkan sesuatu padamu," ucap Kemala sambil meraih bahu Bondan. Bondan yang sedang antusias membantu penggalian pun teralihkan perhatiannya. Kini ia menatap Kemala dengan tatapan penuh tanya.


"Ayo, ikuti aku," ajak Kemala. Bondan hanya mengangguk dan pamit pada para penggali.


"Pak, saya tinggal dulu yah. Hati-hati, jangan sampai artefak itu tergores.


"Oke," jawab seorang pekerja tanpa menoleh. Bondan pun bangkit dan mengikuti Kemala.


"Di sana, di bukit tertinggi itu, ada yang mau aku tunjukkan padamu. Tapi, apakah ada burung besi yang bisa kamu kendarai untuk kita ke sana?" ucap Kemala. Bondan ingat sesuatu, dan buru-buru menghampiri Abe.


Tidak lama kemudian, Bondan dan Kemala 'sudah on the air'


Keduanya melayang menggunakan jaket jet yang di pinjamkan Abe.


Bisa saja Kemala memeluk Bondan dan membawanya terbang atau loncat ke tempat itu. Tapi Kemala rasa, itu akan menguras energi. Bukit yang ia maksud lumayan jauh. Jaraknya belasan kilo meter.


Bondan sangat menikmati perjalanan, apalagi kini Kemala mulai menggenggam tangannya.

__ADS_1


Bondan merasa seperti jagoan atau Gatotkaca yang sedang patroli udara. Puncak-puncak pohon yang hijau rimbun, alur sungai dengan bebatuan hitam dan sebagainya. Sungguh pemandangan yang sangat mahal bahkan tak ternilai.


Tempat yang dimaksud Kemala adalah puncak bukit dimana kuburan Raiman berada.


Keduanya pun sudah sampai di muka goa tersebut. Jaket jet sudah mereka tanggalkan.


"Di dalam sana lah dia meregang nyawa. Dia meregang nyawa dalam pelukanku. Setiap aku kemari, kejadian itu rasanya baru kemarin. Bau amis darahnya kembali tercium, kengerian bencana alam itu kembali terasa. Dan, dan waktu seolah terhenti." Sejenak Kemala menelan ludah getir. "Setiap musim kemarau aku kesini. Aku berdoa, aku bersihkan mulut goa ini dari belukar, aku tanami bunga-bunga. Lihatlah, semua tanaman hias ini aku yang tanam," ucap Kemala sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling mulut goa yang dipenuhi tanaman bunga.


Kemala banyak bercerita tentang Raiman. Tapi yang paling Kemala ingin sampaikan adalah,


"Wajahnya, sikapnya dan ucapannya. Mirip sekali denganmu."


"Pantas tempo hari kamu mempersoalkan masalah reinkarnasi itu ada atau tidak," ucap Bondan.


"Mungkin, aku adalah jawaban dari doa doa kamu."


"Aku tidak pernah berdoa agar Raiman hidup lagi. Justru sebaliknya, aku berharap bisa mati dan di dikuburkan di sini. Di samping kuburnya."


"Atau, tanpa kamu tahu, Raiman berdoa, agar ia dilahirkan kembali dan menemui kamu di masa depan. Bisa jadi aku adalah Raiman yang terlahir kembali meski tanpa ingatan tentang masa lalunya itu."

__ADS_1


Mendengar itu Kemala perlahan berbalik dan menatap Bondan.


"Maaf, aku tahu, mungkin kamu tersinggung. Karena aku telah menyamakan dirimu dengan orang lain. Ini sesuatu yang tidak baik."


"Ah! Tidak tidak. Justru aku merasa tersanjung. Aku yang bukan siapa-siapa kau ibaratkan sama dengan seseorang yang sangat kamu kenang selama ini. Luar biasa, ribuan tahun lamanya, kau mengenangnya, kau tidak melupakannya. Tapi," sampai disitu, Bondan menghentikan ucapannya. Seolah ada sesuatu yang sulit untuk ia ungkapkan.


"Tapi alangkah baiknya, kita kenang dia sebagai pahlawan dan kita coba memulai hidup baru. Ini aku, aku disini sudah putuskan untuk menemanimu hidup abadi. Aku, aku tidak memintamu untuk melupakannya. Tapi, mmm... Apa kamu mengerti maksudku?"


"Iyah, aku mengerti. Maafkan aku," ucap Kemala sambil perlahan mendekati Bondan. Keduanya pun berpelukan.


"Bila kamu tidak bisa menerimaku sebagai diriku, dan kamu lebih nyaman menganggap aku adalah jelmaan Raiman. Itu tidak masalah bagiku."


"Maafkan aku, aku akan coba memulai ini dari awal lagi. Maafkan aku," ucap Kemala begitu mesra di kuping Bondan. Pelukan keduanya pun semakin erat.


***


"Gun, Gugun. Kau bisa bayangin gak, mereka berdua lagi ngapain sekarang?" tanya Abe pada Gugun yang sedang menyuapi makan. Abe yang terluka dan sedang dalam pengawasan Gugun. Bahkan saat waktunya makan, Gugun selalu menyempatkan diri menyuapi dan mengurus Sahabatnya itu. Ini lah gunanya sahabat.


"Lu udah mau mati aja masih mikir yang enggak-enggak? Banyak berdoa, biar cepet sembuh dan nanti kalo Lo udah sembuh, gue janji. Gua bakal bantu Lo cari cewek.

__ADS_1


"Tadi waktu kau gak ada, nyesel aku kasi ijin pinjem jaket jet ke mereka berdua. Jadinya kan aku ngebayangin mereka sedang-"


"Udah-udah ah! Positif thinking sekali-kali apa susahnya sih!" potong Gugun sambil berjingkat pergi. Gua juga laper, nih makan dewek."


__ADS_2