Dewa Terakhir

Dewa Terakhir
Jerat


__ADS_3

Mengetahui keadaan kacau balau karena perlawanan warga di mana-mana. Komando perlawanan di persembunyian menyerukan penyusupan ke jantung pertahanan lawan. Bondan dan kawan-kawan baru sampai ketika tentara cadangan dan para gerilyawan terlatih itu akan mulai bergerak.


"Lapor pak! Saya Bondan, kami kemari atas permintaan Aiptu Nugroho," tukas Bondan sambil menunjukkan layar handphonenya yang masih tersambung dengan nomer kontak bernama pakpol Nugroho.


"Biarkan mereka masuk!" suara Nugroho menyeruak dari dalam.


Barisan penjaga gerbang pun memberikan jalan dan para tamu itu pun segera mengikuti Nugroho.


"Kalian bisa meretas server pusat?"


"Akan kami coba Pak," jawab salah satu teman Jerry. Mereka sangat antusias.


***

__ADS_1


Taupan sudah berpakaian layaknya Megaloman. kaos tebal hitam mengkilap dan rambut panjang terurai.


Gani sebagai pengatur strategi dan Taupan sebagai ujung tombak yang bisa diandalkan.


***


Sementara Dul Karim masih sibuk memburu para tentara yang kocar-kacir. Puluhan warga yang tampak beringas datang dari segala arah membuat semangat Dul Karim kian membara. Warga seperti sudah tidak takut lagi senapan mesin dan tameng para penjajah. Memang tidak sedikit warga yang menjadi korban tembakan brutal dan peluru nyasar. Tapi itu membuat kemarahan warga yang lain yang semakin banyak datang menyerbu. Mereka melemparkan batu, panah dan apa saja yang bisa mereka raih dan lemparkan ke arah tentara yang mulai mundur karena jelas kalah jumlah.


Dul Karim terus maju dengan iringan bising senapan mesin memuntahkan peluru dan sesekali letusan bom yang dijatuhkan dari atas dan bazoka dari sudut tak terduga.


Setelah dekat dengan lokasi perkelahian Dul Karim, Taupan turun dari salah satu Airbus itu dan meluncur seperti berenang di udara. Dul Karim segera mengetahuinya dan menyambut. Taupan seperti Ironman menghajar Vennom. Walaupun penyok dan remuk karena kena hajar dan terpelanting menabrak tembok gedung, Taupan segera utuh kembali dan meloncat lagi.


Perkelahian itupun memancing perhatian warga yang dari tadi hanya sembunyi dan menonton. Warga warga yang sembunyi jadi menampakkan diri dan bersorak-sorai. Seperti keseruan di arena sabung ayam, diantara debu dan terik mentari.

__ADS_1


"Habisi iblis itu!"


"Ayo!!! Hajar terus!!!"


"Gila, Dia gak mati-mati?"


Rupanya Taupan hanya mengalihkan perhatian. Gani melesat dan memastikan kotak besar yang terbuka otomatis itu jatuh tepat menimpa dan mengurung Dul Karim.


Taupan sudah diberi kode dan segera menjauh. Kotak sebesar lapangan tenis itu pun berhasil menangkup Dul Karim dan segera tertutup kembali secara otomatis.


Kotak yang dirancang khusus itu bekerja dengan baik. Begitu Dul Karim masuk dan terkunci secara otomatis, kotak itu terus bekerja sebagaimana mestinya. Oksigen dihisap dari dalam dan dikeluarkan mencapai titik nol dan membuat Dul Karim melayang dan tak berdaya.


Warga yang menyaksikan terbelalak dan seolah tak ingin percaya apa yang terlihat dengan jelas itu. Sang Jagoan masuk perangkap. Warga yang melakukan perlawanan tampak patah semangat.

__ADS_1


Gani dan Taupan segera melakukan tugas terakhir dalam misi penculikan itu. Keduanya sibuk mengikatkan 4 tali yang masih menjuntai dan di ulur dari dua Airbus itu. Tidak lama kemudian tali berhasil dikaitkan kembali dan kotak besi itu pun terangkat kembali dan di bawa pergi. Sebuah heli menurunkan tali. Taupan dan Gani pun berhasil meloloskan diri dari lemparan batu dan bidikan ketapel warga yang tampak kecewa dan marah.


*Sekedar informasi, akan ada perubahan nama pemeran. Nama Didan Terasa kurang apik, 🧐🤔🤔🤔 Ada yang punya saran? Komen di bawah ya 👍


__ADS_2