Di Bawah Pelukan Tentara Kolonial

Di Bawah Pelukan Tentara Kolonial
Jugun Ianfu part 2


__ADS_3

Sore itu, pintu rumah Nyai Dasimah digedor keras oleh orang yang berpakaian tentara Jepang. Tuan rumah tidak hendak membuka pintu, Nyai Dasimah sudah tahu tujuan para tentara tersebut. Akhirnya pintu dibuka paksa oleh tentara tersebut. Pelukan Nyai Dasimah begitu erat pada Sri Utami yang bersembunyi dibalik pelukan tersebut.


Seorang tentara dengan paksa memisahkan dua orang tersebut. Sri Utami diseret oleh para tentara tersebut keluar rumah. Semua orang menyaksikan kejadian tersebut. Sri Utami menatap tajam tentara yang menyeretnya dan mengibaskan tangannya yang dipegang erat.


"Lepaskan tangan saya tuan! " berontak Sri Utami namun cengkramannya semakin kuat membuat Sri Utami semakin meringgis.


"Damare! (Diam!)," bentak seorang tentara membuat Sri Utami menelan saliva dengan kasar.


Sri Utami akhirnya dipanggul seperti karung beras oleh seorang tentara, Sri Utami terus memberontak dan memukul-mukul punggung tentara tersebut, hingga disatu kesempatan Sri Utami mengigit punggung tentara tersebut, hingga si tentara melemparkan Sri Utami hingga terjatuh di tanah.


"Mata aeru ne beautiful. konya waa watashi no beddo o atatamemasu, (Hey cantik, kita bertemu lagi. Malam ini kau akan menghangatkan ranjangku)," ujar seorang lelaki yang berjalan mendekat sambil meraih badan Sri Utami.


"Tidak, tidak tuan! " ujar Sri Utami memelas seolah paham yang dikatakan lelaki tersebut.


"Watashi wa kanari no kyozetsu ga sukide wa arimasen, (aku tidak suka penolakan cantik)," ujarnya tenang dan memangku Sri Utami dengan bridal style.


Sri Utami menghindari terjatuh dia mengalungkan tangannya di leher perwira muda tersebut. Nampak perwira tersebut tertawa terbahak-bahak melihat sikap Sri Utami. Perwira tersebut rupanya membawanya ke dalam mobil dan segera mendudukannya dibangku penumpang.


Mobil berhenti disebuah rumah bordil yang disebut ianjo, Sri Utami air matanya mengalir, perwira muda itu segera mengangkat Sri Utami ke pangkuannya.


"Anata wa hontoni yasashiku atsukawa reru no ga suki, (Kau sangat suka diperlakukan manis rupanya)," ujar perwira yang tidak lain ada Ryosuke sambil tersenyum menyerigai.


Sri Utami hanya menunduk, namun kemudian matanya menatap terbelalak ke ruangan yang sedikit terbuka, dimana seorang wanita sedang di setubuh secara brutal layaknya hewan.


"Anata wa sono yōna koto o shitaidesu? (kau ingin melakukan yang seperti itu?)" ujar Ryosuke sambil mengangkat satu alisnya.


Sri Utami mencoba memahami perkataan orang yang sedang memangkunya dari ekspresinya. Sri Utami mengelengkan kepalanya. Dan terlihat Perwira muda tersebut tertawa hingga terlihat jakunnya naik turun. Sri Utami mengerjitkan keningnya menatap heran. Tapi tidak bisa dipungkiri pemuda dihadapannya memang tampan.


Telinga Sri Utami sangat geli mendengar jeritan dan desahan setiap melewati kamar, dia bergindik dan menutup matanya, hatinya sakit mendengar hal seperti itu.

__ADS_1


" Gaman shite, anata wa sore o kanjirudeshou, (Sabarlah, kau pun akan merasakannya), " suara berbisik ditelinganya membuatnya terbuka matanya.


Saat itu juga Sri Utami menyadari dirinya sudah berada didalam kamar. Perwira tersebut sudah melemparkannya diatas kasur. Sri Utami jantungnya berdetak kencang tidak ingin berakhir seperti wanita-wanita dikamar yang dilewatinya.


"Tuan! Saya akan melayani anda dengan syarat!" ujar Sri Utami yang membuat Ryosuke mengeryitkan dahinya.


"Can you speak english?" lanjut Sri Utami membuat perwira tersebut merah padam.


Perwira muda tersebut langsung membuka gespernya dan melayangkan cambukan pada Sri Utami yang sudah meringkuk. Lalu Ryosuke bergerak ke atas ranjang menindih Sri Utami sambil mencengkram dagunya.


"Seiyo hito ni naranaide kudasai! (Jangan seperti orang barat)," bentak Ryosuke didepan wajah Sri Utami.


