Dewa Terakhir

Dewa Terakhir
Seperti Wabah


__ADS_3

Seorang tentara di pusat informasi dan data menerima sambungan telepon.


"Kami perlu bantuan! Kami perlu bantuan! Segera kirim jet berhulu ledak! Kami di serang oleh robot!"


Sejenak tentara itu mencerna apa yang ia dengar, lalu perhatiannya tertuju ke titik koordinat dimana lokasi sambungan telepon itu bersumber.


"Tut! Tut!" sambungan telepon putus tiba-tiba.


"Kau kirim Patroli ke sini, aku mau lapor komandan dulu," ucap tentara itu pada temannya sambil menunjuk titik merah di layar.


"Siap!"


***


Amerika dan negara-negara maju mulai mengirimkan pesawat siluman untuk mengintai situasi di daerah konflik.


(tolong jangan anggap sepele, sekarang sudah hampir di setiap sudut kota tiang kamera Google Earth sudah terpasang)


***


"Apa kau bilang! Robot???" dahi sang Komandan sampai mengkerut menerima laporan itu.


"Saya tidak salah dengar. Terdengar juga rentetan tembakan di sana."

__ADS_1


"Ya sudah, selain backup, kirim juga drone pengintai. Saya mau melihatnya."


"Siap komandan!"


***


Satu jet tempur akhirnya tiba di lokasi kejadian. Kendaraan porak-poranda begitupula dengan para tentara. Bagian tubuh dan darah berceceran seperti jeroan binatang.


"Target tidak terlihat! Target menghilang!" seru pilot jet itu.


Tiba-tiba entah darimana datangnya, sesosok Gatotkaca muncul dan meninju moncong jet itu. Seperti kutu loncat menyerbu lalat. Sangat cepat


"BRAKKK!!! KBOOM!!!"


Dul Karim tidak sia-siakan waktu, ia meloncat lagi menuju pusat kota.


***


Bondan akhirnya sampai di tempat persembunyian Jerry dan kawan-kawan.


"Bro! Sinyal frekuensi rendah sudah berhasil kami sadap. Ada pesan aneh! Ayo." sambut Jerry dan langsung membawa Bondan masuk tanpa menawari Bondan untuk istirahat sejenak atau memberikan minum. Bondan Tampak ngos-ngosan dan kehausan.


"Bunyi pesannya singkat singkat. Ini yang paling aneh," tunjuk Jerry pada sederetan titik, strip dan kode yang berhasil ia terjemahan.

__ADS_1


"ini terbaca, Gatotkaca kabur, sepertinya ia akan bertindak sendiri."


"Celaka, jangan sampai dia tertangkap. Habislah kita kalo dia kalah," ucap Bondan.


"Gatotkaca itu apa brow? Kode rahasia untuk apa?" tanya Jerry.


"Entar gue ceritain di jalan. Sekarang kita gabung di pusat komando. Keahlian kalian pasti berguna dan kalian aman di sana."


"Baru juga Lo nyampe, santai dulu lah kawan. Biar kering dulu keringat Lo itu. Minum?"


"Oke-oke."


***


Sebelum mencapai pusat kota, kutu loncat yang melonjak dari atap ke atap bertemu dengan para tentara musuh dan heli patroli.


Pertarungan pun terjadi begitu saja dan satu dua warga yang melihatnya di buat heboh.


"Dia datang! Dia datang!!!" teriak seseorang yang lantas sibuk menelepon dan merekam.


Rekaman video pertarungan Dul Karim melawan helikopter dan puluhan tentara manusia setengah kera itu pun menyebar seperti wabah yang sulit untuk dihentikan. Dari teman ke teman, dari grup chat ke grup chat yang lain. Seruan untuk bergerilya pun kembali menggelora di dada setiap pemuda. Bahkan para purnawirawan dan orangtua pun tidak tinggal diam. Warga mengasah golok dan parang, ketapel dan apa saja untuk dijadikan senjata. Hanya hitungan jam, intensitas perlawanan menjadi sangat intens dan para tentara manusia setengah kera sampai kewalahan. Seperti perlawanan penduduk Palestina melawan penjajah Israel ibu-ibu pun turun ke jalan dengan wajan sebagai tameng dan pisau dapur mereka anggap pedang.


Akhirnya Drone utusan komando sampai dan berhasil merekam pertarungan Dul Karim. Alhasil semua mata di pusat data terkesima dan heboh dibuatnya.

__ADS_1


Kabar pun sampai pada panglima tertinggi dan sang Panglima memanggil Taupan dan Gani.


__ADS_2