"Kau terus berbicara bahasa yang tidak ku pahami tuan! aku ingin berbicara denganmu! " ujar Sri Utami mencoba menatap mata tajam Ryosuke yang seperti elang.


"Anata wa watashi no gengo o manabanakereba naranai," (Kau harus belajar bahasaku!)" bentak Ryosuke.


"Iya aku tidak memahami bahasamu! Ajarkan aku bahasamu, " ujar Sri Utami menatap tajam lelaki yang wajahnya jaraknya sangat dekat dengannya.


"Ya Rabb jangan biarkan aku terkotori oleh lelaki ini aku mohon tunjukan kekuasaaanmu, " batin Sri Utami sambil menanggis.


Suara seorang wanita mengoda terdengar dibawah ranjang kasur, Sri Utami dapat melihat wanita berparas jepang itu meraih Ryosuke menghadapnya. Sri Utami bernafas lega karena seperti mendapatkan pertolongan.


"Kau sangat amatiran untuk melayani tuan Ryosuke," ujar wanita berkulit putih dengan rambut tergerai.


Ryosuke mengelap bibirnya yang basah tersebut, terlihat kesal karena aktkivitasnya diganggu, namun seketika marahnya hilang karena dipuaskan oleh wanita dihadapannya. Sedangkan Sri Utami memanas wajahnya menyaksikan aksi panas dihadapannya, perlahan ia mengapai pintu tapi masih dikunci. Ryosuki melihat Sri Utami akan melarikan diri menyerigai, Ryosuke memperlihatkan aksinya sengaja agar terlihat oleh Sri Utami dan Ryosuke nampak menyiksa wanita dihadapannya sesekali dia memberikan gigitan dibeberapa area sensitif, suara mereka sangat berisik di telinga Sri Utami.


******


Sri Utami ikut mandi seperti yang lainnya, meskipun dia tidak melakukannya. Seorang nyonya pemilik rumah bordil tersebut langsung mengandeng tangannya saat Sri sudah selesai mandi.

__ADS_1


"Sri, kau harus pergi dari sini! " ujar wanita berambut kriting dengan lipstik tebal merah. dibibirnya.


"Aku sangat ingin bibi, " ujar Sri Utami tertunduk pelan.


Namun suara seorang perwira Jepang memecahkan percakapannya, Ryosuke sudah berada diambang pintu dengan telanjang dada. Sri Utami beralih menatap orang yang dipanggil bibi memohon pertolongan. Wanita itu bangkit mendekat ke arah Ryosuke.


"Watashi no omo wa kare yori mo utsukushī shōjo o motte imasu. (Tuan, saya memiliki gadis yang lebih cantik darinya), "ujar Bibi merayunya.


"Ashita no tame ni hozon shite kudasai! Kare to issho ni kaiketsu shitai! (Simpan untuk besok! saya ingin menuntaskannya dengan dia! )" ujarnya dengan memunjuk pakai dagu.


"Goshujinsama, go manzoku itadakeru onnanoko o go yoi itashimasu! (Tuan, saya akan menyiapkan gadis yang bisa memuaskan tuan!) " ujar bibi.


"Naze anata wa kon'na obasandesu ka? Sono josei no nani ga mondaina nodesu ka? (Kenapa kau seperti ini bibi? ada apa dengan wanita itu?) " ujar Ryosuke mengangkat sebelah alisnya.


"Sa, kanojo wa mohaya onnanokode wa arimasen, sa, anata no kachi wa arimasen! (Tuan, dia sudah tidak gadis lagi tuan, tidak layak untuk anda!) " ujar bibi membuat Sri Utami sedikit kaget tapi dia memahami situasinya.


" Ichidodake yatte mitai! (Saya hanya ingin mencobanya sekali!) " ujar Ryosuke sambil berjalan ke arah Sri Utami dan mengangkat tubuhnya.


Sri Utami berontak tapi tidak ada yang dapat menolongnya, tatapan memelas pada bibi tersebut hilang dibalik pintu.


****


Suara kicauan burung menyapa pagi itu, seorang pemuda Belanda sudah terduduk didalam kamp. Hari demi hari tidak ada bedanya, tiap hari mereka dipelerjakan sebagai romusha. Namun harapan untuk terbebas dari penyiksaan dikamp-kamp itu masih berkobar, setiap dia diam-diam mendengarkan berita kekalahan Jepang dalam perang. Vander plass menghampirinya dan mereka berbincang dalam bahasa Belanda.


"Ada berita baru? " tanya Van Berg.


"Iya perang di laut koral titik awal kita segera bebas! " ujar Vander Plass.


"Saat waktunya tiba kita harus bersiap! " ujar Van Berg.

__ADS_1


"Mereka akan datang membebaskan kita Berg! " ujar Vanderplass.


BERSAMBUNG...


__ADS_2